karena pada akhirnya kita akan sendiri

barusan saya curhat sama suami saya. saya merasa kesepian. di sini saya punya teman tapi tetap saja kangen sama teman-teman lama saya. mereka yang banyak tau tentang saya, yang saya merasa nyaman kalau mau cerita apa saja. setiap orang pasti punya teman macam itu kan ya….entahlah, saya merasa saya semakin jauh dari teman-teman saya itu. jalinan komunikasi masih tetap ada, tapi tak seperti dulu. saya yang semakin sibuk dengan keluarga kecil saya (dan diri saya sendiri…egoisnya) dan mereka yang sibuk dengan urusan masing-masing. siapa sih yang gak begitu…pikir saya. semua orang punya kesibukan sendiri, punya prioritas sendiri, tak terkecuali saya. cuma kok ya hati ini merasa gimana gitu. ada yang kurang, ada yang hilang…meski bagaimanapun hidup harus terus berjalan. saya harus terus maju meskipun sebagian hati saya masih ingin berada di saat saya masih sangat dekat dengan teman-teman saya itu.

pasti ada banyak alasan untuk bisa mengerti dan memahami orang lain. sering saat hati ini mempertanyakan sesuatu atas mereka, saya seperti berkaca, adakah sikap saya juga seperti itu? gak lucu sepertinya kalau mengkomplain sesuatu pada orang lain tapi diri sendiri juga bersikap demikian. mungkin saya sering berbuat begitu tanpa saya menyadarinya. mengeluh sana sini dan lupa bercermin diri. saya sering tertunda membalas sms, gak menelepon balik, melewatkan momen-momen penting mereka, kurang peka dan berempati atas kesusahan mereka, terlalu banyak bercerita tentang saya sendiri dan tidak memberi mereka kesempatan menceritakan kisahnya, dan banyak lagi…baiklah, itu fakta yang harus saya terima dan saya sikapi dengan lebih bijaksana. harus lebih baik ke depannya.

kata suami saya, wajar merasa seperti apa yang saya rasakan sekarang ini kalau sudah berkeluarga. jangankan perempuan, laki-laki juga bisa merasa seperti itu. suami saya pun punya cerita versinya sendiri tentang kegundahannya ketika tak lagi bisa kumpul dan main bersama teman-teman di kampung atau teman-teman kuliahnya. terus saya bilang, tapi teman-teman saya itu ada yang belum berkeluarga…*dengan nada protes*. tetap saja, katanya…akhirnya saya berpikir kembali bahwa mungkin bukan masalah berkeluarga atau belum, tapi lebih ke prioritas hidup masing-masing. kami hidup di saat yang berbeda, saat ini, bukan kemarin, bukan dulu. setiap detik banyak yang berubah…gak semestinya saya menuntut bahwa saya harus selalu ada dalam agenda atau prioritas mereka. egois namanya…*penyakit akut yang menjangkiti diri saya dari dulu* seperti yang suami saya selalu bilang, jangan berpusat pada diri kita. karena saat kita menempatkan diri kita sebagai pusat, maka kita akan sering kecewa ketika segala sesuatu di sekitar kita tak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. saya setuju dan saya harus bisa….!!

bagaimanapun mereka selalu di hati saya. sebagian saat-saat indah hidup saya saya lalui bersama mereka. meskipun tak selalu, saya sempatkan menyebut nama mereka dalam doa saya…karena saya tak bisa berada dekat dengan mereka, memeluk mereka saat perasaan ini meluap. saya kangen sama mereka, teman-teman saya itu. tapi karena kesibukan dan prioritas saya, saya tak terlalu banyak effort untuk bisa menjalin komunikasi dengan mereka. paling hanya lewat telepon, facebook, YM, SMS, atau email. sepertinya usaha saya kurang…mungkin suatu saat saya perlu mengirim surat atau kartu pos pada mereka, teman-teman, tunggu ya….hehehe…..:D

*ini hanyalah omyangan saya sehabis curhat sama suami saya (dan akhirnya suami saya jadi balik curhat sama saya :P), sekedar refleksi diri berawal dari tumpahan perasaan dua insan yang sempat mengalami kegundahan dan rasa sepi yang sama. kalau ada yang tidak berkenan saya mohon maaf*

Advertisements

4 thoughts on “karena pada akhirnya kita akan sendiri

  1. wah itu curhat ku selama tiga taun tinggal di fukuoka loh….been there done that…in the end, I keep whining about the same thing hehehe….dulu waktu tinggal di meinohama I was completely lonely…ga punya tetangga orang indo sma skali. sejak pindah ke jepang satu yg telat aku sdari adalah disini temen kita sedikit, dan dari yg sedikit itu yg superposisi gelombang pertemenanan denga kita positif [alias nyambung dan klik diajak ngobrol hehe] itu lebih sedikit lagi…malah mgkn ga ada, ga ada bukan berarti kita nganggep diri kita diatas orang laen tp simply beda interest aja. jadi curhatannya dian buatku understandable kok….ayo sering2 ngumpul ngobrol2 dan makan2 dimana…ditempatku boleh lah, tp bawa makanan ndiri ya hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s