2,5 jam yang berkesan

Ya…2,5 jam yang berkesan itu saya alami hari Sabtu kemarin di klinik dokter gigi langganan, Hakata Chuo Dental Clinic di Hashimoto.

 

gambar diambil dari sini

Jadi ceritanya gigi bawah saya bagian kanan ada yang tumbuhnya ga bener. Kalau dari tengah urutan seharusnya first premolar (A), second premolar (B), dan first molar (C). Tapi karena “space”nya kurang, gigi B tumbuh di luar “jalur” alias di tengah-tengah gigi A dan C dan menghadap ke dalam. Gingsul tapi ke dalam, bayangkan….Karena ada gigi yang tumbuh di luar “jalur” akhirnya 3 sekawan si gigi A,B,dan C itu membentuk “segitiga bermuda” yang selalu memerangkap makanan ke dalamnya. Makanya dokter menyarankan dicabut saja gigi B itu.

Setelah dibius, mulailah dokter mencabut gigi B. Lama juga dokter berkutat dengan alat cabut yang mirip tang itu, eh tau-tau giginya patah. Jadi mahkotanya aja yang lepas, akarnya masih nancep di dalam. Ughh…perasaan saya udah ga enak aja.

Gigi saya dirontgen untuk melihat seberapa akar yang tertinggal dan gimana posisinya. Setelah itu dokter mulai lagi ngeluarin akar yang bandel itu. Dibor, dipotong sedikit demi sedikit dan dicongkel.  Saking kuatnya berusaha, tangan dokter yang sudah agak sepuh itu bergetar. Saya juga keder karena tegang, rahang rasanya hampir copot. Lama-lama efek bius berkurang dan kerasa banget sakitnya, makanya saya minta dibius lagi.

Meskipun sudah berusaha keras, akar gigi yang bandel itu belum juga mau lepas. Dokter senior sampai digantikan sebentar oleh dokter laki-laki yang lebih muda, tapi ga ada kemajuan berarti. Akhirnya saya dirontgen lagi, kali ini rontgen harus diulang 2 kali untuk mendapatkan hasil yang lebih jelas. Dari hasil rontgen terlihat akar yang bandel itu tinggal tersisa sedikit tapi posisinya berdempetan dengan akar gigi C dan bersilangan dengan akar gigi A, jadi susah bergerak. Dokter bilang baru kali ini ada kasus begini dan termasuk kasus yang susah. Dokter senior yang menangani saya sampai manggil 2 dokter lain yang lebih muda, laki-laki dan perempuan, untuk mendiskusikan hasil rontgen dan langkah berikutnya. Akhirnya Dokter bilang gigi A harus dicopot dulu biar akar gigi yang tersisa lebih mudah bergerak terus habis itu dipasang lagi. Hahhh??? Saya baru tau kalau gigi sehat dan ga kenapa-kenapa bisa dibongkar pasang begitu. Ya sudah saya ga punya pilihan lain, kepalang basah, gigi sudah dioprek sedemikian rupa. Saya kepingin tuntas malam itu juga.

Jadilah gigi A dicabut. Ternyata oh ternyata akarnya itu melengkung, bukannya lurus ke bawah seperti seharusnya. Pantesan bikin masalah. Setelah itu akar yang tersisa mulai berusaha dikeluarin lagi. Kali ini saya ditangani 2 dokter, dokter senior dan dokter perempuan yang masih muda. Cukup lama mereka ngoprek gigi saya dengan telaten, dibor dan dicongkel lagi sedikit demi sedikit. Saya sampai minta bius lagi karena efek bius sebelumnya ga mempan. Sakitnya luar biasa T.T tangan dan kaki saya dingin dan kesemutan karena menahan sakit di bagian rahang dalam posisi yang sama dan lama pula. Usaha dokter akhirnya berhasil, sisa akar yang cuma secuil bisa dicabut juga diiringi tawa lega kami bertiga.

Saya pikir penderitaan sudah berakhir ketika dokter bilang “yak, selesai” tapiiiii…itu masih koma, selanjutnya dokter bilang waktunya masang lagi gigi A yang dicabut tadi. Aaaarrrggggghhhh….

Tadinya saya pikir masang gigi lagi ya udah tinggal pasang aja. Baru kemudian saya mikir ga mungkin cuma dipasang, pasti perlu perkuatan, kalau ga bisa goyang dong. Perkuatan macam apa yang bakalan dipakai ya kira-kira?
Eng ing engggggg….ternyata DIJAHIT! Allahu Akbar!!!! Saya langsung lemes lihat dokter pegang jarum mirip kail ikan dengan ekor benang warna hitam di depan mata saya. Saya melahirkan 2 kali juga dijahit sih, tapi kan saya ga lihat prosesnya di bawah sana, cuma ngerasain aja. Lha ini, ya Allah gustiiiiii….gigi kan bagian dari kepala, dekat sama mata. Melihat persiapan jahitnya mental saya sudah jatuh duluan T.T saya cuma bisa pasrah, gigi saya diperkuat dengan jahitan di gusi #sumpah, ini saya ngetiknya sambil bergidik ngeri.

Jahitnya cuma sebentar dan ga begitu sakit, tapi serem lihat jarum, benang, dan gunting berseliweran di depan mata. Biasanya jarum, benang, gunting bikin saya hepi kalau urusannya sama kain. Ini urusannya sama gusi bo’…..NOT FUN AT ALL!

