hooded top in elephant print fabric ^^

selesai juga akhirnya…satu lagi baju yang rencananya buat teman saya, Kadek. ide untuk bikin sesuatu yang ada tudung kepalanya sudah ada dalam kepala saya dari awal. pertamanya saya mau pakai motif hawaiian prints, tapi ternyata hasilnya mengecewakan. kain jatuhnya ga bagus…
akhirnya saya hunting lagi dan nemu kain motif gajah yang unik dan bahannya adem, diskon pula, hehehe…..
jadilah atasan ini πŸ™‚

saya suka hasilnya, semua jahitan cukup rapi dengan french seam. kalau ga malas mungkin suatu saat nanti saya bikin juga buat dipakai sendiri πŸ™‚

ikan bakar

akhir-akhir ini kami sering makan dengan menu ikan soalnya bapaknya dito suka kalap kalau beli ikan, hehehe…
setelah mencoba corn fish soup, bakso ikan, pempek, bingung mau diapain lagi ya ikan-ikan itu. akhirnya kepikiran untuk dibakar saja. akhirnya saya turun ke dapur, berbekal niat mulia menghidangkan makanan buat keluarga saya dan bermodalkan intip resep sebentar di internet, hehehe…
setelah sampai di dapur saya kok agak-agak lupa tadi resepnya ya? daripada bolakbalik ke kamar saya nekat saja berimprovisasi. dan inilah hasilnya…..

penampilannya sih kurang oke tapi suami saya bilang enak (tanpa paksaan maupun tekanan dari siapapun lho :P). saya pastikan lagi, saya tanya suami saya…beneran? bukan buat nyenengin hati saya aja? beneran katanya…enak, alhamdulillah πŸ™‚
ya sudah, berarti bisa dipost ke blog nih πŸ˜›

bahan-bahannya (ukurannya berdasarkan perkiraan saya^^):
ikan aji 4 ekor
bawang putih 3 siung
bawang merah 5 siung
paprika merah 1 buah
asam jawa 3 biji
sereh 1 batang digeprak
daun jeruk 2 lembar disobek-sobek
garam
gula
kecap 5 sdm
jeruk nipis 1 buah

cara memasaknya :
– lumuri ikan dengan air jeruk dan garam, diamkan sebentar
– bawang merah, bawang putih, paprika dihaluskan
– tambahkan air asam, gula, garam, kecap manis, sereh dan daun jeruk
– ikan dicuci dan dilumuri bumbu halus, diamkan sebentar
– bakar ikan sampai matang dan sisa bumbu ditumis
– sajikan ikan bakar beserta sisa bumbu yang telah ditumis

libur 3 hari-hari ke tiga

hari ke tiga libur ini kami habiskan di rumah saja. saya pengen menjahit dan masak pempek. kebetulan kemarin saya beli ikan sawara di supaa dekat rumah. pagi-pagi saya telpon tetangga saya, Mbak Mina, untuk menanyakan gimana bikin pempek. sebenarnya resep gampang dicari di internet, tapi tetap saja lebih afdol rasanya kalau menanyakan langsung ke yang sudah berpengalaman, siapa tahu ada tips-tips khusus supaya hasilnya lebih oke πŸ™‚

hampir dua jam saya berkutat di dapur. prosesnya saya skip saja ya….akhirnya jadilah pempek ala saya. rasanya sih sudah lumayan enak, tapi entah kurang bahan apa, rasa cukonya menurut saya kurang mantap…oh iya, saya bikin pempek ini ada kw 1 dan kw 2,…kw 2 tentu saja lebih banyak tepungnya πŸ˜€
jreng jreng……..ini hasilnya ^^

dan bagaimana dengan kegiatan jahit-menjahit saya? ehmmm…belum sama sekali, hehehe….penyebabnya adalah : 4 new post di blog saya hari ini, maruk bukan???? hahahaha…biarlah, mumpung saya sedang in a good mood buat nulis dan mumpung kejadian-kejadian beberapa hari ini masih fresh dalam ingatan saya πŸ™‚

now it’s time to sew, yayyyyyy….!!!!!

