kangkung

akhirnya kangen saya sama sayuran bernama kangkung terobati setelah nemu di Marukyo, supermarket dekat rumah. disini kangkung hanya bisa ditemui saat musim panas, seperti halnya pare, dua-duanya sayuran favorit saya. bedanya kalau pare biasanya tersedia hampir di setiap supermarket tapi kangkung kadang hanya ada di supermarket tertentu termasuk Marukyo. kemarin kangkung sempat beberapa minggu “hilang” dari peredaran. entah karena stok habis atau saya yang kalah cepet dari para penggemar kangkung di sekitar rumah. gara-gara itulah saya sempat curiga sama Pak S dan Mbak A (teman indonesia saya yang juga penggemar kangkung dan kebetulan informasi mengenai keberadaan kangkung di Marukyo pertama kali saya dapat dari mereka), jangan-jangan kangkung di marukyo habis mereka borong :(. saking kepengennya, suatu hari saya sama suami berniat pergi ke Nishijin hanya untuk beli kangkung yang katanya banyak dijual di sana, terutama di toko orang Korea. nah…pas kami nunggu bis ketemulah kami dengan tetangga Pak S dan Mbak A. akhirnya kami ngobrol juga tentang hilangnya kangkung dari peredaran. ternyata mereka juga curiga kami yang memborong habis kangkung di Marukyo. lah….gara-gara kangkung aja sampai bikin tetangga saling mencurigai, hehehe…..
singkat cerita sampailah kami di nishijin dan menemukan toko yang jual kangkung. kami hitung masih ada 10 ikat dan kami borong semua, mumpung ada :P. selain buat persediaan sendiri rencananya mau ditawarkan juga ke teman-teman yang berminat. sampai di kasir dihitung lagi ternyata ada 11 ikat, ya sudahlah, kami bayar semuanya 1078 yen. wewww…sekitar 100 ribu rupiah untuk 11 ikat kangkung di sini, di Pasar Kranggan dapat berapa karung ya? ^^’ hmmm…jadi tambah kangen Jogja…..

work on these…


akhirnya tadi siang daster buat Mbak Indri  sudah resmi diserahterimakan ^^. Alhamdulillah (sepertinya) muat dan Mbak Indri (sepertinya juga) suka. ah….leganya…..:). daster ini saya jahit semalaman plus sehari besoknya karena saya suka tidak sabar melihat hasilnya. saya menggunakan bahan katun yang saya beli di Jusco seminggu yang lalu. bahan itu sudah berupa cut cloth dengan lebar 110 cm dan panjang 5 m. supaya tidak terlalu plain saya gunakan bahan katun bermotif yang match dengan warna lebih gelap untuk bagian dada dan binding untuk pinggiran lengan. saya mengambil pola dari sebuah buku seri ondori  “pajama-a step by step guide to sewing”. saya pakai ukuran M dengan modifikasi,  memperpendek bagian lengan dan memperpendek daster hanya sampai lutut.

proyek berikutnya…

simple dress kedua yang saya kerjakan hanya dalam waktu kurang lebih 2 jam. bahan yang dipakai sepertinya katun (tidak terlalu yakin, kurang paham jenis-jenis kain) yang jelas bahannya tipis dan agak transparan. saya beli kain ini di Yuzawaya, karena pertama saya suka motifnya dan kedua karena waktu itu ada diskon yang membuat saya jadi gelap mata :P.

pola dress ini diambil dari buku yang sama dengan dress percobaan pertama saya yang berukuran M yang ternyata agak kebesaran makanya kali ini saya pakai ukuran S dengan panjang dress untuk ukuran M karena saya perkirakan panjang dress ukuran S hanya sampai atas lutut. tapi ternyata setelah selesai dijahit jadinya kekecilan 😦

tak apa, setidaknya minggu ini saya cukup produktif tapi lain kali harus lebih cermat lagi :). saya cukup puas dengan hasilnya dan menyenangkan sekali rasanya memakai pakaian yang saya jahit sendiri.

foto ini diambil sore tadi sewaktu kami bersepeda di sepanjang tepi sungai muromi. saya dengan baju baru dan Dito dengan boncengan depannya yang baru :).