Setelah selesai, dokter bersihin muka saya. Saya bangun dari kursi pesakitan dengan kepala pusing dan gigi cenut-cenut, padahal efek bius masih ada. Bibir masih berasa tebal dan saya susah kumur-kumur. Saya bilang ke dokter sepertinya saya bakal butuh painkiller yang kuat setelah ini karena masih harus naik sepeda pulang. Dokter suruh saya minum antibiotik dan painkiller 2 butir sekaligus saat itu juga. Waktu saya keluar dari ruang praktek, klinik udah sepi. Kubikel tempat praktek dokter lain kosong dan di lobi tinggal mbak-mbak resepsionis. Hoho…rupanya saya pasien terakhir malam itu. Saya lihat jam sudah jam 20.45, padahal saya mulai diperiksa jam 18.00 dan klinik itu harusnya tutup jam 20.00 di hari Sabtu.

Sementara menunggu obat dan rincian biaya, saya kepikiran Oi di rumah. Sudah 3 jam lebih dari terakhir saya kasih ASI 😦 kebayang dia bakal nangis kelaparan terus ketiduran karena capek nangis, kasihan Oi. Saya ga nyangka bakalan lama. Sebenernya ada ASI beku di freezer, tapi saya ga sempat kasih tau suami 😦

Setelah dikasih obat dan bayar saya langsung ngebut pulang. Hufffttt….sampai rumah ternyata Oi sudah tidur. Kata suami Oi tadi nangis 😦 hiksss sediiihhh. Akhirnya setelah ganti baju dan cuci tangan saya bangunin Oi buat minum ASI. Sambil nangis  saya cerita ke suami betapa horornya kejadian di klinik tadi. Di klinik tadi saya masih bisa tahan, saya masih bisa ketawa-ketawa sama dokter. Lha gimana, dokter udah berusaha semaksimal mungkin, berusaha menjelaskan semuanya sebelum mengambil tindakan dengan bahasa inggris terbata-bata, dengan tangan gemetar karena urusan bor, congkel, cabut yang ga selesai-selesai. Saya juga harus kuat dong…berusaha (terlihat) rileks dan tenang meskipun aslinya saya ketakutan luar biasa. Mau nangis malu lah ya…kasihan juga kalau sampai nanti dokternya ga enak hati lihat saya nangis dan akhirnya ga fokus (Ge eR :P) Bisa tambah lama selesainya dan jadi panjang urusannya.

Subhanallah. Maha Suci Allah yang menciptakan setiap diri manusia unik, hingga detil-detil tersembunyi di bawah gusi.
Saya benar-benar takjub…Dia yang memberi akal pada manusia hingga dapat mempelajari dan menguasai ilmuNya, menggunakannya untuk memudahkan hidup mereka. Salah satu contohnya dalam ilmu kedokteran gigi. Betapa rumitnya susunan syaraf-syaraf di bawah gigi itu. Betapa sempurnanya perlindungan terhadap gigi, betapa kuatnya Allah menciptakan tulang yang menahan gigi jadi ga mudah lepas. Gigi diciptakan begitu kuat dan keras untuk bisa digunakan seumur hidup, bahkan masih utuh setelah orangnya meninggal. Rontgen memungkinkan kita tahu posisi akar gigi di dalam gusi, juga alat-alat perawatan gigi berbagai macam bentuk demikian banyaknya dengan fungsinya masing-masing.

Subhanallah, saya awam soal ilmu kedokteran gigi, sebegitu aja sudah bikin saya takjub. Padahal itu belum seberapa dibanding ilmuNya yang meliputi langit dan bumi. Pengalaman 2,5 jam di kursi periksa dokter gigi benar-benar membawa hikmah. Alhamdulillah sesuatu banget buat saya, termasuk horor dan traumanya 😀

Agenda berikutnya 2 minggu lagi buat nambal gigi taring sebelah kiri nih. Wish me luck!

Advertisements

6 thoughts on “2,5 jam yang berkesan

  1. mbaaaak diaaaaaaaaaaaaaan, itu dokter gigi jepangnya ganteng nggak? Minimal klo ganteng mah, agak2 ridha gitu mau balik lagi buat nambal juga T.T

  2. aduuuh mengerikan sekali ya? Tapi semestinya harus sudah diketahui bhw akarnya melengkung. Sebelumnya kan sudah di rontgen kan?
    RS besar ya? Dokter gigi emang ada macem2 sih. Aku skr dapat dokter gigi yang pinter banget, malah lebih dekat dari rumah dibandingkan dulu, jalan kaki 3 menit.

  3. Hehe ternyata pengalaman anda lebih seram dr saya. Kebetulan saya lg browsing2 ttg pasca gigi dicabut ktemu dgn blog mba. Bacanya antar ketawa dan kebayang hororny gmana. Saya td baru aja dicabut wisdom toothnya. Bner2 bikin kita lebih wisdom alias lebih wise soal ilmu gigi. Takjub akan kuasa Tuhan YME nyiptain kita sampe sedetail itu dgn akar gigi yg kokoh. Ini akar saya masih ketinggalan. Kata dokter akar saya juga panjang2 bgt dan ada 4. Ada 2 yg masi trtinggal ga mau ikutan cabut T.T dua lg ngikut mahkota dengan selamat. Minggu depan hrs balik lg utk rontgen gigi utk diliat si akar. Wish me luck too. Sedikit terhibur baca blog mba. 😉 memang benar segala sesuatu ada hikmahnya yah hehe

  4. Ya Tuhaaaann baru terjadi sama saya 1,5jam dokter nyabut gigi saya ga selesai2 masih tertinggal akarnya.. kejadian sama persis sm mbak tp saya di jakarta. dan kemampuan dokter jepang sepertinya melebihi jakarta bisa cabut lalu pasang gigi sehat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s