cap sleeve blouse

weekend ini saya ngebut menyelesaikan cap sleeve blouse buat teman saya Widya a.k.a Tuit, yang bagai kurcaci, mungil dan baik hati (copas dari FBnya ^^v). blouse ini sudah hampir seminggu tak terpegang gara-gara dito the explorer tiba-tiba demam, besoknya normal, besoknya lagi demam lagi. untung gak sampai rewel, cuma jadi lebih sering nempel emaknya dan gak bisa disambi ini itu. selain itu saya juga sedang diserang penyakit malas stadium 4, sepertinya bawaan hawa musim panas (padahal malas mah bawaan dari sononya).

awalnya saya bingung mau model seperti apa buat Tuit dengan kain yang (ternyata) cuma 1,5 meter. buka-buka buku pola yang terbatas eh ketemu cap sleeve blouse yang simpel dan manis dari buku sewing recipe

setelah saya pelajari pola dan konstruksinya ternyata blouse ini agak rumit *amatirdotcom* tapi saya jadi tertantang untuk bisa menjahitnya. saya buat blouse ini dalam ukuran 9. polanya ada 6 biji karena bagian bodicenya pakai lining.

dan seperti biasa, masih ada kesalahan di sana-sini.
1. saya masih suka bermasalah dengan motif kotak-kotak. kali ini saya kurang cermat memotong kain, jadi motif kotak-kotak depan dan belakang gak nyambung, hiks….maafkan saya Tuittttt (T.T) mana kainnya terbatas cuma 1,5 meter dan hampir tak bersisa jadi gak bisa diganti 😦
2. dalam proses konstruksi bodice, lining, dan sleeve yang gak bisa saya jelaskan secara detail (karena penjelasan di buku dalam huruf kanji, saya cuma mengikuti gambar) saya sempat mendedel dan menjahit ulang karena gagal dalam proses “membalik” supaya jahitan bodice, lining, dan sleeve rapi “tersembunyi”. haduhhhh…maafkan bahasa saya yang tak tertata. kalau bingung dan gak paham diskip saja 😛 akhirnya setelah mengamati gambar sekali lagi dengan lebih teliti saya berhasil menjahit bagian atas blouse ini 🙂

sengaja kain untuk bagian depan blouse saya potong diagonal untuk aksen dan renda pada garis bawah dada biar lebih cantik (semoga tidak berlebihan jadinya). Tuitttttt….semoga dirimu suka 🙂

i’m officially 26

29 juli kemarin saya genap berusia 26 tahun. begitu banyak doa dan dukungan dari keluarga dan sahabat. semoga Allah mengabulkan doa mereka dan doa yang sama dari saya untuk mereka.

26 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk bisa belajar memaknai kehidupan. sudah seharusnya banyak hikmah bisa dipetik dari setiap kejadian untuk dijadikan bekal menjalani hidup dengan lebih baik.

umur saya berkurang tiap harinya, saya tak tau berapa usia saya yang tersisa. saya berharap di sisa umur saya Allah memampukan dan menolong saya sehingga saya bisa berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi dalam setiap peran yang saya jalani, sebagai hamba, anak, istri, ibu, dan sebagai bagian dari umat manusia. amiin.

polkadot !!

akhirnya selesai juga satu dari lima (!!!) baju buat teman-teman saya. saya usahakan baju-baju ini nanti cocok dan mewakili karakter calon pemakainya. berdasarkan siapa yang duluan mengirimkan ukuran bajunya, maka baju buat Lia yang pertama saya jahit. dari kain-kain yang ada, sepertinya motif polka dot cukup sesuai buat Lia. sebenarnya motif polka dot pada kain ini bukan solid tapi terbentuk dari sulur-sulur benang dengan gradasi warna pink pucat keunguan-merah.

model bajunyapun simpel dan nyaman dipakai. polanya diambil dari buku one day sewing summer clothes.

berdasarkan ukuran yang Lia kirim ke saya dengan PDnya saya pakai pola S, padahal Lia sudah bilang kalau biasanya dia pakai M, karena di bukunya (sepertinya sih…, saya gak bisa baca kanji :P) ditulis ukuran S lingkar dadanya nanti setelah jadi kurang lebih 94 cm. ah…muatlah buat Lia, pikir saya. tapi ternyata (lagi-lagi) saya salah ambil ukuran, sepertinya sense saya di bagian ukur-mengukur lemah sekali didukung kebiasaan saya main nebak-nebak kanji (-_-)”. setelah jadi bajunya pas kalau saya pakai yang artinya sudah jelas bakal kesempitan kalau dipakai Lia :D. rada kecewa sih…tapi ya sudahlah, sudah jadi dan saya suka hasilnya. jahitannya sudah mendingan dibanding baju-baju yang saya jahit sebelumnya, hehehe….ini pertama kalinya saya pakai bias binding untuk bagian lingkar leher dan berhasil, lumayan rapi 🙂

untuk mengobati kekecewaan saya dan Lia (nantinya), saya beli kain lagi dengan motif tetap polkadot tapi kali ini polkadotnya lebih kecil dan solid berwarna olive green. supaya aman saya pakai ukuran L untuk baju kedua ini. kalaupun kebesaran masih bisa disesuaikan pada bagian bawah dada dengan tali serut.

