crafty weekend : mini quilt

today i finished my first quilting project. i finally decided to take my first try after just looking at a bunch of gorgeous quilts on so many blogs out there for a long time. i just found out that quilting can be so refreshing and relaxing since i’ve been stuck on my previous project, a “serious” dress i started working on two or three weeks ago (actually i only have to sew the button and hem it, but i was so lazy :P).

i made this mini quilt 12cmx48cm in size, 4 blocks, 12cmx12cm for each block. i used log cabin pattern for my first try. quilting is a good way of using up scraps and i’ll make another one for sure. can’t wait to see those heaps of scrap turn into beautiful quilts 🙂


Advertisements

karena pada akhirnya kita akan sendiri

barusan saya curhat sama suami saya. saya merasa kesepian. di sini saya punya teman tapi tetap saja kangen sama teman-teman lama saya. mereka yang banyak tau tentang saya, yang saya merasa nyaman kalau mau cerita apa saja. setiap orang pasti punya teman macam itu kan ya….entahlah, saya merasa saya semakin jauh dari teman-teman saya itu. jalinan komunikasi masih tetap ada, tapi tak seperti dulu. saya yang semakin sibuk dengan keluarga kecil saya (dan diri saya sendiri…egoisnya) dan mereka yang sibuk dengan urusan masing-masing. siapa sih yang gak begitu…pikir saya. semua orang punya kesibukan sendiri, punya prioritas sendiri, tak terkecuali saya. cuma kok ya hati ini merasa gimana gitu. ada yang kurang, ada yang hilang…meski bagaimanapun hidup harus terus berjalan. saya harus terus maju meskipun sebagian hati saya masih ingin berada di saat saya masih sangat dekat dengan teman-teman saya itu.

pasti ada banyak alasan untuk bisa mengerti dan memahami orang lain. sering saat hati ini mempertanyakan sesuatu atas mereka, saya seperti berkaca, adakah sikap saya juga seperti itu? gak lucu sepertinya kalau mengkomplain sesuatu pada orang lain tapi diri sendiri juga bersikap demikian. mungkin saya sering berbuat begitu tanpa saya menyadarinya. mengeluh sana sini dan lupa bercermin diri. saya sering tertunda membalas sms, gak menelepon balik, melewatkan momen-momen penting mereka, kurang peka dan berempati atas kesusahan mereka, terlalu banyak bercerita tentang saya sendiri dan tidak memberi mereka kesempatan menceritakan kisahnya, dan banyak lagi…baiklah, itu fakta yang harus saya terima dan saya sikapi dengan lebih bijaksana. harus lebih baik ke depannya.

kata suami saya, wajar merasa seperti apa yang saya rasakan sekarang ini kalau sudah berkeluarga. jangankan perempuan, laki-laki juga bisa merasa seperti itu. suami saya pun punya cerita versinya sendiri tentang kegundahannya ketika tak lagi bisa kumpul dan main bersama teman-teman di kampung atau teman-teman kuliahnya. terus saya bilang, tapi teman-teman saya itu ada yang belum berkeluarga…*dengan nada protes*. tetap saja, katanya…akhirnya saya berpikir kembali bahwa mungkin bukan masalah berkeluarga atau belum, tapi lebih ke prioritas hidup masing-masing. kami hidup di saat yang berbeda, saat ini, bukan kemarin, bukan dulu. setiap detik banyak yang berubah…gak semestinya saya menuntut bahwa saya harus selalu ada dalam agenda atau prioritas mereka. egois namanya…*penyakit akut yang menjangkiti diri saya dari dulu* seperti yang suami saya selalu bilang, jangan berpusat pada diri kita. karena saat kita menempatkan diri kita sebagai pusat, maka kita akan sering kecewa ketika segala sesuatu di sekitar kita tak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. saya setuju dan saya harus bisa….!!

bagaimanapun mereka selalu di hati saya. sebagian saat-saat indah hidup saya saya lalui bersama mereka. meskipun tak selalu, saya sempatkan menyebut nama mereka dalam doa saya…karena saya tak bisa berada dekat dengan mereka, memeluk mereka saat perasaan ini meluap. saya kangen sama mereka, teman-teman saya itu. tapi karena kesibukan dan prioritas saya, saya tak terlalu banyak effort untuk bisa menjalin komunikasi dengan mereka. paling hanya lewat telepon, facebook, YM, SMS, atau email. sepertinya usaha saya kurang…mungkin suatu saat saya perlu mengirim surat atau kartu pos pada mereka, teman-teman, tunggu ya….hehehe…..:D

*ini hanyalah omyangan saya sehabis curhat sama suami saya (dan akhirnya suami saya jadi balik curhat sama saya :P), sekedar refleksi diri berawal dari tumpahan perasaan dua insan yang sempat mengalami kegundahan dan rasa sepi yang sama. kalau ada yang tidak berkenan saya mohon maaf*

simple top

baju ini adalah hasil jikken saya semalam dengan finishing kilat tadi
pagi. saya memakai pola dari buku one day sewing summer clothes yang sebenarnya sudah ga sesuai dengan musim gugur sekarang ini dimana suhu sudah mulai turun dan hawa semakin dingin. tapi sepertinya baju ini masih bisa dipakai dengan kaos panjang yang hangat di bagian dalamnya. kain yang saya pakai pun kain yang seharusnya buat quilting, tapi ternyata kain buat quilting bisa juga buat clothing, hehehe….(baru tau setelah browsing produk lecien :P) habisnya saya suka motifnya yang lucu, tikus kecil-keciiilll, yang kalau ga terlalu teliti melihatnya ga bakal tau itu motif tikus 😀

bersepeda pagi-pagi

kamis minggu yang lalu kami bertiga bersepeda ke arah gunung. pertamanya saya ga ingin ikut karena mikir kerjaan rumah nanti gimana, takut kesiangan nyiapin sarapan dan bento buat suami saya, belum lagi nyuapin dito dan rutinitas pagi lainnya. tapi kok ya seru menjelajah sekitar rumah yang belum pernah kami lewati sebelumnya. akhirnya saya ikut juga…ga papalah kerjaan rumah telat beresnya, hehehe…

kami bersepeda lewat jalan-jalan di kompleks perumahan yang semakin menanjak. banyak rumah-rumah bagus di kanan kiri jalan, rumah-rumah khas Jepang. semakin ke atas ada beberapa rumah seperti yang sering saya lihat di majalah-majalah arsitektur. ada satu rumah yang dari tempat saya tinggal terlihat mencolok. bangunan modern berwarna orange-merah bata dan abu-abu. kontras dengan bangunan sekitarnya. saya ingin melihatnya dari dekat. sayang, saya sudah ga kuat dengan tanjakannya sampai-sampai saya turun dan menuntun sepeda saya. lagipula rumah itu terletak tinggi di atas bukit, view dari jalan yang kami lewati terhalang tanggul penghalang dan rimbun pepohonan. mungkin saya harus mendekat dari arah lain dan yang jelas tidak hari itu juga.

berhubung saya sudah tidak kuat lagi mengayuh di jalanan yang semakin menanjak kami memutuskan untuk kembali ke rumah. kami lewat jalan yang berbeda dari arah kami datang tadi. jalan yang menurun memudahkan kami sehingga kami sempat berhenti dan memotret beberapa bunga cantik yang kami temui sepanjang perjalanan.


lihatlah, muka bantal bapak dan anak ini…..hihihiiii……^^