Alhamdulillah…

semalam saya mengalami kecelakaan kecil. saya jatuh dari sepeda. waktu itu kami baru pulang dari makan di sebuah family restaurant. kebetulan saya dan suami bertukar sepeda. saya pakai sepeda suami sedangkan suami pakai sepeda saya dengan dito di boncengan depan. karena cuaca agak mendung suami minta saya bawa payung yang cukup panjang kalau dilipat dan payng itu saya taruh di setang sepeda.

waktu saya naik, ternyata payung itu nyelip di ban. pantas jalannya sepeda agak aneh, saya berpikir untuk berhenti dan memperbaiki posisi payung. tapi karena sadel sepeda suami saya agak tinggi, belum sampai berhenti dan kaki saya menapak di tanah sepeda sudah miring duluan ke kiri. dan GUBRAKKKK….saya jatuh dengan posisi tengkurap. pertama yang saya khawatirkan si murbei 2 di perut saya, makanya saya buru-buru duduk. suami berhenti dan menghampiri saya, sementara meninggalkan dito tetap di sepeda. saya bilang tidak apa-apa karena sekilas saya hanya melihat luka di telapak tangan kanan, sementara dengkul dan tumit sepertinya hanya lecet dan sedikit perih.

setelah sepeda ditangani suami, saya lanjutkan perjalanan pulang naik sepeda saya bareng dito. baru di tengah perjalanan saya merasakan ada darah di mulut saya. dagu saya perih, sepertinya tadi memang sempat membentur aspal. sepanjang jalan kami ngobrol kronologis kejadian tadi dan kami berencana ke dokter kandungan kalau misalnya ada yang berubah dari mobilitas si murbei 2 di perut saya. dalam hati saya bersyukur waktu itu tidak ada mobil lewat menuju tempat saya jatuh, apalagi lokasi saya jatuh dekat perempatan. kalau saja ada yang lewat dari salah satu belokan dan tidak menyadari ada ibu hamil yang jatuh tengkurap di pinggir jalan….saya tidak berani membayangkan apa yang terjadi 😦 Alloh masih melindungi saya dan si murbei 2 di perut saya. Alhamdulillah…

tapi ternyata ujian ga cuma sampai di situ. di parkiran sepeda depan rumah, saya baru sadar kalau tas saya ga ada di keranjang sepeda suami yang saya pakai pas jatuh tadi. pasti terlempar keluar dari keranjang tanpa saya sadari. suami juga ga memperhatikan kalau tas saya ga ada waktu memperbaiki keranjang yang bengkok di perjalan tadi, mungkin suami berpikir tasnya sudah saya bawa dan saya pindah ke ke keranjang sepeda saya. duh….padahal kunci rumah ada di situ. hiksss….:( semakin bertambahlah kekhawatiran saya. takut tasnya diambil orang yang ga bertanggungjawab dan barang-barangnya ga dikembalikan (pengalaman dompet dan hp hilang tahun lalu) atau ada mobil lewat dan melindasnya, padahal ada hp di dalamnya. kala itu benar terjadi tambah repot lagi nanti ngurus segala macemnya dengan kemampuan bahasa jepang kami yang cetek. huffftttt….

akhirnya suami kembali ke tempat saya jatuh tadi sementara saya dan dito menunggu di depan gedung. rupanya dito pun mengerti kondisi saat itu. dia bilang kunci…bapak…saya bilang iya, lalu saya jelaskan kalau kunci rumah ada di tas, tasnya jatuh waktu ibu jatuh dari sepeda, ibu sama bapak ga sadar tasnya jatuh, dan sekarang bapak kembali buat ambil tas ibu.

sementara menunggu saya sama dito melihat bintang. dito bilang bintang itu lampu, hehehe….saya kasih tau dito itu namanya bintang, lalu saya nyanyikan lagu-lagu tentang bintang dari bintang kejora, twinkle-twinkle little star, sampai star light star bright (lagu bintang kecil malah ketinggalan :P) setidaknya dengan begitu kami ga bosan dan sedikit mengurangi kekhawatiran saya. saya ga ingin terbebani, saya coba ikhlas kalau memang apa yang saya khawatirkan terjadi. apa yang Ia kehendaki terjadi terjadilah…solusinya pasti ada dan dipikir nanti saja.

