roti keju

pagi ini agenda masak selesai lebih awal karena saya juga mulainya lebih awal. ngapain lagi ya sementara nunggu juragan kecil bangun? nyoba bikin roti ah…

ingat ada resep roti yang kayaknya gampang di NCC. saya pengennya roti cokelat, tapi ga ada persediaan meses di lemari dapur. ya sudah, ada keju di kulkas bolehlah. resepnya toh sama, cuma masalah isian aja yang beda. lagi pula suami saya lebih suka keju katanya. jadilah hari ini bikin roti keju, yuk mari….

ini resep dari NCC

ROTI KEJU

Bahan A:

500 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr gula
11 gr ragi instan
1/2 sdt bread improver
4 btr kuning telor
200 ml air Es

Bahan B:

100 gr mentega/margarine
5 gr garam

Bahan C:

100 gr keju cheddar parut
100 gr mentega

Cara membuat:

Aduk bahan A, uleni hingga bergumpal-gumpal, masukkan bahan B, uleni terus hingga kalis elastis. Istitirahatkan 20 menit.
Kempiskan adonan, potong timbang 40 gr, bulatkan. Istirahatkan 10 menit.
Aduk rata bahan C.
Ambil satu bulatan adonan, beri isi bahan C, bentuk lonjong.Lakukan untuk semua bulatan.
Diamkan 30 s/d 60 menit, tergantung kehangatan udara. Setelah terlihat mengembang ringan, poles atasnya dengan kuning telur kocok, panggang selama 20 menit, suhu 180 hingga terlihat keemasan. Angkat.

saya cuma bikin setengah resep dan jadinya 12 buah. karena ga punya bread improver jadinya ga pakai. kejunya juga bukan keju parut tapi keju blok yang dipotong dadu. olesan kuning telur kocoknya juga bukan pakai kuas tapi sendok, jadinya kurang cantik, gosong ga rata ๐Ÿ˜›
sepertinya adonan juga kurang lama diuleni, “baru” sekitar 30 menit dan sepertinya belum benar-benar memenuhi syarat kalis elastis, tangan saya sudah pegal.

meskipun hasilnya kurang lembut, kurang mengembang, dan kurang cantik, tapi rasanya sudah enak…seperti rasa roti seharusnya *ya iyalah…mosok adonan roti rasa gule?*

ini wujudnya sebelum dimasukkan ke oven

ini hasil panggangan pertama

ini hasil panggangan kedua, lebih ngembang, mungkin karena lebih lama didiamkan nunggu panggangan pertama mateng *dugaan asal seorang newbie*

ini konsumen pertama saya ๐Ÿ˜€

kesimpulannya : resep ini recommended banget untuk dicoba. bahan ga ribet, pengerjaan gampang, dan rasanya enak. cuma ya siap-siap pegel tangannya kalau nguleni manual ๐Ÿ˜€ jadi kepikiran buat ngajuin proposal pengadaan home bakery ke si Mas, seperti yang disarankan salah satu teman di FB, hehehe….

Advertisements

goma cupcake

Duh…nasib jadi ibu hamil, bawaannya lapar melulu ๐Ÿ˜ฆ pagi habis sarapan celingak celinguk cari cemilan ๐Ÿ˜› sebenernya rada was-was juga sama pertambahan berat badan kalau kebanyakan ngemil terutama yang manis-manis, apalagi sekarang badan sudah mulai terasa berat, beraktivitas sedikit aja gampang capek dan ngos-ngosan. Tapi berhubung lapar (dan pengen), gimana lagi…akhirnya buka-buka buku resep kue andalan, Zenbu Hottokeki no oyatsu. di kulkas ada telur, margarin (persediaan mentega lagi kosong), susu, di lemari dapur ada goma (wijen) dan akhirnya pilihan saya jatuh ke double goma cupcake. dinamakan double karena pemakaian wijennya cukup banyak. selain dicampur ke adonan juga dipakai buat taburan.

Bahan-bahannya gampang didapat, bikinnya juga gampang.
Bahan-bahan :
tepung hot cake mix 120 gram
mentega 50 gram (saya pakai margarin)
gula 50 gram (saya kurangi, ternyata masih agak terlalu manis)
telur 1 biji
wijen ๅคงใ•ใ˜ 6 (setara ukuran 15 ml/tablespoon)
wijen ๅคงใ•ใ˜ 2 untuk taburan (saya skip, alias ga ditaburi lagi)
susu ๅคงใ•ใ˜ 1 (15 ml)

Cara membuat :
kocok mentega dan gula
masukkan telur, kocok lagi sampai rata
masukkan tepung hot cake mix, wijen, aduk rata
terakhir masukkan susu, aduk lagi sampai rata
masukkan masing-masing 1 sendok adonan ke aluminium cup sampai adonan habis
oven dengan suhu 160 derajat selama 20 menit.

