heart warming

hari sabtu kemarin kami pergi ke marinoa city tanpa ada rencana sebelumnya. awalnya saya cuma pengen di rumah seharian, pengen jahit mumpung weekend. sudah terbayang mau bikin apa saja selama weekend dan ternyata hanya berhasil bikin card holder, hikss….:(
nah berhubung saya inget teman saya Mbak Ayu pernah bilang ada sushi cepekan di marinoa city saya jadi pengen nyobain. marinoa city sebenarnya tidak terlalu jauh kalau ditempuh dengan bersepeda, tapi berhubung cuaca semakin dingin, kami jadi malas bersepeda. apalagi saya juga lagi maruk kepengen naik bis gara-gara punya kartu langganan bis baru, hehehe….akhirnya kami pergi ke sana setelah sebelumnya ngubek-ubek jadwal bis nishitetsu. menurut informasi yang kami dapat, ada beberapa rute menuju ke marinoa city. kami memilih untuk naik bis ke atago-shita dan ganti bis menuju marinoa city.
di dalam bis nomer 1 ke atago-shita kami disapa seorang ibu yang tertarik melihat dito. akhirnya kami ngobrol dengan kemampuan bahasa jepang saya dan suami yang terbatas serta kemampuan bahasa inggris si ibu yang juga terbatas. tapi obrolan kami cukup nyambung 😛 kami ngobrol seputar aktivitas suami sebagai mahasiswa asing. ternyata anak si ibu juga kuliah di bidang yang sama dengan suami saya dan sekarang bekerja di canon. cukup lama kami ngobrol sampai si ibu juga sempat memberikan alamat dan nomer teleponnya, siapa tahu kami perlu bantuan. ternyata si ibu juga turun di atago-shita, begitu tahu kami mau ke marinoa city, si ibu terlihat ragu-ragu lalu beliau bilang sepertinya tak ada bis dari atago-shita ke marinoa. beliaupun hendak menanyakan ke supir bis tapi kami bilang tak usah, karena kami sudah mengecek di website. sesampainya di atago-shita kami pun barengan turunnya. nah dari sini sedikit masalah muncul. di bus stop tempat kami turun tidak ada keterangan bis yang menuju marinoa city, begitu pula di bus stop seberang jalan. mana saya juga lupa nomer bis yang harus kami naiki dari atago-shita (setelah saya cek sesampainya di rumah ternyata bis nomer 9). kami sempat bingung juga sebelum suami akhirnya mengajak saya untuk mencoba mencari bus stop lain. tapi sebelum kami sempat beranjak pergi si ibu bilang tunggu dulu karena beliau mau menanyakan ke orang sekitar. wah…kami mulai merasa tak enak hati karena kami tau orang jepang akan sangat total kalau memang berniat membantu. terpaksa kami menunggu si ibu bertanya ke penjaga toko. sepertinya kurang sukses, si ibu dengan sigap menyeberang jalan dan menanyakan ke seorang bapak yang menjaga semacam kantor kecil. kamipun ikut masuk ke kantor kecil itu. si ibu tak sungkan-sungkan meminta si bapak membuka internet untuk membantu kami. kami pikir si bapak akan buka websitenya nishitetsu yang ada jadwal bis dan rutenya, eh lha kok yang dibuka peta fukuoka, area sekitar marinoa city tepatnya (lah kalau itu kami juga sudah tau, Pak…). dan si bapak sepertinya meyakinkan bahwa tak ada bis dari daerah itu ke marinoa city. ya sudah akhirnya kami keluar dan kami semakin tak enak hati sudah merepotkan si ibu. kamipun berniat pulang dan bilang ke si ibu kalau lain hari saja kami ke marinoa city. kami sudah berusaha menjelaskan dengan kemampuan nihongo kami yang terbatas bahwa kami cuma pengen makan dan itu bisa kami lakukan lain waktu. eh si ibu itu malah kekeuh mengusahakan kami sampai di tujuan, katanya meskipun gak sekarang tapi kalian tetap pengen ke marinoa city kan? nadanya yakin banget si ibu itu…
lalu si ibu menelepon seseorang (her nephew i guess, dari penjelasan sepotong-sepotong yang saya bisa tangkap). katanya si ponakan tinggal dekat marinoa town dan kebetulan sedang dalam perjalanan pulang. 5 menit lagi si ponakan sampai kata si ibu. hah? jadi kami mau dianter nih ceritanya??? dan benar juga, tak sampai 5 menit datang si ponakan dengan mobilnya dan mempersilakan kami masuk. kamipun di antar sampai marinoa city! sepanjang perjalanan si ibu menceritakan kronologis peristiwa yang kami alami plus bercerita tentang apa yag diketahuinya tentang kami, sama persis plek dengan pembicaraan kami selama di bis tadi 🙂

sampai di marinoa city si ibu masih sempat-sempatnya menunjukkan pintu masuk dan halte bus! kami mengucapkan terima kasih dan merekapun pergi. saya masih spechless beberapa saat…lalu suami saya senyum-senyum sendiri. waktu saya tanya kenapa, katanya dia mentertawakan dirinya sendiri yang sudah suuzon sama si ibu, mengira si ibu itu salah satu misionaris yang memang sudah sering kami dengar sepak terjangnya.

suami saya sudah pernah bercerita sebelumnya bahwa orang jepang kalau memang berniat membantu, mereka akan melakukannya secara total dan kami telah mengalaminya. padahal kalau dipikir-pikir kami ini orang asing dan belum saling mengenal sebelumnya dengan si ibu. betapa nilai kemanusiaan bisa menjadi perekat lintas bangsa, ras, dan agama. sungguh menyentuh jiwa dan menghangatkan hati. kami juga ingin bisa membantu orang lain secara total seperti yang ibu itu lakukan, menolong sepenuh hati dan tidak setengah-setengah. semoga kami bisa…Amiin.

this is just another delayed post…
it actually happened on November 13th 😛

Advertisements

2 thoughts on “heart warming

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s