baju selanjutnya??? belum terpikirkan….saya mau istirahat dulu ngadem di kamar, satu-satuya ruang yang ber AC. menjahit (sambil sauna) di ruang jahit saya yang tidak ber AC di siang bolong pas musim panas seperti sekarang ini bukan pilihan yang tepat, mendingan saya ikut Dito tidur siang 😀

GTM*

akhir-akhir ini dito anak semata wayang kami baru susah makannya. hobi tutup mulut dan nyembur-nyembur/ngelepeh makanan yang sudah masuk mulutnya. ini sering bikin saya jengkel dan uring-uringan. kalau sudah begitu seringnya dito saya serahkan ke bapaknya yang lebih sabar sementara saya masuk ruang jahit untuk menenangkan diri. saya suka takut sama diri saya sendiri kalau sudah jengkel atau marah. takut berimbas ke dito 😦
acara makan yang seharusnya jadi momen yang menyenangkan buat seluruh keluarga seakan jadi siksaan buat saya dan (mungkin) juga dito. bahkan sebelum acara makan dimulai saya sudah stres terbayang gak sabarnya menyuapi kesana kemari sambil waspada memungut makanan yang tercecer atau sengaja disembur-sembur oleh dito.
iya iya….saya tahu sebagian besar anak memang mengalami masa-masa susah makan itu dan mungkin di luar sana banyak yang kasusnya lebih berat dari dito. saya dulu juga begitu dan ibu saya juga pasti stres. saking kepengennya saya makan banyak dan sedikit lebih berisi (dari kecil saya tidak pernah gemuk) sampai ibu saya sering “mencekoki” saya dengan ramuan temu ireng yang diparut dan diambil airnya. rasanya masih saya ingat sampai sekarang dan bisa bikin saya bergidik. apalagi mengingat bagaimana cara ramuan itu bisa masuk perut saya. biasanya saya dipangku sama pengasuh saya sambil tangan saya dipegang kuat-kuat sementara ibu memencet hidung saya dan mencekoki saya dengan ramuan temu ireng itu. karena hidung saya dipencet mau tak mau ramuan itu tertelan juga. sungguh menyiksa…makanya saya tidak akan menggunakan cara yang sama buat anak saya. kuncinya memang saya hanya harus sedikit lebih sabar dan telaten lagi. kalau dipikir-pikir dito tidak selalu susah makannya, memang ada kalanya susah, tapi kadang kalau lagi gampang makannya juga banyak banget. setelah saya amati ada beberapa kemungkinan sebab dito susah makan :
1. sudah kenyang minum ASI, kalau begini biasanya acara makan saya tunda. di sela-sela waktu mainnya saya coba suapi lagi.
2. tidak suka menunya, nah kalau ini memang harus diganti…mungkin dito bosan dengan menu makannya.
3. baru pup dan tidak terdeteksi, mungkin dito merasa tidak nyaman jadi malas juga makannya. setelah diganti popoknya biasanya mau makan lagi.
4. porsi suapan terlalu besar atau makanan masih agak panas biasanya langsung dilepeh sama dito, makanya harus menunggu makanan agak dingin dan porsi suapan dibikin kecil/sedikit biar lebih mudah dikunyah.
5. tidak mau makan pakai sendok, entah kenapa dito kurang suka makan pakai sendok kecuali untuk menyuapkan makanan yang ada kuahnya. kalau sudah begini biasanya disuapi pakai tangan (Jawa:muluk) dito langsung mau.
6. memang saatnya adu kesabaran sama dito. saya kepengen dito makan tapi ditonya baru malas, tinggal saya atau dito yang duluan menyerah hehehehe….triknya saya ajak dito nonton tv atau main, saat dito lengah (serius nonton tv atau asik dengan mainannya) saya suapi dia. kadang berhasil, kadang juga gagal dan makanan dilepeh/disembur-sembur. biasanya saya akan terus coba suapi, kadang suapan pertama gagal, kedua, ketiga, keempat kadang baru berhasil. saya tidak peduli, pokoknya asal dito makan, karena setiap suap yang berhasil sampai ke perutnya bikin saya lega dan bahagia tiada terkira :D*lebaydotcom* apalagi dengan bantuan dari suami saya tercinta, acara menyuapi dito di pagi hari jadi less stressful, Alhamdulillah….:)

*gerakan tutup mulut


awal-awal dito makan makanan pendamping ASI, lahap ^^

tunic in check pattern

last week was just another less productive week. procastinating a lot and not much sewing…it really got me frustated. so i made up my mind and started sewing this weekend.
i actually had a plan to make some clothes for my friends. there were a lot of fabrics on my stash as a result of my impulsive buying but i had no idea which one i will make first. i just stared at those fabric and those pattern books for a long time before decided to make one for myself first.
here it is, my first tuck sleeve tunic in check pattern 🙂 i almost had no difficulties in sewing this tunic except the tuck under bust part. i made an opening in the front side as usual to make it easier for breastfeeding. i made it in M size and it fits me well.

pardon me for bad quality photos, i took all the photos using my husband’s old pocket camera ^^V