berhubung setelah 20 menit cupcake masih berwarna kuning belum kecoklatan akhirnya saya panggang lagi selama 10 menit. sedangkan untuk angkatan ke dua saya panggang pakai suhu 180 derajat selama 20 menit. jadinya agak gosong luarnya, tapi dalamnya lembut meskipun kurang mengembang. tapi tetep enak lho, saya malah lebih suka versi yang agak gosong karena lebih crunchy. 1 resep yang saya buat tadi jadi 12 cup.

begitu cupcake keluar dari oven, dito langsung habis 3. 3 lagi yang gosong bablas dimakan ibunya. hmmmm….jadi ragu nih, bapak nanti kebagian gak ya? padahal rencananya buat buka puasa bapak juga nanti kalau pulang ๐Ÿ˜€

nasi kuning buat ultah dito

ultah dito yang ke 2 hari rabu lalu saya masak lumayan banyak. rencananya sekalian buat dibagi sama tetangga. menunya nasi kuning dengan lauk pelengkapnya berupa ayam panggang, telur dadar, dan kering tempe campur kentang, teri, dan kacang.

saya mulai nyicil masak sehabis sahur. pertama masak ayamnya, diungkep agak lama bersama bumbu-bumbu sampai empuk. terus nyiapin bumbu halus buat kering tempenya dan racikan buat sambelnya. agak siangan saya mulai goreng-goreng tempe, kentang, dan kacang. lalu disela bikin dadar telur tipis-tipis. sementara menunggu dadar agak dingin supaya siap diiris saya masak keringnya. kering beres, dadar sudah diiris, waktunya bikin sambel. masak lauknya sih ga ada masalah meskipun agak ribet.

masalahnya pas masak nasi kuningnya…biasanya saya cuma masak 2 cup, kali ini masak 4 cup. karena males saya masak sekalian semua. ternyata pas timer rice cooker penanda nasi matang berbunyi, tralalalaaa….nasi belum matang! huwaaa…saya rada panik soalnya sudah hampir waktunya buka. akhirnya saya keluarin separuh nasinya, masak lagi sampai benar-benar matang. habis itu dkeluarkan dan masak lagi separuh sisanya. jadi akhirnya 2 kali masak. setelah matang semua baru saya campur&angetin di rice cooker.

setelah menu siap, saatnya ngebento. ada 10 bento yang harus saya siapkan buat diantar ke tetangga. agak-agak gedubrakan sih…mana karet gelang buat nahan tutupnya musti nunggu dibeliin suami saya dalam perjalanan pulang dari kampus. setelah bento siap, sementara nunggu suami pulang, saya bikin tumpeng-tumpengan hehehe….iya, tumpeng-tumpengan, kalau tumpeg asli kan bentuknya kerucut lancip gitu. lha ini bulet karena dicetak pakai mangkok ๐Ÿ˜› terus hiasannya juga seadanya dan sebisanya ๐Ÿ˜€ meskipun ga jadi buat menu buka tapi hantaran nasi kuning buat para tetangga akhirnya terkirim juga sehabis maghrib. yah…gak tau gimana rasanya (ayamnya kayaknya agak keasinan deh…) dan biarpun cuma sedikit porsinya, yang penting rata…tetangga bisa ikut merasakan nasi kuning buatan ibu dito ๐Ÿ™‚

banana muffin with almond topping

masih dalam demam bikin kue dari buku resep hotcake mix, hari ini saya bikin banana muffin. kebetulan masih ada sisa pisang 1 di meja makan.
bahan-bahannya simpel, pengerjaannya juga mudah. berhubung pisangnya tinggal 1, saya hanya bikin setengah resep saja dan jadinya 6 buah muffin.

ini resep utuhnya
bahan :
tepung hotcake mix 120 gram
mentega 40 gram
madu 30 gram
pisang 170 gram
air perasan jeruk lemon secukupnya
almond secukupnya untuk taburan (ini ga ada di resep, tambahan dari saya aja, ga pakai juga ga papa)

how to :
biarkan mentega lembek di suhu ruang
sementara itu hancurkan pisang pakai garpu lalu masukkan air perasan jeruk lemon
campur mentega bersama madu, aduk rata
masukkan tepung hotcake mix, aduk rata
terakhir masukkan pisang yang sudah dihancurkan, aduk rata
ambil 1-2 sendok adonan masukkan ke dalam aluminium cup
taburkan almond di atasnya
panggang selama 25 menit dengan suhu 170 derajat atau sesuaikan asal jangan sampai gosong, karena mungkin beda oven beda hasil. saya pakai 180 derajat selama 30 menit.

voila!

my first homemade cookie

berawal dari kebagian bikin snack buat buka bersama, saya jadi ingat kalau saya punya buku resep berbahan dasar tepung hotcake mix. saya beli buku ini sudah lama sekali tapi belum ada satupun resep yang saya praktekkan.

