anak pinter

setiap kali suami saya pulang, sudah jadi kebiasaan saya untuk selalu menceritakan kegiatan saya dan dito seharian itu. biasanya kalau seharian itu suasana hati saya sedang bagus, cerita akan saya awali dengan “bapak, hari ini dito pinter/manis sekali lhoooo….” yang biasanya dijawab suami saya kurang lebih begini “wah…iya to, ngapain aja tadi?” mungkin suami saya berpikir dito sudah bisa sesuatu yang baru lagi sampai saya ceritakan kejadian seharian bersama dito. sekarang suami saya langsung paham bahwa tiap kali saya bilang dito pinter/manis sekali itu tandanya : dia tadi seharian mau makan (agak banyak atau banyak, makan sesuap dua suap tidak masuk perhitungan, hehehe….) dan tidur siangnya lama 😀
sampai-sampai suami saya bilang, “jadi pinternya cuma kalau mau makan?” “ehmmm…bukan berarti kalau ga gitu ga pinter/manis sih”, jawab saya 😀 bagaimanapun dito tetep pinter dan manis kok, tapi ya itu tadi…jadi pinter dan manis SEKALI kalau mau makan banyak dan tidur siangnya lama, hahaha….. *teteeeepppp* jadi itu kuncinya saya bisa menikmati waktu saya seharian itu. bagaimana tidak…tiap kali dito susah makan saya suka stres sendiri. khawatir dengan kenaikan berat badannya yang seret dan khawatir dia tidak mendapat asupan gizi yang cukup untuk pertumbuhan dan daya tahannya. dito susah tidur siang atau tidur siang tapi cuma sebentar juga sering meresahkan saya. khawatir energi dari makannya yang cuma sedikit itu habis buat bermain kesana kemari. selain itu kalau dito tidak tidur saya juga susah melakukan pekerjaan rumah dengan tenang karena pasti dito selalu ingin ikut terlibat…kadang bikin pekerjaan ga selesai-selesai. padahal saya tuh pengennya pekerjaan rumah cepet selesai jadi saya bisa santai sambil menemani dito bermain dengan tenang tanpa pusing memikirkan cucian dan setrikaan yang bertumpuk, lantai yang kotor, rumah yang berantakan, dan sebagainya. tenang lah pokoknya…sembari menemani dito bermain saya bisa sambil ngeblog, baca buku, blog walking, buka facebook, chatting…saya juga pengen punya me-time buat menjahit. lohhh lohhh lohhh….jadi ini ujung-ujungnya kepentingan dito atau emaknya ini???? hehehe…tentu saja kepentingan kami berdua *ngeles :P*
tapi akhir-akhir ini saya mencoba lebih santai, soalnya stres bikin saya capek lahir batin dan itu ga enak banget rasanya. saya coba lebih sabar dan ikhlas…meskipun pada prakteknya susaaaaahhhhhhnyaaaa minta ampun. untungnya saya punya jurus andalan, kalau dito susah makan biasanya dito menyerah sama menu pasta, udon, dan sushi (favoritnya kepiting, salmon, dan telur ikan), hehehehe….dijamin pasti mau makan. tapi masa iya saya mau kasih dito 3 menu itu terus? enggak lah…saya ga mau dito jadi picky eater jadi saya usahakan dia tetap makan dengan menu beragam. dan supaya lebih gampang tidurnya, biasanya dito saya mandikan dulu. mungkin karena badannya segar jadi enak terus bawaannya ngantuk 🙂

dito…kau membuat hidup ibu jauh lebih bermakna dan berwarna. love u sayang…


Advertisements

3 thoughts on “anak pinter

  1. heehehe sama aja ibu2 dimana2…aku jg gituu…..setuju banget itu perlu sesekali waktu untuk diri sendiri…kalo alesan ku adalah me-time itu penting buat keseimbangan hidup ibunya…kalo idup ga balance tu rasanya kalo aku sih jadi lebih stress dan jatohnya ga menikmati…padahal masa2 jadi ibu seorang baby cuma sebentar…dan keluhanku jg sama….lintang sekarang makannya susyyaaaahhhh….dikasih menu apa aja ogah, kecuali susu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s