tak lama suami saya datang. begitu melihat tas saya di keranjang sepedanya saya lega tak terkira…Alhamdulillah, hari ini ternyata masih jadi rizki buat saya. sesampainya di rumah, setelah rutinitas cuci-cuci-sikat gigi-sholat menjelang tidur, saya baru berkesempatan mengamati luka fisik karena jatuh tadi. Ahamdulilah hanya telapak tangan yang luka, dengkul dan tumit hanya lecet, sementara dagu baik-baik saja, tidak ada luka dalam mulut. dan yang paling melegakan si murbei 2 tetap bergerak aktif dan kuat. baru pagi tadi memar kebiruan muncul di paha dan dengkul saya dan badan terasa linu. tapi sejauh ini saya merasa baik-baik saja dan masih beraktivitas seperti biasa. lain kali saya harus lebih berhati-hati lagi.

kado ultah dito dari ibu

masih dari buku yang sama dengan proyek kid’s wear sebelumnya, saya buat reversible vest dan celana untuk kado ulang tahun dito yang ke dua, sekalian buat baju lebaran yang kurang beberapa hari lagi. harusnya sih baju ini jadi pas hari rabu, tapi karena saya sibuk masak-masak jadi tertunda deh….

baju dito saya buat pakai ukuran 80. pengerjaannya cepat dan gampang banget ternyata…yang berbeda dari pola aslinya, untuk celananya kantong ga saya pasang di depan tapi di samping. untuk pemanis kancingnya saya pakai yang bentuk beruang ^^
semoga besok dito mau pakai…rada khawatir juga soalnya kemarin begitu selesai dijahit pas nyoba dia ga betah dan pengen buru-buru lepas rompinya 😦

                

nasi kuning buat ultah dito

ultah dito yang ke 2 hari rabu lalu saya masak lumayan banyak. rencananya sekalian buat dibagi sama tetangga. menunya nasi kuning dengan lauk pelengkapnya berupa ayam panggang, telur dadar, dan kering tempe campur kentang, teri, dan kacang.

saya mulai nyicil masak sehabis sahur. pertama masak ayamnya, diungkep agak lama bersama bumbu-bumbu sampai empuk. terus nyiapin bumbu halus buat kering tempenya dan racikan buat sambelnya. agak siangan saya mulai goreng-goreng tempe, kentang, dan kacang. lalu disela bikin dadar telur tipis-tipis. sementara menunggu dadar agak dingin supaya siap diiris saya masak keringnya. kering beres, dadar sudah diiris, waktunya bikin sambel. masak lauknya sih ga ada masalah meskipun agak ribet.

masalahnya pas masak nasi kuningnya…biasanya saya cuma masak 2 cup, kali ini masak 4 cup. karena males saya masak sekalian semua. ternyata pas timer rice cooker penanda nasi matang berbunyi, tralalalaaa….nasi belum matang! huwaaa…saya rada panik soalnya sudah hampir waktunya buka. akhirnya saya keluarin separuh nasinya, masak lagi sampai benar-benar matang. habis itu dkeluarkan dan masak lagi separuh sisanya. jadi akhirnya 2 kali masak. setelah matang semua baru saya campur&angetin di rice cooker.

setelah menu siap, saatnya ngebento. ada 10 bento yang harus saya siapkan buat diantar ke tetangga. agak-agak gedubrakan sih…mana karet gelang buat nahan tutupnya musti nunggu dibeliin suami saya dalam perjalanan pulang dari kampus. setelah bento siap, sementara nunggu suami pulang, saya bikin tumpeng-tumpengan hehehe….iya, tumpeng-tumpengan, kalau tumpeg asli kan bentuknya kerucut lancip gitu. lha ini bulet karena dicetak pakai mangkok 😛 terus hiasannya juga seadanya dan sebisanya 😀 meskipun ga jadi buat menu buka tapi hantaran nasi kuning buat para tetangga akhirnya terkirim juga sehabis maghrib. yah…gak tau gimana rasanya (ayamnya kayaknya agak keasinan deh…) dan biarpun cuma sedikit porsinya, yang penting rata…tetangga bisa ikut merasakan nasi kuning buatan ibu dito 🙂

my first made by order items

dua bulan ini di toko kain dan peralatan jahit langganan saya ada diskon dan harga khusus buat member. kebetulan 2 teman saya kepengen bikin baju dan rok. akhirnya saya tawarkan belanja bareng saya. lumayan kan, mereka dapat harga lebih murah dan saya dapat poin belanja, hehehehe….

