murbei jilid 2

jadi sepertinya ini yang bikin daya tahan tubuh saya drop beberapa waktu terakhir. sampai-sampai 3 minggu batuk pilek ga sembuh-sembuh. puncaknya rabu kemarin saya ga doyan makan, lidah rasanya pahit. badan rasanya ga enak dan berasa seperti masuk angin. saya sudah curiga, ini sama seperti yang saya rasakan dulu waktu awal-awal hamil Dito. ternyata hasil testpack positif dan dokter juga bilang positif. it’s already 6 weeks and we’re both doing well ^^
Subhanallah walhamdulillah…sepertinya memang sudah saatnya. semoga semua lancar, Amiin.

ignorance

ketidakpedulian kalau menyangkut diri sendiri sampai batas tertentu mungkin tidak terlalu menjadi masalah, tapi kalau sudah menyangkut orang lain dan kepentingan umum sepertinya akan jadi masalah.

ada beberapa hal yang mengganjal di hati saya beberapa waktu terakhir. kalau diceritakan sampai detail sepertinya bakalan panjang ceritanya. ya sudah saya singkat saja, selain juga untuk menjaga perasaan pihak-pihak yang mungkin nanti bakalan tersinggung. pertama soal waktu, saya ini orang yang masih amburadul manajemen waktunya, tapi suka sebel sendiri kalau menghadiri acara yang gak tepat waktu dan akhirnya molor juga selesainya. sekali lagi, kalau urusannya cuma sama diri saya sendiri ya suka-suka saya mau mengatur waktunya. tapi kalau melibatkan banyak orang, apalagi berurusan dengan pemakaian fasilitas publik, hmmm…du du du sya..la..la….
kemudian soal kebersihan. duh ini saya bener-bener ga tau apakah sayanya saja yang terlalu berlebihan atau gimana. masalahnya ini menyangkut orang lain dan pemakaian fasilitas publik. namanya juga fasilitas publik, tempat umum, siapa saja boleh menggunakan. saya rasa siapapun penggunanya pasti menginginkan tempat yang bersih dan terjaga kebersihannya. toilet umum yang kotor dan bau, taman yang banyak kotoran anjing berceceran, sampah berserakan, saya yakin tidak membuat nyaman para penggunanya. dengan asumsi para pengguna menginginkan kondisi terbaik dari fasilitas publik sudah jadi hal yang lumrah kalau mereka juga diharapkan berpartisipasi dalam menjaganya. siapa sih yang mau “ditinggali” kotoran di toilet yang akan dipakainya? *dalam hati pasti misuh-misuh, jorok banget nih orang* siapa sih yang mau “ditinggali” sampah bekas partynya orang lain? siapa juga yang mau (gak sengaja) menginjak kotoran anjing (orang lain)? *menginjak kotoran anjing sendiri saja juga pasti ogah* dari sinilah saya suka ngelus dada kalau bertemu hal-hal seperti yang saya sebutkan di atas. setidaknya mulai dari diri sendiri saja deh. misalnya di sebuah acara makan-makan yang melibatkan bnyak orang. bisa dipastikan banyak sampah. kalau saja setiap orang bertanggungjawab atas sampahnya sendiri-sendiri (dan juga sampah anak-anaknya bagi yang punya anak) dengan membuangnya ke tempat sampah yang disediakan, mungkin akan lebih nyaman buat semua *terutama buat orang yang suka komplain macam saya*. ini terutama untuk acara yang tidak mengkhususkan adanya tim kebersihan. kadang mata saya sepet dan tangan gatel kalau di acara rame-rame orang sembarangan ninggal bekas makan minumnya padahal tahu ada tempat sampah. atau mereka berpikir toh nanti juga bakalan dibersihkan, oleh siapa itu bukan urusan mereka *mungkin oleh orang-orang yang matanya suka sepet atau tangannya suka gatel seperti saya*. bukan, bukan saya mengeluh kalau memang saya akhirnya juga harus membersihkan sampah orang lain karena pada dasarnya saya suka melihat semuanya beres, bersih, enak lah pokoknya. saya juga berpikir hal baik yang saya lakukan suatu saat akan berbuah baik ke diri saya. dan Allah Maha Melihat saudara-saudara….siapa tahu saya dihindarkan dari “menjumpai” toilet yang lupa disiram atau dihindarkan dari menginjak kotoran anjing, hehehe……coba ya setiap orang punya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan, demi diri sendiri dan orang lain. eh…kesadaran saja tanpa diwujudkan sama juga bohong ding.