gambar diambil dari sini

resep di buku ini sederhana dan sepertinya gampang pengerjaannya. resep-resep dikelompokkan berdasarkan cara memasaknya. dari yang paling mudah pakai wajan biasa, pakai rice cooker, dikukus, sampai dipanggang pakai oven.

sebagai contoh sejenis cake yang saya buat untuk buka bersama kemarin. cakenya dimasak pakai rice cooker. bahan-bahannya terdiri dari pisang, tepung hotcake mix, telur, jus jeruk, madu, dan salad oil. jadinya enak…sayang agak lengket di gigi (saya ga tau kenapa…apa memang begitu seharusnya?) dan sayangnya lagi lupa saya foto sebelum dipotong-potong dan disantap ๐Ÿ˜›

resep kedua yang saya coba hari ini adalah chocochips cookie. bahannya tepung hotcake mix, mentega, susu, dan chocochips. berhubung saya ga punya persediaan chocochips, saya ganti pakai almond dan kismis. oh iya, saya tambahkan gula halus yang tidak ada di resepnya. hasilnya enak, dalamnya lembut dan luarnya crunchy ^^ 1 adonan berdasarkan resep jadi sekitar 10 buah cookies.

eksperimen bersama : es cendol

fukuoka mulai panas seminggu terakhir ini. dan panas-panas begini saya selalu terbayang segarnya es kelapa muda, es cendol/dawet, es teler, dan teman-temannya yang tentu saja susah didapat di fukuoka. setelah sebelumnya saya janjian sama Uma, teman saya sesama ibu hamil, kami sepakat hari kamis kami mau belajar bikin es cendol. resepnya didapat Uma dari sini. sepertinya tidak terlalu sulit dan bahan-bahannya juga mudah didapat.

jadilah hari kamis kemarin kami bertiga (saya, Uma yang juga lagi hamil muda, sama Mbak Mala yang lagi kepingin hamil juga) berkumpul di rumah saya dan bereksperimen bersama. saus gula dan santannya sudah saya buat sebelumnya, jadi tinggal bikin cendolnya dan ini bagian yang paling ribet. berhubung keterbatasan alat berupa wadah berlubang untuk mencetak cendolnya, kami pakai sodet berlubang yang ternyata kekecilan. ini membuat proses mencetak cendolnya jadi lama, apalagi waktu itu saya dengan pedenya memutuskan untuk membuatnya 3 kali lipat porsi yang ada di resep. maksud saya biar bisa dibagi-bagi buat tetangga dan dibawa pulang buat suami masing-masing. akhirnya Mbak Mala mengusulkan untuk mencabik-cabik *duh…bahasanya* adonan dalam air saja, meskipun bentuknya nanti jadi tidak beraturan yang penting berasa cendol, hehehehe….akhirnya setelah kami bertiga bergantian mencetak cendol dengan penuh perjuangan, akhirnya cendolnya jadi juga ๐Ÿ˜€
berhubung tidak ada nangka, Uma membawa kelapa muda kalengan sebagai pelengkap. setelah semua siap kami racik sendiri-sendiri es cendolnya dan menikmatinya bersama. soal rasa jangan ditanya, tapi puassss deh bikinnya *dan minumnya tentu saja*….^^

oh iya, sebagai pelengkap acara ngobrol-ngobrol menikmati es cendol, saya juga bikin tahu bakso dan rujak dengan bahan seadanya. nyammm…:)

oseng kangkung

dari minggu kemarin di supermarket dekat rumah sudah ada kangkung. pertamanya suami yang tahu. pulang dari kampus saya nitip minta dibelikan bayam eh pulang-pulang bawa 3 bungkus kangkung. huwaaaaa….saya senang tiada terkira ๐Ÿ™‚ langsung saya minta suami kabari tetangga saya orang indonesia yang juga suka kangkung ๐Ÿ˜€
kangkung di sini hanya bisa dijumpai saat musim panas. satu bungkus harganya 98 yen (hampir 10000 rupiah :(), itupun isinya sedikiiiit, paling ga sampai 10 batang. saya biasa masak 2-3 bungkus sekaligus sekali masak dan bis ludes sekali makan (bareng suami tentunya).
kangkung biasanya saya masak oseng dengan bumbu bawang merah, bawang putih, cabe, garam, lengkuas dan daun salam (opsional). cuma kemarin sempat saya tumis pakai bawang putih dan garam saja, lalu dimakan pakai sambal terasi mentah. sambal terasi mentah ini favorit saya, bikinnya juga mudah. bawang merah, cabe rawit, cabe merah besar-kalau ga ada bisa pakai cabe merah keriting-, terasi bakar, dan tomat (ga pakai juga ga papa), semua diulek jadi satu, bubuhi garam dan sedikit gula. lebih afdol lagi dikucuri air perasan jeruk limau. nyammmmm….bisa nambah nasi berpiring-piring ๐Ÿ˜€