red alert

flu membuat saya terpaksa banyak meringkuk di tempat tidur beberapa hari ini. mungkin gara-gara hari minggu kemarin saya sok-sokan mau ber”romantis” ria sama suami dengan nekat menembus gerimis tanpa pakai payung. alhasil hari senin saya mulai merasa tenggorokan saya sakit buat menelan dan hidung mulai mampet plus kepala pening. keesokan harinya bersin-bersin dan menggigil kedinginan. rasanya benar-benar tidak enak…sepertinya tubuh saya sedang tidak fit dan memberi sinyal untuk beristirahat dulu. sungguh, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga tanpa asisten itu melelahkan dan tidaklah mudah, sama tidak mudahnya dengan mengandalkan suami saya untuk mengerjakannya. tapi saya sangat beruntung…suami saya dengan segala upaya bersedia membantu sampai rela off dulu gak ngelab demi mengurus saya dan Dito.

Alhamdulillah, hari ini saya merasa jauh lebih baik dan suami saya mulai ngelab lagi. gara-gara flu saya jadi belum sempat upload hasil pekerjaan saya. sebuah tempat pensil yang rencananya buat adik perempuan saya dan sebuah lunch bag buat suami yang ternyata sudah dipakai sebelum saya sempat memotretnya…gara-gara flu juga “pacar baru” saya, sebuah mesin jahit baru yang datang hari rabu kemarin, belum sempat tersentuh. saya harus bersabar sampai benar-benar sembuh untuk bisa belajar dan membiasakan diri memakainya. sementara si “pacar baru” harus terima dulu dianggurin jadi pajangan di lemari sampai saya dan suami punya waktu mengatur ruang khusus buatnya…

Advertisements

pen case for my husband

this is what i made last night, a pen case for my husband. it’s my first quick and easy little project since we moved to our new home. last week was such a hectic week. being busy for moving and having no time for sewing really distressed me. so i started sewing again right after we had everything settled down….it was a relief 🙂

i made this pen case by following this tutorial by mai of mairuru. i used blue colored fabric for the outer and printed cotton fabric for the lining. i made an embroidery on one side of the outer layer using red sashiko thread and i also put some dots ribbon for the embelishment.

i’m so glad that my husband likes it ^^

pindahan…^^

acara pindahan sempat bikin saya rada stres beberapa hari ini. sepertinya karena kebiasaan saya yang ingin segala sesuatunya terencana dengan baik, rapi, dan berjalan lancar. mulailah saya bikin list apa yang harus dilakukan, mana yang harus dipak lebih dulu, bagaimana teknis pemindahan barang-barang nantinya, acara bersih-bersih di tempat lama dan tempat baru, sampai “open house” (ngundang tetangga dan makan-makan). semakin saya rencanakan semakin saya puyeng karena listnya panjang sekali. apalagi sepertinya PMS sedang melanda beberapa hari ini, hasilnya saya uring-uringan dan suami saya kena getahnya :P.

ini yang ada dalam pikiran saya beberapa hari ini : saya INGIN pekerjaan rumah cepat selesai, jadi saya bisa nyicil packing karena saya INGIN barang-barang sudah selesai dipak sebelum diangkut hari sabtu-minggu, kalau acara packing sudah selesai saya jadi punya banyak waktu tersisa. saya INGIN bermain dengan Dito, INGIN menjahit, INGIN menulis di blog saya, INGIN chatting sama teman-teman saya, dan banyak lagi keINGINan lainnya.

saya stuck begitu dihadapkan pada kenyataan seperti Dito semakin susah tidur siang dan semakin aktif menjelajah, otomatis butuh penjagaan ekstra yang sulit saya lakukan sembari menyelesaikan pekerjaan rumah. juga hal-hal remeh yang semakin menambah pekerjaan rumah saya seperti barang-barang yang tidak berada di tempat seharusnya (yang sebenarnya bisa dibereskan oleh suami saya dengan sedikit kesadaran/kepekaan tentunya). semua keINGINan saya itu saling mendominasi, bertumpuk-tumpuk, dan tak ada habisnya. pikiran saya terbagi, waktu seakan semakin sempit, belum selesai satu hal sudah terlintas untuk mengerjakan hal lain, kadang saya kerjakan bersamaan dan hasilnya kurang maksimal (masakan gosong atau saya lengah dan Dito jatuh).

suami saya selalu bilang, keinginan itulah yang akan menyengsarakanmu (lupa beliau kopas dari mana). okelah, sepertinya ada benarnya. suami saya juga mengutip salah satu ayat yang artinya “Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah (urusan yang lain) dengan sungguh- sungguh” (QS 94:7). saya sering diingatkan untuk melakukan semua satu per satu, semampunya, kalau memang tidak semua terselesaikan ya tak apa, berarti bukan jatahnya untuk hari ini dan bisa diselesaikan besok. karena saya sudah cukup pusing, mungkin saatnya saya mencoba sedikit berkompromi…sejenak melepaskan diri dari keINGINan-keINGINan yang membelenggu, tetapkan skala prioritas dan kerjakan semua satu per satu, tidak terlalu terpaku pada rencana-rencana dan mulai mengasah spontanitas saya. nanti kita lihat hasilnya….:)

sesi curhat selesai, kembali ke topik pindahan 😛
kami mulai packing seminggu yang lalu. meskipun barang-barang kami sedikit tapi ternyata banyak juga. lho…???? iya setelah dipak baru kelihatan banyaknya, padahal kami sudah berusaha hidup layaknya anak kos dengan furnitur seminimal mungkin. kami tak punya meja dan kursi tamu, dipan, rak buku, lemari baju apalagi….

