Ditoku mau masuk hoikuen

Alhamdulillah, akhirnya dito diterima masuk Ayumirai Hoikuen, daycare dekat rumah. mulai masuk bulan juli besok tiap hari senin dan jumat selama 4 jam saja.

karena saya tidak berstatus pekerja atau pelajar, di daerah tempat saya tinggal (nishi ward) susah untuk memasukkan anak ke daycare sehari penuh selama 5-6 hari seminggu. pilihan saya hanya temporary use yang dibatasi 14 hari dalam sebulan. karena itu saya ambil hari-hari saya ada kelas nihongo (senin, rabu, jumat) tetapi karena Ayumirai Hoikuen sedang penuh, dito hanya bisa masuk hari senin dan jumat saja. sedangkan untuk kelas nihongo hari selasa saya bisa ajak dito karena ada daycare selama saya belajar di kelas tersebut.

kenapa Ayumirai Hoikuen? karena di antara hoikuen yang dekat dari rumah (Megumi Hoikuen dan Ayumirai Hoikuen) Ayumirai Hoikuen yang tidak keberatan menyediakan makan siang tanpa daging untuk dito sesuai permintaan kami, karena kami tidak makan daging babi dan menghindari makan daging yang tidak disembelih secara Islam.

temporary use untuk Ayumirai Hoikuen ini bisa setengah hari selama 4 jam dari jam 9 pagi sampai jam 1 siang. untuk jam ini tidak terlalu mengikat sebenarnya, asal masih dalam rentang waktu 4 jam. tetapi pihak hoikuen menyarankan untuk mengikuti batasan waktu tersebut karena hoikuen sudah memiliki jadwal untuk anak-anak selama sehari. kalau waktu penitipan diluar jam itu dikhawatirkan anak akan susah mengikuti ritme yang sudah ada. karena saya berangkat ke kelas nihongo jam 9.30 dan kemungkinan saya sampai rumah jam 1 lebih, saya minta waktu penitipan 9.15-13.15 dan masih bisa diterima. selama setengah hari ini orang tua dikenai biaya 1200 yen ditambah 300 yen untuk makan siang. sedangkan untuk penitipan selama sehari penuh selama 8 jam dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore dikenai biaya 2200 yen ditambah 300 yen untuk makan siang.

karena pihak hoikuen sangat strict tentang waktu penitipan ini, saya harus benar-benar tepat waktu. karena saya memilih setengah hari, terlambat menjemput 1 menit saja otomatis saya akan dikenai biaya 2500 yen (dihitung sehari penuh) ๐Ÿ˜ฆ saya jadi pusing harus memikirkan bagaimana caranya supaya jangan sampai terlambat menjemput dito. kalau saya pakai rute bus yang biasa kemungkinan besar saya sampai rumah sekitar jam 13.20, jelas terlambat…akhirnya saya ngubek-ubek jadwal bus nishitetsu dan sepertinya saya harus mengubah rute pergi-pulang saya. ga masalah, meskipun untuk itu perjalanan saya harus ditambah dengan naik sepeda.

banyak yang harus saya persiapkan untuk penitipan dito ini. peralatan yang semua harus diberi label nama dari baju ganti, lap tangan, lap makan, lap muka, lap untuk dipakai sehabis cebok, celemek makan, tas plastik untuk lap kotor, dan tas untuk menampung semua peralatannya itu . untuk beberapa item (lap dan apron kalau tidak salah)orangtua dilarang membeli alias harus bikin sendiri dengan warna yang sama supaya memudahkan identifikasi kepemilikan. sepertinya saya bakalan sibuk sampai akhir bulan ini.

semoga semua persiapan berjalan mulus dan dito nanti puas bermain dan bersosialisasi di Ayumirai Hoikuen bersama teman-teman dan sensei-senseinya ๐Ÿ™‚

