tentang waktu


ngomong-ngomong soal waktu, sampai saat ini saya merasa masih belum bisa mengatur waktu saya dengan baik. padahal saya full time mother, bukan pegawai kantoran atau orang kuliahan yang sedikit banyak terikat waktunya. buat saya, indikasi keberhasilan manajemen waktu saya adalah produktif tidaknya saya seharian itu. produktif di sini tak hanya berupa sesuatu yang terlihat tapi juga yang tak terlihat (bukan jin, hantu, dan sebangsanya ya…). misalnya contoh kasus ibu rumahan seperti saya nih…bukan hanya sampai mana hasil saya menjahit hari ini, pekerjaan rumah apa saja yang selesai saya kerjakan hari ini, masakan apa saja yang bisa saya hidangkan hari ini, dan semua yang terlihat hasilnya/produknya. keberhasilan versi saya juga meliputi ada tidaknya ilmu/pelajaran yang saya peroleh hari ini, ilmu apapun itu dan dari manapun sumbernya, entah itu nihongo, pelajaran agama, pelajaran hidup, terutama pelajaran bersabar…untuk yang terakhir ini saya sangat beruntung dikaruniai seorang anak laki-laki yang sedang aktif dan membuat saya belajar untuk terus menaikkan limit kesabaran saya setiap hari.

salah satu penyakit yang kerap mendera dan sering kali memporak-porandakan manajemen waktu saya adalah malas dan menunda-nunda pekerjaan. penyakit ini sudah akut sekali sepertinya. saya sendiri sadar akan kelemahan saya ini, berniat memperbaikinya, tapi tak urung sering juga saya akhirnya menyerah di tengah jalan.

untuk teori terkait dengan manajemen waktu ini sudah tak usah dibahas lagi lah ya…saya pikir semua orang juga sudah ngerti, tapi prakteknya itu lho…susahnya minta ampun. sebenarnya saya merasa terbantu sekali dengan hidup di jepang dimana kedisiplinan (salah satunya dalam hal waktu) sudah mendarah daging, jadi setidaknya situasinya kondusif sekali untuk saya belajar memenej waktu.

lama-lama urusan manajemen waktu ini bikin saya capek sendiri. saya banyak kemauan tapi tidak bisa mewujudkan gara-gara manajemen waktu saya yang kurang bagus. niat sudah terpatri tapi di tengah jalan banyak godaan dan sering akhirnya saya menyerah. semakin bertambah pekerjaan yang tertunda untuk diselesaikan, semakin jauh saya dari harapan saya. bikin stres….

masa iya sih saya mau seperti ini terus? jawaban “tidak” bergaung keras dalam kepala dan hati saya.
beberapa hari ini saya benar-benar mikir tentang waktu saya selama ini -biasanya gak pernah mikir ya?-, adakah perbaikan yang sudah terlihat hasilnya? (jadi ini ceritanya evaluasi gitu…)
kira-kira apa saja ya yang harus diperbaiki, langkah konkrit apa ya yang bisa saya lakukan. mulai dari yang kecil-kecil saja lah…yang gampang, gak usah muluk-muluk. takutnya muluk-muluk kalau mandek di tengah jalan bakalan terasa sekali gagal dan kecewanya, hehehe….

dimulai sejak dua hari yang lalu, saya kurangi waktu saya buat buka internet. setelah dipikir-pikir sepertinya internet memang godaan terberat untuk saya. entah itu sekedar (sekedar???) buka FB, YM, atau blogwalking. yang terakhir terutama…semakin saya banyak blogwalking ke blog-blog berkaitan dengan hobi saya jahit-menjahit dan hal-hal berbau handmade, art&craft, dan sebangsanya semakin banyak keinginan saya untuk bikin ini itu. padahal semakin lama saya berdiam diri di depan komputer semakin sempit waktu saya untuk menyelesaikan pekerjaan utama saya mengurus rumah tangga. otomatis membuat waktu saya untuk melakukan hobi saya hampir tak ada, padahal ide sudah bersliweran di kepala.

beberapa hari ini saya juga kerahkan segenap tenaga untuk benar-benar memenej waktu saya dengan baik. tidak berlama-lama bikin list dan merencanakan ini itu, setelah ini terus itu, setelah itu lalu ini, tapi mikir sambil dikerjakan…sebelumnya saya suka kelamaan mikir tapi tidak segera beranjak *sigh*. saya juga coba mengerjakan apa yang memang bisa segera dikerjakan dan mengerjakannya sampai tuntas. gak lagi-lagi deh nunggu cucian piring atau setrikaan numpuk…melihatnya saja sudah bikin malas πŸ˜€ karena intinya, semakin ditunda, pekerjaan akan semakin menumpuk, butuh waktu dan tenaga yang lebih banyak untuk menyelesaikan, dan terutama butuh niat serta kemauan kuat untuk memulainya.

sementara itu program yang saya jalankan beberapa waktu belakangan ini. belum 100% berhasil, tapi saya akan terus berusaha. beberapa kali pernah jam 9 pagi semua sudah beres, siap mengantar kepergian suami di depan pintu tanpa beban πŸ™‚ setelah itu bisa menemani dito main sepuasnya, masih sempat buka pelajaran nihongo, sempat menjahit meskipun cuma sebentar, bisa kabur buat belanja pas dito tidur siang, bisa blogwalking, dan semua tanpa dibayangi pekerjaan rumah yang tertunda diselesaikan. kepingin sekali bisa seperti itu terus setiap hari. yosh…gambarimasu!

Advertisements

One thought on “tentang waktu

  1. yupz, smangad! Mari hilangkan secara perlahan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan dan lawan rasa malas dalam diri guna mengecap hidup yang lebih berkualitas πŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s