libur 3 hari-hari ke dua

hari minggu kemarin kami bertiga bersepeda ke pantai di shimoyamato. ini pertama kalinya buat saya bersepeda kesana. sebelumnya saya malas karena saya pikir tempatnya jauh dari tempat tinggal kami. keinginan untuk bermain di pantai muncul ketika kami naik kereta dari meinohama ke kyudai gakkentoshi yang melewati daerah pinggir pantai shimoyamato. kami biasa ke kyudai gakkentoshi dengan naik bis dulu ke meinohama eki baru naik kereta kesana, makanya saya berpikir jaraknya pasti jauh dan bakalan capek kalau naik sepeda. suami saya meyakinkan saya bahwa shimoyamato itu tidak jauh karena suami saya pernah bersepeda kesana untuk mengunjungi temannya. tapi suami saya belum tahu arah ke pantainya dan kami memutuskan untuk mencoba saja mencari jalan kesana.

jam 10 pagi kami berangkat dengan membawa baju ganti dan bekal makan siang. matahari belum begitu terik dan jalanan sepi sehingga kami sangat menikmati perjalanan ke pantai. kami melewati jalan kecil yang tidak banyak dilalui mobil, sawah dan pemukiman di sisi kiri jalan dan sungai di sisi kanan jalan. tak jarang kami berhenti sebentar untuk melihat ikan, itik, dan bangau yang ada di sungai. seperti biasa, suami saya yang hobi mancing selalu timbul keinginannya untuk bisa memancing ikan-ikan itu suatu saat nanti, hehehe… πŸ˜€

kami ikuti saja naluri kami menyusuri jalan hingga sampai di shimoyamato danchi. dari shimoyamato danchi kami sudah mulai kenal jalan dan kami tinggal mencari jalan ke shimoyamato eki karena pantai ada di seberangnya. kami mampir ke supermarket sebentar untuk membeli minum dan lauk pelengkap bekal makan siang kami. setelah melewati rel kereta api di dekat shimoyamato eki kami sudah bisa melihat rerimbunan pohon pinus yang membatasi area pemukiman dengan pantai. sebelum sampai di hutan pinus, ada seorang wanita berjilbab besar menyapa kami dengan mengucap salam. senangnya……:) mungkin karena melihat saya juga berjilbab (“Hai Nabi, Katakanlah kepadaisteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”.yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu merekatidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS 33:59). ternyata beliau berasal dari Mesir dan tinggal di daerah itu. suaminya juga mahasiswa asing seperti suami saya dan kemungkinan besar mereka pernah bertemu sewaktu shalat berjamaah meskipun tidak mengetahui nama masing-masing. kami mengobrol sebentar sebelum berpisah di perempatan. kami lurus ke arah pantai dan beliau belok ke kanan.

akhirnya kami sampai juga di pantai. pantainya bersih dan tidak terlalu ramai. ada serombongan muda-mudi yang sedang pesta barbecue dan 2 keluarga bule dengan anak mereka yang lucu dan manis. kami menyandarkan sepeda ke pohon pinus, menurunkan perbekalan, dan saya mengganti baju dito dulu sebelum turun ke air. pertama menjejakkan kaki di pasir dan tersapu ombak, dito ketakutan sampai menangis. lalu bapaknya menggedongnya lebih ke tengah yang airnya masih dangkal. tapi dito masih terlihat takut, padahal biasanya suka banget main air saat mandi. mungkin dito ngantuk, waktu itu memang waktunya dito biasa tidur siang. kamipun keluar dari air dan berteduh di bawah pohon pinus untuk makan siang. meskipun makan dengan perkedel, tenpura, dan sashimi, ternyata tak kalah nikmatnya dengan mereka yang barbecue-an πŸ™‚ karena dito tak juga tidur setelah makan dan minum ASI, akhirnya bapaknya mengajaknya bersepeda sepanjang pantai sementara saya memilih untuk ngadem saja di bawah pepohonan pinus sambil iseng-iseng menghafal kanji.

setelah puas bersepeda suami saya kembali mencoba mengajak dito turun ke laut. kali ini dito mulai berani dan sangat menikmati bermain di laut. dito terlihat sangat gembira, tertawa dan ngoceh ga jelas. ah, senangnya melihat dua pria kesayangan saya itu bermain air…sementara saya cukup di pinggir saja sambil mengabadikan momen itu dengan kamera.