kepindahan kami direncanakan hari sabtu-minggu, 15-16 mei ini. sabtu untuk bersih-bersih dan memindahkan barang-barang yang kira-kira bisa diangkut sendiri dengan sepeda. hari minggunya tinggal mengangkut barang-barang besar seperti kulkas dan mesin cuci dengan mobil salah seorang teman.

tapi jumat ini pun saya sudah tak tahan untuk segera nyicil bersih-bersih di rumah baru. pagi tadi saya ke rumah baru dan mulai bersih-bersih sekedarnya berbekal vaccuum cleaner dan kain pel. masih banyak detil yang harus dibersihkan sebenarnya, tapi tak apalah…masih banyak waktu untuk bersih-bersih setelah barang-barang terangkut dan kami mulai tinggal disana. sabar…:)

it’s raining

gerimis pagi-pagi bikin saya malas. padahal banyak yang ingin saya kerjakan. Insya Allah seminggu lagi kami pindah ke rumah baru dan acara packing yang sudah kami mulai dari kemarin belum sampai 30% selesai. kemarin baru ngepak barang-barang berukuran besar dan jarang dipakai seperti pemanas dan karpet, juga baju-baju musim dingin. jadi hari ini rencananya meneruskan packing barang yang kecil-kecil sekalian menyortir barang yang gak dipakai lagi. yang seperti ini malah lebih capek daripada packing barang-barang besar. apalagi kali ini gak dibantu suami, gak ada yang gantian jagain Dito jadi harus nunggu si “little energizer” ngerecharge baterainya dulu sebelum mulai packing biar gak ikutan “bantu-bantu” alias bikin berantakan lagi 😀

jam 11 siang, gerimis sudah reda, Dito si “little energizer” baru merecharge baterainya…saatnya beres-beres dan packing lagi, yoshhhhh…..semangat!!!!

hakata dontaku

hari ini saya sekeluarga mengisi liburan golden week dengan nonton hakata dontaku bareng teman-teman indonesia beserta keluarganya. salah satu agenda hakata dontaku ini adalah semacam pawai yang pesertanya dari berbagai kalangan termasuk instansi pemerintah, sekolah, sampai perwakilan negara-negara asing.

suasana di sepanjang jalur pawai sangat ramai. pinggir jalan sudah penuh dengan orang-orang yang niat banget mau nonton dengan membawa tikar dan kursi seperti piknik. karena kami datang tak lama sebelum pawai dimulai,  kami jadi susah mendapat tempat dengan view yang enak. terpaksa kami berdiri, harusnya kami datang lebih awal…:(

tak lama kami menunggu, pawai pun dimulai. rombongan penari berbaju kimono lewat. mereka menari sambil membunyikan centong nasi dari kayu yang mereka bawa. beberapa rombongan juga melakukan hal yang sama, dengan tarian dan musik yang hampir sama diselingi beberapa mobil hias dari instansi-instansi setempat. kemudian diikuti rombongan perwakilan dari negara-negara asing. yang paling menarik perhatian saya adalah rombongan dari thailand. mereka menampilkan para penari yang cantik dan tinggi semampai. bahkan miss thailand juga datang dan ikut pawai :). tapi kata suami saya yang sempat tinggal di thailand, penari-penari itu kemungkinan bukan perempuan betulan, tapi perempuan “jadi-jadian” alias transeksual. wewww…..kalau memang benar begitu, pasti banyak yang tertipu karena mereka bener-bener cantik dan posturnya bak perempuan betulan…

setelah beberapa rombongan lewat, akhirnya rombongan dari indonesia yang kami tunggu pun lewat juga. sayang sekali, rombongan indonesia cuma sedikit pesertanya dan tidak pakai “rame-rame” seperti rombongan lain. mungkin akan  lebih menarik kalau pakai bunyi gamelan..:D tapi tak apalah, yang penting sudah ikut berpartisipasi dan ikut meramaikan acara.

kami pulang sebelum pawai selesai. tapi kali ini cuma 2 keluarga yang bareng pulangnya. karena ada event hakata dontaku ini, bis-bis penuh sesak. karena hari sudah sore dan kami capek, kami terpaksa ikut naik bis yang penuh sesak itu. dalam perjalanan pulang itu ada kejadian yang mengusik saya. saat itu saya dalam posisi menggendong dito, anak kami yang juga capek dan mungkin haus yang membuatnya jadi rewel, merengek dan mulai menangis sepanjang jalan. sedangkan teman saya dalam kondisi hamil besar dan juga kelelahan. tapi tak ada satupun orang yang menawarkan tempat duduknya buat kami. saya sempat khawatir dito bakal tantrum dalam kondisi yang tidak enak itu, untungnya saya masih bisa mengatasi rengekannya dengan menyusuinya. menggendong sambil berdiri dalam bis yang penuh sesak dengan kewaspadaan penuh supaya tidak terlihat sedang menyusui, saat itu saya merasa jadi super woman, hehehe…. 😀 saya puas bisa menenangkan anak saya dalam kondisi seperti itu. satu pelajaran saya ambil : dalam kondisi sama-sama susah dan tidak nyaman, orang akan cenderung lebih egois dan mencari enaknya sendiri, jadi jangan terlalu banyak berharap pada orang lain. semoga saya dijauhkan dari sikap seperti itu saat saya berada di situasi yang serupa. amiin.