libur 3 hari-hari pertama

yayyyy….minggu ini ada 3 hari libur, selain 2 hari weekend sabtu-minggu, senin ini juga libur!!! hari ini adalah Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia.

sabtu kemarin kami bertiga berniat menghabiskan hari libur di luar rumah. ceritanya sedang ada acara Focus on Asia Fukuoka International Film Festival 2010 di Tenjin. salah satu agenda acara ini adalah pemutaran 41 film dari 18 negara-negara Asia. ada 2 film Indonesia yang diputar yaitu “sang pemimpi” dan “pintu terlarang”. sebetulnya suami saya sudah pernah menonton “sang pemimpi” di youtube dan kami sudah menonton trailer “pintu terlarang” (yang uncut dan membuat saya keder gak pengen nonton karena ada potongan adegan-adegan sadis berdarah-darah di dalamnya). sebenarnya saya sudah menamatkan novel “sang pemimpi” dan novel “pintu terlarang” sebelum filmnya dibuat tapi berhubung saya dan suami dapat tiket gratisan jadi kesempatan nonton itu tidak kami lewatkan. kami sempat bingung awalnya, gimana bawa Dito pas nonton nanti. masalahnya tidak ada yang bisa menjamin Dito bakalan tenang selama pemutaran film. besar kemungkinan Dito bakal ngoceh dan nangis kalau sedang bosan, ngantuk, atau lapar, yang pastinya akan mengganggu penonton lain. jadinya kami sepakat untuk bergantian nonton filmnya.

sebelum nonton film kami mengikuti seminar The Charm of Indonesia Cinema – A Glimpse of Unfamiliar Indonesia yang menghadirkan Mira Lesmana, Riri Riza (produser dan sutradara film “sang pemimpi”), dan Joko Anwar (sutradara film “pintu terlarang). kami pikir acaranya santai tapi pertama masuk ruangan kami kaget…isinya orang-orang yang (tampak) serius. saya sempat ragu, kayaknya salah forum nih, serius-serius gini…tapi suami saya bilang, mana ada orang Jepang gak serius :P. akhirnya kami tetap masuk dan mengikuti seminar itu. dari sini kesepakatan kami jalankan, kalau Dito mulai rewel suami saya bersedia membawa Dito keluar dan mengajaknya bermain sementara saya tetap mengikuti seminar. ternyata Dito hanya bertahan tenang selama kurang lebih 10 menit. setelah itu dia tidak mau hanya duduk sambil digendong dan dia mulai ingin berpetualang :D. akhirnya suami saya membawa Dito untuk bermain di luar.
seminarnya sendiri cukup menarik, membahas kondisi perfilman Indonesia terkini secara umum dan secara khusus membahas 2 film Indonesia yang diputar dalam event Focus on Asia Fukuoka International Film Festival ini. moderatornya seorang bapak-bapak Jepang, beliau ini pernah tinggal di Indonesia dan beliau mengikuti serta mengamati perkembangan film-film Indonesia. (bahkan beliau juga nonton Pocong dan Kuntilanak :D). saya tidak ingin membahas isi seminar secara detail, tapi kurang lebih yang saya tangkap :
– film-film bagus sering kali lost in the jungle of bad movies/commercial movies
– bad movies—> tema asal trendy dan dibuat as quick and cheap as possible dan yang penting sensasional (making money, not making a good film)
– inkonsistensi dalam lembaga sensor film—> sex is not good but violence is OK, tapi ada juga adegan seks yang tetap lolos (tapi bukan film-film garapan Riri Riza, Mira Lesmana atau yang sekelas)—> sepertinya ada muatan politis di dalam lembaga sensor film tersebut
– adanya pressure dari kelompok agama tertentu dalam menentukan sebuah film banned atau tidak dan besar kecilnya pressure berbeda di setiap daerah—> ada sebuah film yang dilarang untuk tayang di daerah tertentu tapi masih boleh di daerah lain
– semakin mudahnya sebuah film untuk bisa diputar di bioskop (meskipun bukan film yang bagus) hanya dengan “kenal/berteman” dengan pemiliknya. padahal pemutaran di bioskop adalah kunci utama meraup penonton. apalagi dengan adanya dominasi dalam dunia “perbioskopan” di Indonesia. hal tersebut membuat penonton Indonesia menganggap semua film Indonesia tidak bagus. film bagus kadang tidak diberi kesempatan lebih lama untuk bisa menarik penonton dan buru-buru digantikan film lain yang dianggap lebih bisa meraup lebih banyak penonton (balik lagi ke poin 1, good movies lost in the jungle of bad movies dan poin 2, ujung-ujungnya duit)
– bagaimanapun regulasi di Indonesia tentang perfilman, movie maker tidak akan pernah mati. badan sensor film akan tetap bekerja dengan cara yang sama, tapi movie maker semakin bebas bereksplorasi dengan semakin mudahnya film ditonton lewat media internet (yang sepertinya sulit terjangkau oleh badan sensor film)

