sibling

Sibling rivalry ternyata terjadi juga antara Dito dan Aoi. Kalau di awal Dito seakan cuek, meskipun dia merasa ada yang berubah karena hadirnya Oi tapi belum tahu gimana bersikap. Disuruh panggil adik ga mau, disuruh cium adik ga mau juga. Maksud hati biar dia dekat sama anggota baru di keluarganya gitu…Sedih lihatnya.

Tapi lama-lama Dito mulai ngerti kalau bayi ini yang bikin ibunya larang dia ngomong keras-keras kalau si bayi baru tidur, nyuruh dia main sendiri dulu kalau si bayi baru minum ASI, oh…ternyata bayi ini yang ambil jatah ASInya, gitu mungkin pikirnya. Jadilah Dito mulai bikin ulah. Semakin dilarang semakin menjadi. Ga bisa diajak negosiasi. Keras kepalanya luar biasa dan jadi lebih manja. Pernah sekali saya baru gendong Oi, Dito teriak-teriak marah minta gendong juga ke kamar. Negosiasi gagal dan akhirnya saya gendong mereka berdua daripada saya stres dengar teriakannya. Bisa-bisa tetangga pada protes. Ada kalanya Dito hanya mau apa-apa sama saya padahal biasanya sama bapaknya.

Akhir-akhir ini Dito mulai sadar kalau adiknya ini makhluk lucu yang bisa ketawa-ketawa kalau diajak ngomong. Dito jadi gemes. Pertama dipegang kakinya sambil bilang “kaki”, “chichai ashi” terus pegang tangan, towel-towel pipi….nah yang bahaya kalau sudah gemes banget dia suka peluk dan cium tapi karena Dito belum bisa mengontrol kekuatannya, biasanya adiknya nangis.

Kadang Dito juga bikin saya terharu. Saat adiknya tidur, itu kesempatan buat one-on-one time saya sama Dito. Entah itu bacain buku cerita, nonton kartun bareng, bikin kue bareng, pokoknya perhatian ibu full buat Dito. Kalau adiknya tiba-tiba nangis dan saya bilang kalau adik butuh ibu, dengan ringan hati dia bilang iya. Kadang kalau saya ga segera datengin adiknya, Dito suka bilang dengan nada memerintah “ibu…akachan nangis” dan itu diulang-ulang sampai saya datengin adiknya 🙂

Semoga mereka rukun sampai dewasa nanti.

Advertisements

2 thoughts on “sibling

  1. Insya allah Dito selalu sayang dan ngejaga adiknya, sama kea Arrel ke Rara 🙂

    Tapi di sana ga ada tetangga yg usil godain anak dgn blg ‘ga disayang lagi kalo punya adek baru’ kan, mbak?heehe

  2. Mungkin karena jaraknya dekat ya… apalagi ASI nya emang seakan “dirampok” Aoi ya… Semoga Dito semakin lama semakin sayang adiknya, dan malah bisa melindungi. Itu cuma masalah waktu aja kok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s