sew less, read more

hampir 2 minggu ini saya maleeeeesssss banget menjahit. gara-gara saya sama dito gantian sakit. flu, batuk pilek, demam….duh…tersiksa sekali 😦

dito sudah 3 kali ke dokter. katanya sih kena virus dan akan sembuh sendiri dalam 5 hari. benar juga sih, demam tinggi yang naik pas malem dan turun pas pagi sudah sembuh, tapi batuk pileknya masih sampai sekarang. kasihan banget…:( terutama karena batuknya itu, dito masih belum bisa mengeluarkan dahaknya seperti orang dewasa, jadi dahaknya tetap di dalam dan bikin ga nyaman. mana dito susaaaaahhhhh banget minum obat. obat dari dokter berbentuk serbuk yang biasanya saya kasih campur air putih atau teh. iseng saya cicipi ga pahit lho, tapi dito selalu berontak. sampai saya harus pegangi kuat-kuat sama bapaknya, itupun masih disembur-sembur obatnya. pernah sih beberapa kali berhasil tanpa perlawanan, tapi ya kebanyakan penuh perlawanan dan paksaan. sedih, jengkel…
tapi pada akhirnya saya tau cara cukup ampuh dan sering berhasil. obat dicampur dalam satu sendok, diberi air, terus saya bilang kalau obatnya cuma ini, ayo pasti habis, ganbare…ganbare dito..ganbare ganbare dito…dan dia langsung buka mulut πŸ˜› lesson learned : gunakan pendekatan yang positif πŸ™‚

kembali ke mood menjahit saya yang turun drastis, rasanya ga enak ternyata…berasa ga produktif banget. sehari terasa cepat berlalu, eh tau-tau sudah sore. ga menghasilkan apa-apa, padahal saya masih punya tanggungan 1 baju buat teman saya yang juga lagi hamil dan 1 quilt buat si murbei. ga cuma itu, dalam list saya masih ada sederet proyek yang ingin saya kerjakan untuk menghabiskan tumpukan kain sisa di lemari dan untuk menyambut lahirnya si murbei.

untuk sedikit mengurangi rasa bersalah, saya nyicil bikin proyek yang gampang-gampang dulu. minggu lalu saya buat 2 bib dan 2 burp cloth yang match dari kain sisa yang ada. ini buat acara menyusui dan makan si murbei nanti. saya juga buat softies ball, lagi-lagi dari kain sisa dan dalamnya isi dacron. ini buat mainan si murbei juga, tapi sementara dipakai sama dito dulu, hehehe….

proyek lain baru saya selesaikan beberapa hari yang lalu, lagi-lagi burp cloth, lap serbaguna…buat jaga-jaga pas menyusui, kita ga pernah tahu kapan bayi muntah/gumoh kan? saya pakai kain waffle dan kain katun motif polkadot sisa baju buat nadia untuk bindingnya.

karena bawaan males menjahit, saya beralih ke kegemaran saya yang lain dan sudah cukup lama saya tinggalkan yaitu membaca. dalam 3 hari ini saya sudah menyelesaikan perahu kertasnya dewi lestari dan padang bulannya andrea hirata. dua-duanya kental aura percintaan dan sama-sama bagus πŸ™‚
perahu kertas ceritanya bersetting kehidupan anak kuliahan di kota bandung dan jakarta, sedangkan padang bulan bersetting kehidupan etnis melayu yang kental di daerah belitong sana. perahu kertas disampaikan dengan ringan, bahasa gaul bertaburan dimana-mana sedangkan padang bulan lebih terasa budaya melayunya, dengan pilihan kata yang berima-rima. dua-duanya sama-sama bikin saya nangis dan ketawa. duh sayang sekali saya ga pinter bikin resensi, padahal isi bukunya jauh lebih dalam dan bermakna dari itu. monggo baca sendiri saja ya, beneran bagus kok πŸ™‚

selanjutnya saya belum tahu nih mau baca buku apa atau menjahit apa. tapi sepertinya saya harus cepet-cepet mulai jahit baju teman saya deh…keburu perutnya semakin buncit dan keburu dibutuhkan bajunya πŸ™‚ maaf ya Uma…kainnya masih nganggur belum diapa-apain, bikin pola aja belum. aaaahhhhh…dasar pemalaaaaasss. ayo semangattttt!!!!!