hmmm….lagi-lagi saya berpikir, ini sayanya saja yang terlalu gimana gitu….sok serius, sok bener, sok pembersih, atau sok sok lainnya….ataukah memang beberapa orang yang kebetulan saya temui itu tipe yang kurang peduli?
saya sampai curhat sama suami saya, kok bisa ya mereka itu begitu. mestinya kan bisa mereka itu begini begini terus begitu. kalau begini kan jadinya begitu….yang akhirnya dijawab suami saya dengan santai, ya setiap orang kan beda. itu kan menurutmu, menurut standarmu, bisa jadi menurut orang lain ga seperti itu. baiklah….saya tahu kalau saya terlalu menuruti hati untuk setiap “kegelisahan” macam itu bisa-bisa saya stres sendiri *soalnya suami saya ga asik diajak stres bareng* akhirnya saya meyakinkan diri bahwa setiap orang sudah mengetahui nilai-nilai baik dalam hidup, termasuk mungkin urusan waktu dan kebersihan, yang ukuran penting tidaknya lagi-lagi tergantung masing-masing individu. urusan mau atau tidak melaksanakan nilai-nilai baik itu pada akhirnya juga menjadi keputusan masing-masing individu. hahhhhhh…..kadang saya kepengen bisa ga usah mempersoalkan hal-hal “kecil” seperti ini, tapi kok susah ya?
sampai di sini saya coba mengingat-ingat, saya pernah juga ga ya bersikap seperti yang saya keluhkan itu? pasti pernah, saya sadari atau tidak…Astaghfirullah, semoga mulai sekarang saya ga cuma bisa ngedumel dalam hati melihat sikap orang lain tapi saya juga bisa terus menjaga sikap saya. karena kadang kita menerapkan standar tinggi untuk menilai sikap orang lain tapi giliran ke diri kita sendiri kita “ga segitunya”. semoga Allah mengampuni saya dan membantu saya untuk selalu memperbaiki diri karena celah bagi manusia untuk tergelincir itu banyak sekali. Amiin ya Rabb….

(raglan sleeve) hippie maxi dress

my first try on sewing a hippie maxi dress seems to turn out pretty satisfying ^^ and it decreases my fabric stash for sure :D. so glad that finaly i can use this flowery fabric i bought on sale months ago for only JPY 250/m. this dress took me 2 days to finish it. it was a little bit intimidating at the first time because i had to gather almost 7 meters of fabric without using gathering foot. i found it difficult to gather the fabric evenly. but in the end it’s not too obvious since the width of each part is just slightly different. next thing i have to do is to find a matching hijab in a shade of light green, blue, or purple maybe? i’ve just realised that most of my hijab are in dark color 😦

deactivated

sudah 5 hari account FB saya nonaktifkan…saya kepengen menarik diri sebentar dari hiruk pikuk dunia perFBan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. mari kita lihat sampai berapa lama saya tahan tidak buka FB(saya)*tapi nebeng buka FB punya suami, hihihii….sama juga bohong ding :D*

oh iya, di sini sudah musim semi. sakura bermunculan dimana-mana. indah….sudah 4 hari ini setiap pagi saya bersepeda sama Dito, menikmati indahnya sakura di taman-taman sekitar danchi. seiring cuaca yang semakin menghangat, saya jadi semangat juga untuk mulai menjahit lagi 🙂 menjahit yang serius maksud saya…menjahit baju misalnya. bukan berarti menjahit tas dan dompet itu tidak serius, cuma menjahit baju itu melibatkan proses yang lebih banyak dan usaha yang lebih besar 🙂 jadi, kita tunggu saja hasilnya…

tentang waktu


ngomong-ngomong soal waktu, sampai saat ini saya merasa masih belum bisa mengatur waktu saya dengan baik. padahal saya full time mother, bukan pegawai kantoran atau orang kuliahan yang sedikit banyak terikat waktunya. buat saya, indikasi keberhasilan manajemen waktu saya adalah produktif tidaknya saya seharian itu. produktif di sini tak hanya berupa sesuatu yang terlihat tapi juga yang tak terlihat (bukan jin, hantu, dan sebangsanya ya…). misalnya contoh kasus ibu rumahan seperti saya nih…bukan hanya sampai mana hasil saya menjahit hari ini, pekerjaan rumah apa saja yang selesai saya kerjakan hari ini, masakan apa saja yang bisa saya hidangkan hari ini, dan semua yang terlihat hasilnya/produknya. keberhasilan versi saya juga meliputi ada tidaknya ilmu/pelajaran yang saya peroleh hari ini, ilmu apapun itu dan dari manapun sumbernya, entah itu nihongo, pelajaran agama, pelajaran hidup, terutama pelajaran bersabar…untuk yang terakhir ini saya sangat beruntung dikaruniai seorang anak laki-laki yang sedang aktif dan membuat saya belajar untuk terus menaikkan limit kesabaran saya setiap hari.