gambar diambil dari sini

my kitchen’s new look

sebenarnya ga ada yang istimewa dari tampilan baru dapur saya. cuma jadi agak bersih….hehehehhee….
ceritanya weekend kemarin saya lagi bersemangat bersih-bersih, habis seharian hujan jadi malas mau pergi-pergi. nah, berhubung saya ini pemalas, sekalinya ada kemauan begitu harus segera dilaksanakan. akhirnya saya beberes mulai dari nyuci baju, membersihkan toilet, menyortir sampah (PET bottle, kaleng-kaleng, pecahan gelas dan piring), memvacuum lantai (eh…yang ini suami saya yang mengerjakan), membereskan ruang jahit saya, dan ternyata yang paling menghabiskan waktu dan tenaga adalah membersihkan dapur…
hampir 2 jam, saudara-saudara. mulai dari menggosok rak, membersihkan kompor, mengganti alas kompor, menyortir bumbu-bumbu kadaluwarsa (ehm…ketahuan asal beli jarang dipakai), mengganti saringan kipas dapur, membersihkan sink dan saluran pembuangannya, dan mengatur lagi peletakan “amunisi dan alat perang” supaya terlihat lebih ringkas dan rapi.
acara bersih-bersih itu masih berlanjut hari senin kemarin. kali ini giliran kamar mandi dan wastafel. dimulai dari membuang sikat gigi yang sudah tidak dipakai, mengelap kaca, menyikat wastafel, menyikat lantai dan dinding kamar mandi, menyikat alas mandi karet, menggosok bath tub…capek…:( tapi memang dua tempat ini paling cepat kotor saat cuaca mulai menghangat karena jamur cepat sekali muncul. hari ini target saya membereskan setrikaan dan memindah kasur ke kamar sebelah yang ber AC karena hawa semakin panas. semoga dito bisa diajak kompromi.
rumah bersih, hati senang, pikiran lapang ๐Ÿ™‚


pika pika ni natta ^^

squareneck blouse with lace

akhirnya…selesai juga baju buat teman saya. terpaksa saya nyontek pola di buku pola baju edisi winter, padahal teman saya bilang kalau bisa saya yang desain modelnya. hehehee….saya memang pemalas ๐Ÿ˜€
sebenarnya pengerjaan baju ini ga sampai 2 hari, bahkan mungkin bisa sehari jadi. tapi jadinya seminggu karena terhalang urusan lain. sekali lagi thanks to mesin obras saya yang bikin proses finishing raw edges jadi cepat dan ga bikin malas ๐Ÿ™‚
saya ga tau baju ini cocok apa ga buat teman saya. saya kok mikirnya saya salah milih bahan ya…mestinya saya pakai bahan polos saja, bukan yang bermotif bunga kecil-kecil seperti ini. apa saya terpengaruh gambar model di buku pola aslinya ya? di buku itu memang bajunya dibuat dalam solid color, bukan motif. ehm…saya juga pikir-pikir lagi, pemakaian lace untuk pemanis sepertinya memang sudah jadi hal yang umum saya lihat dan temui di baju-baju perempuan jepang. tapi kesannya jadi berlebihan ga ya di baju bermotif ini? dan sesuai ga ya sama style teman saya sekarang? soalnya saya sudah lama ga ketemu teman saya ini. terakhir ketemu sepertinya waktu saya masih kerja. dan itu hampir 3 tahun yang lalu sebelum teman saya berangkat ke jerman. hmmm…ya sudahlah, sudah jadi juga bajunya, tinggal dikirim. semoga teman saya suka…:) kalau ga PD buat make ke luar rumah kan bisa dipakai selama di rumah *sebenarnya sayanya yang ga PD baju buatan saya dipakai ke luar rumah :D*

oseng kangkung

dari minggu kemarin di supermarket dekat rumah sudah ada kangkung. pertamanya suami yang tahu. pulang dari kampus saya nitip minta dibelikan bayam eh pulang-pulang bawa 3 bungkus kangkung. huwaaaaa….saya senang tiada terkira ๐Ÿ™‚ langsung saya minta suami kabari tetangga saya orang indonesia yang juga suka kangkung ๐Ÿ˜€
kangkung di sini hanya bisa dijumpai saat musim panas. satu bungkus harganya 98 yen (hampir 10000 rupiah :(), itupun isinya sedikiiiit, paling ga sampai 10 batang. saya biasa masak 2-3 bungkus sekaligus sekali masak dan bis ludes sekali makan (bareng suami tentunya).
kangkung biasanya saya masak oseng dengan bumbu bawang merah, bawang putih, cabe, garam, lengkuas dan daun salam (opsional). cuma kemarin sempat saya tumis pakai bawang putih dan garam saja, lalu dimakan pakai sambal terasi mentah. sambal terasi mentah ini favorit saya, bikinnya juga mudah. bawang merah, cabe rawit, cabe merah besar-kalau ga ada bisa pakai cabe merah keriting-, terasi bakar, dan tomat (ga pakai juga ga papa), semua diulek jadi satu, bubuhi garam dan sedikit gula. lebih afdol lagi dikucuri air perasan jeruk limau. nyammmmm….bisa nambah nasi berpiring-piring ๐Ÿ˜€