kartupos dari pea di italia

sebenarnya sudah lama kartupos ini nyampe di mailbox saya. tapi baru sekarang sempat nulis kisah di balik datangnya kartupos dari seorang gadis perantau dari Indonesia yang punya blog oke punya, dan akhir-akhir ini semakin terkenal karena jadi salah satu bintang iklan indomie di tv swasta. (udah pas kan ya rimanya :P)

yak…mari kita flashback dulu. cerita dimulai ketika saya baca salah satu blog teman saya si monster buaya. di blogrollnya si monster buaya ada link ke blognya oncomdotcom. saya langsung menuju TKP dan sempat baca-baca beberapa postingan. pas lihat blogrolnya oncomdotcom eh ada sebuah nama yang langsung menarik perhatian saya…tukang ######## di celana. ######## itu saya lupa persisnya, soalnya tampilan blog oncomdotcom sekarang sudah berubah dari saat pertama saya berkunjung ke sana. tapi yang jelas ######## itu berhubungan sama salah satu aktivitas rutin manusia berkaitan dengan proses ekskresi dalam tubuhnya πŸ˜› pokoknya eye catching banget namanya sampai bikin saya tertarik mengunjungi blognya.

dan ternyata saudara-saudara…blognya seru! si empunya adalah Viera Rachmawati yang akrab dipanggil Pea, seorang gadis asal Cibinong yang merantau ke eropa, Italia tepatnya, untuk melanjutkan studi S2 dan akhirnya kerja juga di sana. cerita-cerita si pea itu ringan, renyah, dengan pilihan kata-kata yang kreatif dan kadang ajaib, enak pokoknya buat dibaca. ga cuma bikin mesam-mesem cengar cengir sampai ketawa ngakak…tapi adakalanya menyentil isu-isu yang bikin kita mikir, isinya berbobot tapi penyampaiannya gak berat…nah gimana tuh, monggo baca sendiri saja postingan ini atau yang ini. terus ada juga quote-quote yang kalau tante syahrini bilang itu “sesuatu banget” :D. dan tentu saja ada cerita-cerita seputar hidup di Italia. mulai dari tempat-tempat yang yahud buat bergalau trip disertai foto-foto landscape yang breathtaking serta bangunan-bangunan bersejarah yang masih terawat apik (bikin saya berdecak kagum dan berandai-andai kawasan taman sari dan pulau cemeti di Jogja juga masih sedemikian utuh terawat), sampai gimana transportasinya, keseharian orang-orangnya, makanannya, bahasanya…komplit deh.

dari situ saya jadi ngikuti terus blognya dan tertarik juga ikut jadi anggota PENCAPIR (pengamat cerita-cerita piera) di facebook. sampai suatu kali si Pea ngadain giveaway berupa kartupos oleh-oleh galau tripnya di seputaran Italia. saya ikutan komen di salah satu post yang menceritakan perjalanannya ke Spello dan berharap dapat kartupos juga…eh ternyata beneran dapet πŸ™‚

ini dia wujudnya…

sekalian di sini aja ya balesnya hehehe…

Alhamdulillah kabar baik di sini. Dito udah tambah pinter dan bisa macem-macem nih Tante, terutama ngerjain bapak ibunya πŸ˜€ minta ini itu, temeni main, setelin video thomas and friends, anpanman, shinkansen, sampe bosen nontonnya (tapi dianya gak bosen-bosen) gak peduli bapak ibunya udah capek. udah dibuatin playlist tapi dia gak mau nonton sesuai urutan, maunya random, jadi harus ada yang di deketnya buat nurutin maunya si juragan kecil πŸ˜€ ngomongnya juga mulai lancar, bisa menyusun kalimat sederhana dengan kosakata campur aduk bahasa indonesia-jawa-jepang πŸ˜€

Alhamdulillah juga sampai saat baca posting terakhir di blognya Pea belum pernah sekalipun ngerasain kontraksi baik asli maupun palsu πŸ˜› lain ceritanya mungkin ya kalau nanti bacanya awal-awal bulan desember, hehehe….

mau cerita persalinan di sini? tenang, pasti kutulis versi lengkap…tunggu tanggal brojolnya ya πŸ™‚ oh iya jangan lupa doanya juga ya, semoga persalinan nanti lancar dan kami berdua sehat.

terima kasih ya Pe, udah berkunjung ke blogku dan mengapresiasi proyek-proyek jahitku yang masih amatir banget dan comot inspirasi sana-sini. pengen juga sih bikinin baju buat Pea…setidaknya nanti hasil jahitanku sementara bisa mewakili sampe Italia, meskipun akunya sendiri entah kapan ke sana πŸ˜› kalau Pea memang bener-bener berminat jadi salah satu model percobaan jahitan amatirku, let me know ya…^^

ok deh, terimakasih banyak buat kartuposnya. tetep semangat dan keep posting!

