pagi ini

huffffttttt….leganya, setelah pagi yang cukup menguras tenaga dan kesabaran akhirnya saya bisa istirahat sambil makan pagi-menjelang siang.(11.30 JST)

entah kenapa pagi ini saya bawaannya emosi, biasanya kalem-kalem saja melihat kamar berantakan. setengah menangis karena jengkel saya bereskan mainan dito dan memvacuum seluruh kamar. jam 9 beres sudah masak dan bersih-bersih. giliran suami mau berangkat ditonya ga mau ditinggal. nangis keras dan ga mau turun dari gendongan bapaknya. padahal biasanya ga begitu. saya pikir mungkin karena sepagian ini saya cuekin ya. sementara saya masak dan bersih-bersih dito main sama bapaknya, mandi juga sama bapaknya. ditambah lagi saya yang uring-uringan, mungkin dito merasakan aura tidak nyaman dekat ibunya. dengan sangat terpaksa suami tetap berangkat sementara dito masih menangis dalam gendongan saya. kasihan sekali dito…untuk menghiburnya sekaligus permintaan maaf atas sikap saya pagi ini, saya mengajaknya naik sepeda. akhirnya dito berhenti menangis dan menurut ketika dipakaikan jaket dan sarung tangan.

awalnya saya mau sekalian belanja di toko sayur dan buah yang murah di shinmuromi, tapi membayangkan jauhnya kok jadi malas ya…akhirnya saya putuskan belanja saja di depan Daiei, tapi berhubung waktu itu belum jam 10, tokonya belum buka. akhirnya saya bersepeda lewat ishimaru, shinmuromi (sampai juga ke shinmuromi, padahal awalnya malas sekali ke sana), kembali ke fukushige dan mampir Daiei untuk parkir sepeda dan beli cemilan. ternyata toko sayur dan buah depan Daiei ramai sekali, tempat yang kecil itu dipenuhi orang yang mau berbelanja. antrean di kasirnya panjaaaannnnggg…untung saya antrenya ga lama. belanjaan beres, kami pun pulang. dito sepertinya juga sudah mengantuk.

oh iya, waktu lewat fukushige tadi kami berpapasan dengan beberapa mobil patroli polisi. ada sekitar 7 mobil dengan sirine yang meraung-raung. ngeri juga melihatnya, dalam hati saya bertanya-tanya ada kejadian apa ya…dito sih bukannya takut malah senang sekali, sampai saya harus berhenti di pinggir jalan supaya dia bisa melihat dengan jelas sumber suaranya. ternyata jalan antara Daiei sampai danchi tempat tinggal kami ditutup oleh mobil patroli yang melintang di tengah jalan dan ada beberapa polisi berjaga-jaga sambil mengarahkan pengguna jalan untuk menggunakan alternatif jalan lain. tapi karena saya naik sepeda, saya masih bisa menerobos tali pembatas. akhirnya kami sampai rumah juga setelah 2 jam bersepeda dan belanja. setelah cuci tangan dan minum ASI tak lama dito tertidur. psssttt…pasti dito kecapekan, ini pertama kalinya dito naik tangga sampai lt.5 tanpa digendong lho! salut dengan semangatnya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s