setelah puas bermain dan dito mulai kedinginan akhirnya suami saya mengajaknya keluar dari air dan berganti baju. setelah itu sambil menunggu baju yang dijemur di atas batu supaya agak kering, kami bertiga bersepeda sepanjang jalan berbatu di tepi pantai.

di salah satu sisi jalan kami melihat ada reruntuhan tembok batu. keterangan yang ada di dekatnya menyebutkan bahwa reruntuhan itu merupakan sebagian dari tembok batu yang dulu dibangun sepanjang 20 km untuk melindungi Teluk Hakata dari serangan bangsa Mongol. sayang saya lupa memotretnya 😦

kami bersepeda sampai ujung jalan berbatu dan kembali ke arah kami datang sebelumnya. kami pun pulang meskipun baju yang kami jemur belum kering :P. dalam perjalanan pulang, dito terlihat mengantuk, beberapa kali kepalanya terkulai ke samping dan ke belakang. kasihan…akhirnya kami memutuskan untuk berhenti, setelah melihat sekeliling kami melihat sebuah taman dan menuju ke sana. pertama kami mau meletakkan dito di bangku tapi ternyata bangku yang ada sedang dipakai sepasang ABG buat pacaran, hedeeehhhhh…….selain bangku itu hanya ada tempat duduk batu yang permukaannya kasar dann tidak rata. duh tak tega rasanya menidurkan dito disitu, meskipun sudah kami alasi dengan handuk. kami pun mencoba menidurkan dito di rerumputan (tapi was-was juga dengan semut-semut yang bersliweran). baru saja saya menunduk untuk menaruh dito di rerumputan eh dito bangun dan menangis 😦 terpaksa dito saya gendong terus sambil duduk di ayunan, gantian sama suami saya kalau saya capek sambil kami ngobrol (dan ngrasani ABG yang lagi pacaran di bangku di belakang kami, hahaha….).

dito bobok sekitar 30 menit dan kami segera melanjutkan perjalanan pulang begitu dito bangun. kami sampai rumah sekitar jam 3 sore. setelah mandi kami bertiga pun terlelap. ahhhh……tanoshikatta…..^^

libur 3 hari-hari pertama

yayyyy….minggu ini ada 3 hari libur, selain 2 hari weekend sabtu-minggu, senin ini juga libur!!! hari ini adalah Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia.

sabtu kemarin kami bertiga berniat menghabiskan hari libur di luar rumah. ceritanya sedang ada acara Focus on Asia Fukuoka International Film Festival 2010 di Tenjin. salah satu agenda acara ini adalah pemutaran 41 film dari 18 negara-negara Asia. ada 2 film Indonesia yang diputar yaitu “sang pemimpi” dan “pintu terlarang”. sebetulnya suami saya sudah pernah menonton “sang pemimpi” di youtube dan kami sudah menonton trailer “pintu terlarang” (yang uncut dan membuat saya keder gak pengen nonton karena ada potongan adegan-adegan sadis berdarah-darah di dalamnya). sebenarnya saya sudah menamatkan novel “sang pemimpi” dan novel “pintu terlarang” sebelum filmnya dibuat tapi berhubung saya dan suami dapat tiket gratisan jadi kesempatan nonton itu tidak kami lewatkan. kami sempat bingung awalnya, gimana bawa Dito pas nonton nanti. masalahnya tidak ada yang bisa menjamin Dito bakalan tenang selama pemutaran film. besar kemungkinan Dito bakal ngoceh dan nangis kalau sedang bosan, ngantuk, atau lapar, yang pastinya akan mengganggu penonton lain. jadinya kami sepakat untuk bergantian nonton filmnya.