28 weeks

kemarin sabtu akhirnya saya bisa ngintip si murbei jilid 2 lagi. senangnya….^^
pertama datang agak khawatir dengan kenaikan berat badan saya juga si murbei. waktu terakhir nimbang di tempat teman saya minggu lalu kok sudah 53 kg. gawat…berarti dalam 3 minggu kenaikan BB saya hampir 5 kg. pasti kena tegur deh…wah tambah stres saya. takutnya BB cuma naik di saya, tapi murbei ga bisa mengejar ketertinggalan BB nya bulan lalu.

tapi syukurlah, kekhawatiran saya ga terjadi. BB saya 51.9 kg di usia kehamilan 28 minggu ini. naik 3.7 kg dari terahir periksa 4 minggu lalu. dan kenaikan ini ga disinggung sama dokternya πŸ™‚ mungkin karena bulan sebelumnya BB saya ga naik, jadi dianggap impas, hehehe…
Alhamdulillah perkiraan BB si murbei juga naik jadi 1082 gr, sesuai dengan umur kehamilan, ga lagi di batas bawah berat rata-rata. lega deh…

oh iya, kali ini si murbei mau diajak kompromi pas dilihat jenis kelaminnya. kalau sebelum-sebelumnya dokter bilang kemungkinan cowok, kemarin dilihat lagi cewek ternyata πŸ™‚ padahal suami berharap cowok karena lebih susah menjaga anak cewek katanya. kalau simbah-simbahnya sih pengennya cewek, biar lengkap kata mereka. saya sih ga masalah, seneng-seneng saja mau cowok apa cewek, buat saya yang penting sehat dan normal, jasmani maupun ruhaninya…

di usia kehamilan 28 minggu ini nafsu makan saya benar-benar menggila! saya sampai ngeri sendiri…habis makan nasi bawaannya masih lapar terus. masih pengen ngemil dan ngemilnya juga harus yang mengenyangkan, roti misalnya, cornflakes pakai susu, atau buah tapi dalam porsi yang agak besar. musim panas (yang hampir berakhir) ini banyak dijumpai buah nashi dan itu favorit saya. segar, banyak airnya, dan manis. sekali makan saya bisa habis 2 biji. padahal selama hamil di jepang diharapkan gak terlalu banyak kenaikan BBnya, takut bayinya juga besar dan susah ngeluarinnya. dengan cemilan macam itu, sudah manis, banyak pula asupannya, gimana BB saya ga melaju pesat??? haduhhh jadi serba salah (>.<)

saya sempat mengalami mimisan juga beberapa hari yang lalu. sebelumnya juga pernah dan darahnya membeku di hidung, tapi kemarin itu darah segar yang keluar, sampai saya harus sumpal lubang hidung pakai tisu. untungnya cuma sedikit dan waktu ditanyakan ke dokter, dokter bilang itu normal, ibu hamil memang gampang mimisan. kalau menurut yang saya baca itu pengaruh hormon, pertambahan volume darah, dan pelebaran pembuluh darah di seluruh tubuh termasuk di hidung. jadi yang saya alami kemarin itu normal, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, apalagi keluarnya cuma sedikit dan sebentar.

dari segi fisik, sudah jelas terlihat sekarang perut saya yang makin buncit. mobilitas juga sedikit menurun, ngerjain sesuatu ga bisa cepet, ritme melambat. baru kerja sedikit rasanya sudah capek dan ngos-ngosan. sudah gitu sumbu saya yang dari sononya sudah pendek jadi semakin pendek…karena segala keterbatasan fisik sekarang ini, pekerjaan rumah agak sedikit terbengkalai, sementara itu standar saya masih tinggi dan saya masih banyak maunya. gabungan beberapa hal itu bikin saya gampang uring-uringan. akhir-akhir ini saya juga sering menangis karena merasa ga berdaya, sedih, juga menyesal karena ga bisa mengendalikan emosi. untungnya suami saya superbaik dan penyabar. suami selalu mendengarkan saat saya marah-marah sambil nangis-nangis sampai selesai dan tak bosan menenangkan, mengingatkan saya untuk lebih bersabar lagi, lebih bisa menerima segala kondisi saat ini dan menikmatinya. iya iya…saya tau teorinya tapi prakteknya susah sekali. biar begitu setidaknya saya sedikit lega kalau sudah mengeluarkan uneg-uneg (dan juga kemarahan baik ke diri sendiri, anak, atau suami) ke suami. suami juga jadi lebih banyak lagi membantu kerjaan rumah, sebelum-sebelumnya memang sudah sangat membantu tapi seiring usia kehamilan saya yang semakin tua, porsi bantuannya makin besar. ah saya sungguh beruntung…dan saya bersyukur sekali punya suami sepertinya. tapi apakah suami saya juga merasa beruntung punya istri seperti saya? ha, silakan bertanya langsung ke orangnya πŸ˜€