teman saya dua-duanya pilih kain double gauze, yang satu motif bunga warna hijau buat baju dan satunya lagi warna biru muda polos buat rok. dua-duanya juga memilih model yang simpel (ya iyalah…menyesuaikan juga sama kemampuan menjahit saya yang pas-pasan, hihihi…:P) yang baju dibuat model camisole dan yang rok model volume skirt dengan karet di bagian pinggang dan 2 tumpuk rimpel di bagian bawah.

ini pertama kalinya saya menjahit kain double gauze. enak sih sebenarnya, kainnya lembut dan ga lari-lari waktu dijahit. tapi susahnya waktu mengerjakan bagian lengan dan leher yang penyelesaiannya pakai bias binding. karena kainnya dobel dan stretchy, hasilnya bulky dan kurang rapi 😦 sejauh ini belum ada komplain dan review sih dari si pemakai…atau mungkin karena belum sempat dipakai?

untuk rok, ini proyek pertama saya. agak grogi juga waktu pertama mau gunting bahan, takut salah…tapi selebihnya gampang-gampang saja sih. paling yang agak melelahkan waktu bikin rimpelnya dan menyambung ke rok bagian atasnya. rimpel untuk rok ini hampir sepanjang 5,5 meter untuk 2 tumpuk. rok ini jadinya lebar sekali di bagian bawahnya, mungkin itu sebabnya dinamakan volume skirt ya…*sok tau*

oh iya, pola untuk baju saya ambil dari buku ONE DAY SEWING SUMMER CLOTHES 11 dan untuk roknya saya ambil pola dari buku lady boutique series edisi spring summer simple wear.

sundress for nadia

beberapa waktu yang lalu saya mulai kecanduan bikin baju buat anak-anak. kebetulan keponakan saya kebanyakan perempuan. proyek saya sebelumnya, baju untuk filza dan zila, sudah saya titipkan ke teman suami yang pulang ke jogja bulan lalu. masih ada 1 lagi keponakan perempuan yang belum dibuatkan baju dan kemarin sepupu saya menanyakan baju buat anaknya.

hari jumat lalu saya ke toko kain langganan dan menemukan kain motif stroberi yang manis, sudah dalam potongan 50 cm. karena keponakan saya, si nadia ini masih kecil, jadi bajunya irit bahan. akhirnya saya beli kain itu dan satu lagi kain motif polka dot yang sama dengan bahan buat baju filza yang ini cuma warna dotsnya yang beda.

kain motif stroberinya saya pakai untuk sundress dengan tali di bahu dan polkadotnya untuk setelan baju dan celana. pola saya ambil dari buku baby clothing. pengerjaan baju anak-anak ini cepat sekali, masing-masing hanya sekitar 2 jam. apalagi sekarang dalam pemotongan kain saya tak lagi menggunakan gunting, tapi pakai rotary cutter. cepat, praktis, presisi, dan hasilnya lebih rapi.

polanya nyontek dari buku ini

gambar diambil dari sini

 

                   

 

dan tadi pagi baju-baju manis ini dikirim ke ngawi, buat nadia yang mau ulang tahun tanggal 30 besok. semoga suka…^^

dito no pantsu

selama ini sepertinya saya selalu bikin baju buat diri sendiri atau orang lain, teman-teman, para ponakan. belum pernah bikin baju buat anak sendiri…hmmm…sebenarnya sudah lho, tepatnya 3 kali. pertama, jumper suit. hasilnya kekecilan jadi ga bisa dipakai. kedua, celana pendek. baru sampai tahap potong kain, ternyata kainnya kurang, maklum pakai kain sisa karena niatnya masih buat coba-coba dulu. ketiga, celana pendek lagi, hasilnya kebesaran, bisa dipakai tapi ga enak dilihat 😛 celana yang kebesaran itu masih saya simpan buat dito kalau sudah agak besar.

kali ini saya coba lagi bikin celana pendek buat dito. kainnya masih pakai kain yang sama dengan celana yang kebesaran sebelumnya, katun motif stripes putih-biru donker. pola diambil dari buku ini :

gambar diambil dari sini

ini model yang dicontek

ini jadinya