sebelum nonton film kami mengikuti seminar The Charm of Indonesia Cinema – A Glimpse of Unfamiliar Indonesia yang menghadirkan Mira Lesmana, Riri Riza (produser dan sutradara film “sang pemimpi”), dan Joko Anwar (sutradara film “pintu terlarang). kami pikir acaranya santai tapi pertama masuk ruangan kami kaget…isinya orang-orang yang (tampak) serius. saya sempat ragu, kayaknya salah forum nih, serius-serius gini…tapi suami saya bilang, mana ada orang Jepang gak serius :P. akhirnya kami tetap masuk dan mengikuti seminar itu. dari sini kesepakatan kami jalankan, kalau Dito mulai rewel suami saya bersedia membawa Dito keluar dan mengajaknya bermain sementara saya tetap mengikuti seminar. ternyata Dito hanya bertahan tenang selama kurang lebih 10 menit. setelah itu dia tidak mau hanya duduk sambil digendong dan dia mulai ingin berpetualang :D. akhirnya suami saya membawa Dito untuk bermain di luar.
seminarnya sendiri cukup menarik, membahas kondisi perfilman Indonesia terkini secara umum dan secara khusus membahas 2 film Indonesia yang diputar dalam event Focus on Asia Fukuoka International Film Festival ini. moderatornya seorang bapak-bapak Jepang, beliau ini pernah tinggal di Indonesia dan beliau mengikuti serta mengamati perkembangan film-film Indonesia. (bahkan beliau juga nonton Pocong dan Kuntilanak :D). saya tidak ingin membahas isi seminar secara detail, tapi kurang lebih yang saya tangkap :
– film-film bagus sering kali lost in the jungle of bad movies/commercial movies
– bad movies—> tema asal trendy dan dibuat as quick and cheap as possible dan yang penting sensasional (making money, not making a good film)
– inkonsistensi dalam lembaga sensor film—> sex is not good but violence is OK, tapi ada juga adegan seks yang tetap lolos (tapi bukan film-film garapan Riri Riza, Mira Lesmana atau yang sekelas)—> sepertinya ada muatan politis di dalam lembaga sensor film tersebut
– adanya pressure dari kelompok agama tertentu dalam menentukan sebuah film banned atau tidak dan besar kecilnya pressure berbeda di setiap daerah—> ada sebuah film yang dilarang untuk tayang di daerah tertentu tapi masih boleh di daerah lain
– semakin mudahnya sebuah film untuk bisa diputar di bioskop (meskipun bukan film yang bagus) hanya dengan “kenal/berteman” dengan pemiliknya. padahal pemutaran di bioskop adalah kunci utama meraup penonton. apalagi dengan adanya dominasi dalam dunia “perbioskopan” di Indonesia. hal tersebut membuat penonton Indonesia menganggap semua film Indonesia tidak bagus. film bagus kadang tidak diberi kesempatan lebih lama untuk bisa menarik penonton dan buru-buru digantikan film lain yang dianggap lebih bisa meraup lebih banyak penonton (balik lagi ke poin 1, good movies lost in the jungle of bad movies dan poin 2, ujung-ujungnya duit)
– bagaimanapun regulasi di Indonesia tentang perfilman, movie maker tidak akan pernah mati. badan sensor film akan tetap bekerja dengan cara yang sama, tapi movie maker semakin bebas bereksplorasi dengan semakin mudahnya film ditonton lewat media internet (yang sepertinya sulit terjangkau oleh badan sensor film)

ehm…sebenarnya masih ada poin-poin penting yang disampaikan oleh ketiga pembicara, tapi saya lupa mencatat dan mungkin masih ada yang terlewat. saya juga tidak pandai dalam menyimpulkan dan menceritakan kembali apa yang saya alami hehehe….yah, intinya seminar itu menarik dan kami sempat berfoto bersama joko anwar dan riri riza ^^. sayang, waktu mau minta berfoto bersama mira lesmana sepertinya buru2 (sempat mendengar kalau belum makan siang) dan kebetulan baterai kamera suami saya habis.