ehm…sebenarnya masih ada poin-poin penting yang disampaikan oleh ketiga pembicara, tapi saya lupa mencatat dan mungkin masih ada yang terlewat. saya juga tidak pandai dalam menyimpulkan dan menceritakan kembali apa yang saya alami hehehe….yah, intinya seminar itu menarik dan kami sempat berfoto bersama joko anwar dan riri riza ^^. sayang, waktu mau minta berfoto bersama mira lesmana sepertinya buru2 (sempat mendengar kalau belum makan siang) dan kebetulan baterai kamera suami saya habis.

selesai seminar gantian suami saya nonton film Tajikistan berjudul “true noon” yang diputar jam 4. film itu berkisah tentang sepasang calon pengantin yang akan menikah, namun masalah muncul saat desa mereka dipisahkan oleh pagar kawat berduri yang dipasang sebagai batas antar negara. sementara suami saya nonton, saya jagain Dito dan jalan-jalan sekitar Elgala Hall tempat pemutaran film itu bersama 2 teman saya. setelah cukup capek muter-muter dan suami saya selesai nonton film, kami makan malam bersama. selesai makan saya dan salah satu teman saya nonton “pintu terlarang” dan dito main bareng bapaknya. selama film diputar, saya tidak berani lama-lama menatap layar saat adegan-adegan sadis ditunjukkan. hahhhh….berdarah-darah dan bikin perut mual. jadi saya hanya ngintip-ngintip saja dari sela-sela jemari, hihihi…..sebenarnya saya suka ceritanya dari pertama saya baca novelnya dulu, terlepas dari scene-scene sadis yang diumbar dalam versi filmnya. akhirnya penderitaan saya berakhir saat film selesai. setelah film selesai ternyata masih ada sesi tanya jawab dengan joko anwar (sutradara), fachri albar dan marsha timothy (pemeran utama), dan sheila timothy (produser) dan ada kuis juga!!
saya sempat dapat kesempatan jawab 1 pertanyaan yang berhadiah DVD film pintu terlarang. pertanyaannya siapa nama 2 tokoh yang diperankan marsha timothy dalam film itu. jawabannya talyda dan pusparanti, tapi saya kurang lengkap menyebutkan nama pusparanti jadi saya gagal deh dapat DVDnya. tapi gak papa juga ding…toh saya juga ga bakalan nonton lagi, males.

jam sudah menunjuk angka 21.28 sewaktu suami saya menelepon dan memberitahu saya kalau dito sudah mulai rewel, sepertinya ngantuk, dan tidak akan ada yang bisa menenangkannya selain ASI. jadilah saya keluar sbelum acara kuis selesai. benar saja, baru sebentar minum ASI dito langsung tertidur dalam gendongan saya dan kami sampai rumah pukul 11 malam. senang sekali hari itu…saya bisa menikmati me-time sekaligus family time yang tak akan bisa terwujud tanpa pengertian dan kerjasama dari suami saya, dan dito juga tentunya. i love u two! 🙂

Advertisements

One thought on “libur 3 hari-hari pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s