(Sepertinya) harus mulai dipisah

Biasanya saya mandiin anak-anak bareng. Selain biar sekalian beres, ada kalanya jadi motivasi buat salah satu yang lagi males mandi supaya mau mandi. Kalau saya masih ada kerjaan, masak belum selesai misalnya, sehabis mandi saya biarkan mereka main air dulu. Suatu pagi setelah mandi, anak-anak terlibat pembicaraan di dalam kamar mandi.
Dito (4 tahun 3 bulan) : “Adek kok gak ada t*t*tnya…”
Aoi (23 bulan) : “Iya, gak ada”
Dito : “Yo wis, gak papa…nanti kalau sudah gede juga tumbuh”
Saya mendengarnya dari dapur antara kaget dan pengen ketawa.
Akhirnya ada kesempatan kemarin suami yang menjelaskan (briefly aja sih) ke Dito kalau dia dan adiknya itu beda.
Ujian besar nih buat saya dan suami. Sebelumnya cuma baca-baca tentang sex education buat anak-anak, sekarang waktunya dipraktekkan.
Bismillah.

Advertisements

2 thoughts on “(Sepertinya) harus mulai dipisah

  1. sama dian…sering dimandiin bareng cuman kalo mare ngerti dia n adeknya mang beda seperti halnya mama dan ayah beda.cuman adeknya itu sering iseng nyolek2 birdnya si mas.mas mare jd geli2 senang.aaaaaaah…

    • ahahaha….sama Lin. adiknya itu yang rasa ingin tahunya lebih tinggi, masnya jadinya risih terus ngadu “bu, adik ini lhoooo….” kalau udah gitu tak ingetin, itu buat pipis bukan mainan 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s