oh iya, ini hasil USG si murbei kemarin

28 weeks baby bump in my 1st handmade maternity shirt

finally…my first handmade maternity shirt!

i bought 3 meters of this flowery printed cotton fabric (premiere by hokkoh) long time ago for only 480 JPY/meter. it’s soft and light, perfect for summer. for this shirt i only used about 2 meters of it because i made mistakes in altering pattern and cutting. this shirt should’ve been longer 😦
but it’s ok, at least my first attempt on making a shirt with a collar was a big success. i never have a courage to make clothes with a shirt collar before, most of my projects were collarless.Β  surprisingly, making the collar part was not as difficult as i thought, it was just easy peasy πŸ™‚

although this shirt is supposed to be worn on summer, the pattern actually was takenΒ  from this autumn/winter clothes sewing pattern book.

i madeΒ  some alterations in front part.Β  i cut the front part under the bust and made 3 pleats on each side of the lower part to accomodate my bump. i also add 3 rows of elastic on the back to fit and give some shape.

this is my 28 weeks baby bump ^^

goma cupcake

Duh…nasib jadi ibu hamil, bawaannya lapar melulu 😦 pagi habis sarapan celingak celinguk cari cemilan πŸ˜› sebenernya rada was-was juga sama pertambahan berat badan kalau kebanyakan ngemil terutama yang manis-manis, apalagi sekarang badan sudah mulai terasa berat, beraktivitas sedikit aja gampang capek dan ngos-ngosan. Tapi berhubung lapar (dan pengen), gimana lagi…akhirnya buka-buka buku resep kue andalan, Zenbu Hottokeki no oyatsu. di kulkas ada telur, margarin (persediaan mentega lagi kosong), susu, di lemari dapur ada goma (wijen) dan akhirnya pilihan saya jatuh ke double goma cupcake. dinamakan double karena pemakaian wijennya cukup banyak. selain dicampur ke adonan juga dipakai buat taburan.

Bahan-bahannya gampang didapat, bikinnya juga gampang.
Bahan-bahan :
tepung hot cake mix 120 gram
mentega 50 gram (saya pakai margarin)
gula 50 gram (saya kurangi, ternyata masih agak terlalu manis)
telur 1 biji
wijen ε€§γ•γ˜ 6 (setara ukuran 15 ml/tablespoon)
wijen ε€§γ•γ˜ 2 untuk taburan (saya skip, alias ga ditaburi lagi)
susu ε€§γ•γ˜ 1 (15 ml)

Cara membuat :
kocok mentega dan gula
masukkan telur, kocok lagi sampai rata
masukkan tepung hot cake mix, wijen, aduk rata
terakhir masukkan susu, aduk lagi sampai rata
masukkan masing-masing 1 sendok adonan ke aluminium cup sampai adonan habis
oven dengan suhu 160 derajat selama 20 menit.

berhubung setelah 20 menit cupcake masih berwarna kuning belum kecoklatan akhirnya saya panggang lagi selama 10 menit. sedangkan untuk angkatan ke dua saya panggang pakai suhu 180 derajat selama 20 menit. jadinya agak gosong luarnya, tapi dalamnya lembut meskipun kurang mengembang. tapi tetep enak lho, saya malah lebih suka versi yang agak gosong karena lebih crunchy. 1 resep yang saya buat tadi jadi 12 cup.

begitu cupcake keluar dari oven, dito langsung habis 3. 3 lagi yang gosong bablas dimakan ibunya. hmmmm….jadi ragu nih, bapak nanti kebagian gak ya? padahal rencananya buat buka puasa bapak juga nanti kalau pulang πŸ˜€