seleraku, seleramu, selera kita…
tulisan kali ini terinspirasi kejadian beberapa hari yang lalu di dapur. ini tentang selera…bukan, bukan….meskipun kejadiannya di dapur, ini bukan tentang selera makanan melainkan selera musik.
pagi itu seperti biasa, saya mulai terjun ke dapur untuk masak. suami menemani saya sambil ngadep laptop di meja makan seperti biasa, baca berita, buka email, dan FBan
. karena masih pagi dan dito belum bangun, biar ga terlalu sepi saya minta suami putarkan lagunya Chrisye feat. Waldjinah yang berjudul “Semusim”. dari malam sebelumnya saya dengar lagu itu dan paginya pengen dengar lagi. suka banget lagu ini dari dulu, duet 2 legenda bersuara emas, bagus pokoknya…dari lirik sampai musiknya
habis Semusim selesai saya minta putarkan “you’re still the one” Shania Twain. jadi suami saya ceritanya jadi DJ, muterin lagu yang saya request hehehe…
kamipun ngobrol tentang musik. bagaimana selera kami begitu jauh berbeda, mungkin dikarenakan selisih usia kami yang hampir 1 dasa warsa. jarang sekali ada yang nyambung. bukan berarti benci selera masing-masing, cuma ya…beda aja. masih dalam taraf bisa ikut mendengarkan tapi ga sampai suka.
suami saya suka Guns n Roses, Metallica, X Japan, Kidnap-nya Anang, Dewa19, Slank, Extreme, White Lion, gitaris Steve Vai, Slash dan Yngwie malmsteen, Mr. Children (Japan), serta instrumental piano (khususnya OST seperti OST Gah Eul Dong Hwa/Endless Love, OST My Sassy Girl/Pachelbel Canon), saya juga suka permainan gitar tapi macam Santana sama Eric Clapton gitu. suami saya juga suka musik pop jaman sekarang seperti Ungu, Peterpan, Andra & the Backbone, D-masiv, Seventeen, The Rock, Vagetoz, dan The Virgin (lagu-lagu yang ngehits sebentar lalu gampang juga surut gaungnya) dan masih mau mantengin acara-acara musik pagi hari seperti inbox dan sebangsanya itu. kalau saya mah ogah….
mengenai saya sendiri, hmmm…selera musik saya campur aduk. oke, mari kita runut dari awal saya mengenal musik.
jaman TK-SD
seperti umumnya anak-anak seusia saya jaman itu, saya dengerin Susan&Ria Enes, Enno Lerian, Chikita Meidy, Maissy, Bondan Prakoso, Agnes Monica&Eza Yayang, Trio Laris…duh sapa lagi ya, perasaan dulu banyak banget deh penyanyi anak-anak, ga kaya sekarang…lagunya pun lagu anak-anak, bukan anak-anak yang nyanyi lagu orang dewasa.
ga cuma itu, saya juga terpengaruh selera orang-orang dewasa di sekitar saya. Bapak saya kala itu sukanya Rhoma Irama, Iwan Fals, sama Chrisye. selain itu juga ada beberapa kompilasi love song yang selalu diputar di mobil. dari situ saya kenal “beautiful girl”, “careless whisper”, “wonderful tonight”, dan sebangsanya.
kalau Ibu saya sukanya keroncong yang dinyanyikan Sundari Soekoco. salah satu yang paling saya ingat berjudul “dewi murni” dan “teluk jakarta”. kebetulan Bulik saya (adik Bapak) ikut tinggal di rumah kami. darinya saya mengenal Bryan Adams, yang paling saya ingat lagunya yang hits waktu itu “Please forgive me”. lalu saya juga suka dolan ke rumah simbah dari Ibu yang jaraknya cukup dekat dari rumah. sudah bisa dipastikan di sana yang terdengar adalah uyon-uyon atau gending-gending Jawa. masuk ke kamar Bulik saya (adik Ibu), di sana ada koleksi lagu-lagunya Broery Marantika, Dewi Yul, dan Hetty Koes Endang.
perpaduan yang menarik bukan?
SMP
jaman SMP saya gak jauh-jauh dari boyband. Nsync, Backstreet boys, 911, sebutlah semua, saya pastikan pernah dengerin semua juga…meskipun saya ga hapal nama-nama personilnya dan lagu ini dibawakan oleh boyband yang mana. saya juga sempat kena demam worldcup ’98 dan gara-gara itu jadi suka sama Ricky Martin. saya bahkan hapal lagu-lagunya yang lain yang berbahasa spanyol selain la copa de la vida. satu kaset saya pantengin semua lagunya dan saya putar berulang-ulang. jaman SMP itu saya cinta banget pokoknya sama bahasa spanyol, bahasa asing kedua yang pengen saya pelajari selain bahasa inggris.
SMA
masa SMA saya masih diwarnai boyband. diselingi Shania Twain, Britney Spears, Christina Aguilera, Mariah Carey, The Corrs, Savage Garden….sok nginggris banget lah pokoknya. jarang dengerin lagu dalam negeri
kuliah
jaman kuliah ini saya suka banget Norah Jones, lagu-lagunya selalu menemani lembur saya jaman kuliah. terutama tahun terakhir saya kuliah. ada satu lagunya yang paling berkesan buat saya “i’ve got to see you again”. jangan tanya kenapa. saya juga mulai dengerin Eric Clapton. meskipun ga semua lagunya saya kenal, saya paling suka “Layla” sama “Change the world”.
kalau dalam negeri saya suka Tompi, gara-gara pertama kali degerin “something wrong”nya Bali lounge. Dewa juga suka lagunya beberapa, seperti “flower in the dessert”.
kerja sampai sekarang jadi ibu rumah tangga
pada dasarnya masih suka semua yang pernah saya sukai dari dulu. lagu-lagu dalam negeri, luar negeri, bahkan gending-gending jawa juga. di masa-masa saya masih kerja di gang branjangan no.1 dulu, telinga saya semakin banyak lagi bersentuhan dengan lagu-lagu selera teman kerja saya. di sebuah ruangan di studio itu telinga saya bersentuhan dengan lagu-lagunya warkop DKI, benyamin sueb, ikang fawzi, achmad albar, dan lagu-lagu indonesia jadul lainnya. tersangka utama yang memperkenalkan lagu-lagu yang ajaib di telinga saya itu sebut saja Nona KD dan Om AS
ah…jadi kangen sama mereka dan suasana di gang branjangan no.1.
kembali ke selera saya dan suami, kesimpulannya BEDA, jauh berbeda. tapi tadi pagi kami coba review kembali kira-kira lagu apa yang kami berdua sama-sama suka. dan hasilnya ternyata “lucky” nya Jason Mraz feat. Colbie Caillat ^^




ternyata bu Dhee lagi cerita tentang sejarah
musik yang asyik aku suka..
Hai..blognya keren lho…saya udah baca beberapa konten…
salam kenal..nama saya Kak Zepe.
Saya juga punya sebuah blog yang membahasa segala sesuatu tentang dunia anak.
Khususnya tentang lagu anak-anal..
Kalau mau tahu lebih lengkap, silakan bergabung di blog saya.
Ada di
http://lagu2anak.blogspot.com
Sekalian ikut serta dalam mengembangkan lagu anak di tanah air yang kian merosot…
Mohon dukungannya untuk mensukseskan gerakan ini.
Salam cinta lagu2anak…
,.,.,.,.