me time updated

lengan sedikit agak kependekan, tapi masih tetap nyaman dipakai 🙂


beberapa hari terakhir saya mengerjakan daster buat Mbak Indri, teman sekaligus tetangga saya yang hari sabtu lalu habis melahirkan putranya yang ke dua. sebenarnya saya juga kepingin bikin sesuatu buat si baby Ganie, tapi saya bingung…pastinya sudah banyak yang ngasih perlengkapan bayi. ya sudahlah, sementara buat bundanya dulu…semoga muat, soalnya saya asal comot saja ukuran M. lagi-lagi foto menyusul saudara-saudara karena bajunya saat ini sudah dicuci tapi belum disterika 😛

oh iya, satu lagi proyek saya, dress simpel yang ke dua. saya salah ambil ukuran(lagi), kali ini kekecilan 😦 pembahasan lebih lanjut menyusul beserta fotonya 🙂

me time

last night i made a long sleeved shirt for myself. it took about 4 hours to finish it. the fastest one up to now 😀 (big thanks to my hubby for taking care of Dito while i was sewing). i used a pattern from a sewing book and made alterations of the original pattern. i lengthened the sleeves and made an opening at the front to make it easier for breastfeeding. i took size 7, the smallest one. i used beige knit fabric. the fabric is soft, lighter, and stretches more than the knit fabric i used for my hubby’s long sleeved shirt.

i’m pretty satisfied with the result and today i wear it with my previous “experimental” dress 🙂

*photos will be uploaded soon
saya jadi gak bisa bikin penjelasan panjang lebar kalau coba-coba nulis pakai bahasa inggris 😦

kok bisa???

tadi sore saya turun ke playground dan ngobrol dengan teman saya yang sedang menunggui anaknya bermain. karena hari sudah sore kami pun pulang. sesampai di depan pintu saya keluarkan kunci untuk membukanya. berkali-kali saya coba kunci itu tetap tidak bisa masuk. saya coba untuk memutar handel pintu tanpa hasil. tak lama kemudian saya dengar suara langkah mendekati pintu. saya berpikir mungkin suami saya pulang lebih awal. tapi betapa terkejutnya saya ketika pintu terbuka dan seorang laki-laki jepang setengah tua bengong menatap saya. spontan saya melihat papan nama pada pintu shaft. 54-406 松山. ya ampuuuuunnnnnn…..ini baru lantai 4…:( saya buru-buru minta maaf dan meneruskan perjalanan saya sampai lantai 5. setelah masuk rumah saya sempat terdiam beberapa saat sambil berpikir…”kok bisa????”
apa mungkin gara-gara saya jarang sekali keluar rumah? kira-kira matsuyama-san berpikir apa ya tentang saya? jangan-jangan beliau berpikir saya orang asing yang bermaksud buruk, karena beliau langsung menutup pintu tanpa berkata apa-apa. aduh, perasaan saya jadi tidak enak….
semoga ada kesempatan untuk bertemu dan menjelaskan saat jadwalnya kerja bakti bulan ini, itupun kalau saya bisa ngomongnya 😀

my hubby’s long sleeved shirt

weekend kemarin saya menjahit kaos buat suami saya. kali ini saya menggunakan bahan knit warna abu-abu yang saya beli di Jusco beberapa bulan yang lalu dan polanya saya jiplak dari salah satu koleksi kaos suami. saya mengacu pada sumber ini dan ini untuk menjahit stretch fabric seperti knit karena sifat bahannya yang melar dengan tingkat kemelaran yang berbeda untuk tiap jenisnya. saya menggunakan jahit lurus biasa dalam kecepatan rendah-sedang. berhubung saya masih amatir, tentu saja acara dedel-jahit ulang tak ketinggalan dalam proses kali ini. saya sempat salah menjahit bagian lengan sehingga setelah selesai ternyata sisi kain bagian dalamnya yang berada di luar…:(.  semalam kaos buat suami saya hampir jadi, tinggal menjahit bagian pinggiran leher dan keliman bagian bawah. tapi ternyata oh ternyata…..benang abu-abunya habis. padahal saya berharap kaos itu bisa dipakai suami saya pagi ini ke kampus. alhasil saya nggondok setengah mati…..suami saya mengusulkan untuk memakai benang dengan warna lain yang langsung saya tolak mentah-mentah. hari ini saya malas pergi kemana-mana, jadi saya titip suami saya untuk membelikan benang dan sementara itu saya harus bersabar menunggu sampai nanti malam untuk menyelesaikan jahitan saya.

another pen case

here’s another pen case i made for my lovely little sister. this pen case is made of printed cotton fabric for the outer layer and yellow cotton for the lining. i put 10 cm leather string on the zipper puller and 5 cm folded linen tape for the embelisment. hope she likes it ^^