hakata dontaku

hari ini saya sekeluarga mengisi liburan golden week dengan nonton hakata dontaku bareng teman-teman indonesia beserta keluarganya. salah satu agenda hakata dontaku ini adalah semacam pawai yang pesertanya dari berbagai kalangan termasuk instansi pemerintah, sekolah, sampai perwakilan negara-negara asing.

suasana di sepanjang jalur pawai sangat ramai. pinggir jalan sudah penuh dengan orang-orang yang niat banget mau nonton dengan membawa tikar dan kursi seperti piknik. karena kami datang tak lama sebelum pawai dimulai,  kami jadi susah mendapat tempat dengan view yang enak. terpaksa kami berdiri, harusnya kami datang lebih awal…:(

tak lama kami menunggu, pawai pun dimulai. rombongan penari berbaju kimono lewat. mereka menari sambil membunyikan centong nasi dari kayu yang mereka bawa. beberapa rombongan juga melakukan hal yang sama, dengan tarian dan musik yang hampir sama diselingi beberapa mobil hias dari instansi-instansi setempat. kemudian diikuti rombongan perwakilan dari negara-negara asing. yang paling menarik perhatian saya adalah rombongan dari thailand. mereka menampilkan para penari yang cantik dan tinggi semampai. bahkan miss thailand juga datang dan ikut pawai :). tapi kata suami saya yang sempat tinggal di thailand, penari-penari itu kemungkinan bukan perempuan betulan, tapi perempuan “jadi-jadian” alias transeksual. wewww…..kalau memang benar begitu, pasti banyak yang tertipu karena mereka bener-bener cantik dan posturnya bak perempuan betulan…

setelah beberapa rombongan lewat, akhirnya rombongan dari indonesia yang kami tunggu pun lewat juga. sayang sekali, rombongan indonesia cuma sedikit pesertanya dan tidak pakai “rame-rame” seperti rombongan lain. mungkin akan  lebih menarik kalau pakai bunyi gamelan..:D tapi tak apalah, yang penting sudah ikut berpartisipasi dan ikut meramaikan acara.

kami pulang sebelum pawai selesai. tapi kali ini cuma 2 keluarga yang bareng pulangnya. karena ada event hakata dontaku ini, bis-bis penuh sesak. karena hari sudah sore dan kami capek, kami terpaksa ikut naik bis yang penuh sesak itu. dalam perjalanan pulang itu ada kejadian yang mengusik saya. saat itu saya dalam posisi menggendong dito, anak kami yang juga capek dan mungkin haus yang membuatnya jadi rewel, merengek dan mulai menangis sepanjang jalan. sedangkan teman saya dalam kondisi hamil besar dan juga kelelahan. tapi tak ada satupun orang yang menawarkan tempat duduknya buat kami. saya sempat khawatir dito bakal tantrum dalam kondisi yang tidak enak itu, untungnya saya masih bisa mengatasi rengekannya dengan menyusuinya. menggendong sambil berdiri dalam bis yang penuh sesak dengan kewaspadaan penuh supaya tidak terlihat sedang menyusui, saat itu saya merasa jadi super woman, hehehe…. 😀 saya puas bisa menenangkan anak saya dalam kondisi seperti itu. satu pelajaran saya ambil : dalam kondisi sama-sama susah dan tidak nyaman, orang akan cenderung lebih egois dan mencari enaknya sendiri, jadi jangan terlalu banyak berharap pada orang lain. semoga saya dijauhkan dari sikap seperti itu saat saya berada di situasi yang serupa. amiin.

Advertisements

2 thoughts on “hakata dontaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s