selesai seminar gantian suami saya nonton film Tajikistan berjudul “true noon” yang diputar jam 4. film itu berkisah tentang sepasang calon pengantin yang akan menikah, namun masalah muncul saat desa mereka dipisahkan oleh pagar kawat berduri yang dipasang sebagai batas antar negara. sementara suami saya nonton, saya jagain Dito dan jalan-jalan sekitar Elgala Hall tempat pemutaran film itu bersama 2 teman saya. setelah cukup capek muter-muter dan suami saya selesai nonton film, kami makan malam bersama. selesai makan saya dan salah satu teman saya nonton “pintu terlarang” dan dito main bareng bapaknya. selama film diputar, saya tidak berani lama-lama menatap layar saat adegan-adegan sadis ditunjukkan. hahhhh….berdarah-darah dan bikin perut mual. jadi saya hanya ngintip-ngintip saja dari sela-sela jemari, hihihi…..sebenarnya saya suka ceritanya dari pertama saya baca novelnya dulu, terlepas dari scene-scene sadis yang diumbar dalam versi filmnya. akhirnya penderitaan saya berakhir saat film selesai. setelah film selesai ternyata masih ada sesi tanya jawab dengan joko anwar (sutradara), fachri albar dan marsha timothy (pemeran utama), dan sheila timothy (produser) dan ada kuis juga!!
saya sempat dapat kesempatan jawab 1 pertanyaan yang berhadiah DVD film pintu terlarang. pertanyaannya siapa nama 2 tokoh yang diperankan marsha timothy dalam film itu. jawabannya talyda dan pusparanti, tapi saya kurang lengkap menyebutkan nama pusparanti jadi saya gagal deh dapat DVDnya. tapi gak papa juga ding…toh saya juga ga bakalan nonton lagi, males.

jam sudah menunjuk angka 21.28 sewaktu suami saya menelepon dan memberitahu saya kalau dito sudah mulai rewel, sepertinya ngantuk, dan tidak akan ada yang bisa menenangkannya selain ASI. jadilah saya keluar sbelum acara kuis selesai. benar saja, baru sebentar minum ASI dito langsung tertidur dalam gendongan saya dan kami sampai rumah pukul 11 malam. senang sekali hari itu…saya bisa menikmati me-time sekaligus family time yang tak akan bisa terwujud tanpa pengertian dan kerjasama dari suami saya, dan dito juga tentunya. i love u two! πŸ™‚

bakso ikan

sebenarnya saya bikin bakso ikan ini 3 hari yang lalu, tapi baru sempat saya pajang hasilnya hari ini. saya contek resepnya dari sini. bakso ikannya sih enak, tapi berhubung ga ada kaldu ayam jadi kuahnya kurang mantap, rasanya seperti kuah sop biasa 😦 lain kali harus dicoba lagi dengan bahan yang lebih komplit…

kotakΒ pandora

saya tau kalau kendali terhadap akses kenangan masa lalu itu ada di tangan saya. untuk kenangan masa lalu yang buruk, saya memilih untuk menguncinya rapat-rapat dalam sebuah lemari dan menyimpan kuncinya baik-baik. siapa tau suatu saat saya butuh untuk melihat ke dalamnya. hanya melihat, sekilas saja, untuk merefresh pelajaran yang saya ambil dari kejadian-kejadian tertentu. meski saya juga tau akibatnya mungkin saya bakalan dilanda emosi sesaat dan kadang diikuti acara mewek-mewek ga jelas (Alhamdulillah jarang terjadi akhir-akhir ini).
tapi entah kenapa, hari ini-sejam yang lalu tepatnya-saya malah pengen sengaja ngulik-ulik sebagian masa lalu saya (bagian yang buruk) dengan mendengarkan lagu ini.

hampir 3 tahun terakhir saya tidak pernah lagi mendengarkan lagu ini ataupun lagu-lagu Norah Jones lainnya (padahal lagu-lagu itu pernah jadi favorit saya) karena seringnya suara Norah Jones yang merdu itu malah seperti mengiris hati saya dan endingnya saya mewek-mewek gak jelas. mungkin ada yang berpikir, deuhhhh segitunya….cuma lagu ini….hmmmm, ini masalah hati, hati perempuan pula. Well, bukan salah Miss Jones karena punya suara merdu dan jago bikin lirik puitis, tapi karena lagu-lagunya -terutama yang i’ve got to see you again’ -mengingatkan saya pada sebagian masa lalu saya.
dan hari ini saya menemukan fakta bahwa : saya tak lagi menangis mendengarkannya. sedikit merasa seperti dicubit hati ini, tapi tak terlalu sakit…dan saya mulai bisa menikmati lagi alunan suara Miss Jones. akhirnya setelah sekian lama…

hmmm….pasti karena saya mendengarkan lagu ini bareng dito di pangkuan saya yang ngoceh ngajak saya cerita dengan semangat. πŸ™‚