ใใ‚ˆใใ‚ˆใฎๆœจใฎไธŠใง

ใใ‚ˆใใ‚ˆใจใ„ใ†ๆœจใŒใ‚ใ‚‹ใ‚ˆ
ใใ“ใซใฎใผใฃใฆใฟใฆ

ใใ‚ˆใใ‚ˆใฎไธŠใงใฏ
ใใ‚ˆใใ‚ˆใซใชใ‚‹ใจใ„ใ†

ใใ“ใซใชใซใŒใ‚ใ‚‹ใ‚ใ‘ใงใ‚‚
ใชใ„ใฎใซใƒ•ใƒผ
ใใ‚‚ใŒใชใŒใ‚Œใฆใ‚‹

ใใ‚ˆใใ‚ˆใฎไธŠใงใฏ
ใ„ใ‚„ใ ใฃใŸใ“ใจใฏใ‚ใ™ใ‚Œ

ใŸใ ใตใใ‹ใœใซ
ใตใ‹ใ‚Œใฆใ„ใ‚‹ใ ใ‘ใงใใ‚ˆใใ‚ˆ

ใใ‚ˆใใ‚ˆใฎไธŠใงใฏ
ใใ‚ˆใใ‚ˆใซใชใ‚‹ใจใ„ใ†

ใใ“ใซใชใซใŒใ‚ใ‚‹ใ‚ใ‘ใงใ‚‚
ใชใ„ใ‘ใฉใƒ”ใƒฅใƒผ
ใใกใถใˆใ‚’ใตใ„ใฆ

ใฟใฟใ‚’ใ™ใพใ—ใฆใฟใฆ
ใ“ใจใ‚ŠใŒใ•ใˆใšใฃใฆใ„ใ‚‹ใ‚ˆ

ใใ‚ˆใ‹ใœใฎใŠใจใใ“ใˆใฆใใ‚‹
ใใ‚ŒใŒใใ‚ˆใใ‚ˆ

ใฟใ‚“ใชใฎใใ‚ˆใใ‚ˆ

ini salah satu lagu favorit dari acara okaasan to isshou di NHK tiap pagi dan sore. lagunya sangat menenangkan, menceritakan tentang sepoi-sepoinya angin di atas pohon.

mp3nya bisa diunduh di sini

buka salon di rumah

minggu kemarin kami di rumah saja dari pagi sampai sore. ceritanya saya buka salon hari itu. pelanggannya suami sama anak saya. rambut mereka sudah panjang dan berhubung sekarang hawa mulai panas, rambut panjang cepat lepek dan bau karena berkeringat. ini ketiga kalinya saya memotong sendiri rambut mereka pakai alat cukur elektrik. lumayan lah hemat minimal 1000 yen setiap kali potong rambut. 1000 yen itu setahu saya ongkos potong rambut paling murah di sini. ada juga yang sampai 3000 yen atau lebih. hmmm…lagi-lagi otak ibu rumah tangga saya berpikir uangnya mending buat makan, heheheee…..
karena sudah ketiga kalinya, acara potong rambut suami berjalan cukup lancar. memang ga serapi hasil potongan seorang profesional sih, tapi ya lumayan lah…tantangan sebenarnya adalah waktu memotong rambut Dito. potong rambut yang sebelumnya dia masih belum seaktif sekarang. sekarang dia sudah banyak gerak dan bisa berontak. mendengar suara alat cukur saja dia sudah lari ngumpet di kamar. padahal sebelumnya dia manis banget, menurut saja dipakaikan kain supaya rambutnya ga nempel di badannya dan gampang dibersihkan.

akhirnya kami masukkan dia ke bak mandinya, perhatiannya teralihkan ke helai-helai rambut yang jatuh dari kepalanya, tapi itu cuma sebentar. tak lama kemudian dia mulai berontak lagi, padahal kurang sedikit lagi ๐Ÿ˜ฆ akhirnya finishingnya sambil dia digendong bapaknya, itupun pakai nangis kejer. akhirnya selesai juga memotong rambut Dito dengan penuh perjuangan. gundul deh…eh ga gundul banget sih, tadi diset pakai ukuran 9mm motongnya ๐Ÿ™‚

 
jadi ini before-afternya

menjelang jam makan malam kami baru keluar ke warung sushi dekat rumah. berhubung mendekati jam makan (dan mungkin juga pas libur) antrenya puanjaaanngg….kami dapat nomer antrean 115, padahal waktu itu baru sampai nomer 77. akhirnya kami tinggal dulu ke taman nokata lalu belanja ke kadota. setengah jam kemudian kami balik antrean sudah sampai nomer 107. yokatta…tak lama kemudian kami bisa makan ๐Ÿ™‚