salah satu penyakit yang kerap mendera dan sering kali memporak-porandakan manajemen waktu saya adalah malas dan menunda-nunda pekerjaan. penyakit ini sudah akut sekali sepertinya. saya sendiri sadar akan kelemahan saya ini, berniat memperbaikinya, tapi tak urung sering juga saya akhirnya menyerah di tengah jalan.

untuk teori terkait dengan manajemen waktu ini sudah tak usah dibahas lagi lah ya…saya pikir semua orang juga sudah ngerti, tapi prakteknya itu lho…susahnya minta ampun. sebenarnya saya merasa terbantu sekali dengan hidup di jepang dimana kedisiplinan (salah satunya dalam hal waktu) sudah mendarah daging, jadi setidaknya situasinya kondusif sekali untuk saya belajar memenej waktu.

lama-lama urusan manajemen waktu ini bikin saya capek sendiri. saya banyak kemauan tapi tidak bisa mewujudkan gara-gara manajemen waktu saya yang kurang bagus. niat sudah terpatri tapi di tengah jalan banyak godaan dan sering akhirnya saya menyerah. semakin bertambah pekerjaan yang tertunda untuk diselesaikan, semakin jauh saya dari harapan saya. bikin stres….

masa iya sih saya mau seperti ini terus? jawaban “tidak” bergaung keras dalam kepala dan hati saya.
beberapa hari ini saya benar-benar mikir tentang waktu saya selama ini -biasanya gak pernah mikir ya?-, adakah perbaikan yang sudah terlihat hasilnya? (jadi ini ceritanya evaluasi gitu…)
kira-kira apa saja ya yang harus diperbaiki, langkah konkrit apa ya yang bisa saya lakukan. mulai dari yang kecil-kecil saja lah…yang gampang, gak usah muluk-muluk. takutnya muluk-muluk kalau mandek di tengah jalan bakalan terasa sekali gagal dan kecewanya, hehehe….

dimulai sejak dua hari yang lalu, saya kurangi waktu saya buat buka internet. setelah dipikir-pikir sepertinya internet memang godaan terberat untuk saya. entah itu sekedar (sekedar???) buka FB, YM, atau blogwalking. yang terakhir terutama…semakin saya banyak blogwalking ke blog-blog berkaitan dengan hobi saya jahit-menjahit dan hal-hal berbau handmade, art&craft, dan sebangsanya semakin banyak keinginan saya untuk bikin ini itu. padahal semakin lama saya berdiam diri di depan komputer semakin sempit waktu saya untuk menyelesaikan pekerjaan utama saya mengurus rumah tangga. otomatis membuat waktu saya untuk melakukan hobi saya hampir tak ada, padahal ide sudah bersliweran di kepala.

beberapa hari ini saya juga kerahkan segenap tenaga untuk benar-benar memenej waktu saya dengan baik. tidak berlama-lama bikin list dan merencanakan ini itu, setelah ini terus itu, setelah itu lalu ini, tapi mikir sambil dikerjakan…sebelumnya saya suka kelamaan mikir tapi tidak segera beranjak *sigh*. saya juga coba mengerjakan apa yang memang bisa segera dikerjakan dan mengerjakannya sampai tuntas. gak lagi-lagi deh nunggu cucian piring atau setrikaan numpuk…melihatnya saja sudah bikin malas 😀 karena intinya, semakin ditunda, pekerjaan akan semakin menumpuk, butuh waktu dan tenaga yang lebih banyak untuk menyelesaikan, dan terutama butuh niat serta kemauan kuat untuk memulainya.

sementara itu program yang saya jalankan beberapa waktu belakangan ini. belum 100% berhasil, tapi saya akan terus berusaha. beberapa kali pernah jam 9 pagi semua sudah beres, siap mengantar kepergian suami di depan pintu tanpa beban 🙂 setelah itu bisa menemani dito main sepuasnya, masih sempat buka pelajaran nihongo, sempat menjahit meskipun cuma sebentar, bisa kabur buat belanja pas dito tidur siang, bisa blogwalking, dan semua tanpa dibayangi pekerjaan rumah yang tertunda diselesaikan. kepingin sekali bisa seperti itu terus setiap hari. yosh…gambarimasu!