Pantai Baru

Ceritanya minggu lalu kami ke JCM, rencananya mau beliin otoped buat Oi. Tapi seperti biasa, Oi suka ganti-ganti pilihan dan jadinya malah beli satu set sand bucket. Jauh banget kan pilihannya?

Nah, berhubung udah beli mainan bagus masa cuma dipake buat main tanah di halaman belakang? Kan sayang… Tiba-tiba saya ingat, dulu Oi pernah minta main ke rumah Arsyad, anak teman saya, dan belum kesampaian. Kebetulan rumahnya lumayan dekat pantai. Wah, asik nih, pikir saya. Sekali jalan dapat double fun.

Kami tawarkan idenya ke Dito-Oi dan tentu saja mereka setuju. Pagi tadi saya baru menghubungi teman saya untuk menanyakan apa mereka ada di rumah. Padahal Dito sudah mengingatkan saya untuk ngabari ibunya Arsyad dari Senin kemarin. Untungnya mereka belum ada acara hari itu.

Kami berangkat jam 9 dengan panduan GPS karena ini petama kalinya kami ke rumah Arsyad. Alhamdulillah perjalanan lancar. Jam 10 kami sampai di sana. Begitu sampai, langsung deh anak-anak main, bapak-bapak dan ibu-ibunya pada ngobrol.

Rumah Arsyad besar dan luas. Terasnya juga adem…jadi kami ngobrol sambil agak terkantuk-kantuk. Kami ngobrol sampai jam 11.30. Berhubung tuan rumah sudah nyiapin makan siang, maka kami makan dan sholat dulu sebelum ke pantai. Menunya sederhana tapi enaaakk….Ada sayur sop, ayam dan tempe goreng, juga sambel yang nendang pedasnya.

Perjalanan ke pantai memakan waktu sekitar 15 menit. Sawah dan perkampungan terbentang di sepanjang kiri kanan jalan. Angin bertiup cukup kencang, bikin ngantukkk…

Begitu sampai di pantai, anak-anak langsung turun, bermain dengan ombak dan pasir. Dito-Oi seneng banget. Sedangkan Arsyad ga mau gabung dan lebih milih nempel bapaknya. Kami para orang tua jagain mereka main sambil ngobrol. Tak lupa foto-foto 😀

Sekitar satu jam kemudian saya berinisiatif ngajak anak-anak pulang karena mereka sudah kedinginan. Akhirnya kami mandikan dan ganti baju anak-anak. Sebenarnya kurang afdol ke pantai ga makan seafood. Tapi kami memutuskan langsung pulang saja karena takut terlalu capek, padahal perjalanan pulang masih jauh.

Seperti yang saya duga, anak-anak tertidur dalam perjalanan pulang. Sampai-sampai Oi ga sadar sandalnya jatuh. Kami baru tau sewaktu sampai di SPBU. Tapi untungnya bapaknya Arsyad kasih kabar kalau mereka nemuin dan nyimpen sandalnya Oi.  Alhamdulillah..masih rejekinya Oi 😀

Sampai rumah anak-anak malah udah bangun dan segar. Emak sama bapaknya yang teler. Fiuhhhh….capek tapi seneng! 🙂

sewing update

kondisi fisik saya akhir-akhir ini semakin payah saja. perut yang semakin besar membatasi gerak saya. susah pindah posisi sewaktu tidur atau dari posisi duduk ke berdiri, susah pakai sepatu dan kaos kaki…dan yang jelas gampang capek! mobilitas dan aktivitas semakin melambat.

banyaknya persiapan menjelang kelahiran anak ke dua ini membuat saya hampir gak sempat lagi menjahit. saya gak punya meja khusus jahit, jadi mesin jahitnya ditaruh di meja pendek dan saya lesehan kalau menjahit. perut besar membuat saya gak bisa lama-lama duduk lesehan.

proyek jahit menjahit yang bisa saya kerjakan dalam sebulan terakhir ini cuma ganti sarung futon Dito dan menyelesaikan baju Uma yang terbengkalai berbulan-bulan lamanya. *Uma maafkan sayaaa….
sebenarnya masih ada quilt yang rencananya buat menyambut kelahiran adik Dito, tapi sepertinya saya menyerah saja. entah kapan selesainya….malessss dan boseeeeennn ngerjainnya. rencana bikin bumper buat box bayi, diaper bag, dan nursing apron juga entah kapan terlaksana. yahhh sudahlah…saya gak mau ngoyo, meskipun ada sedikit rasa gimana gitu kalau mesin jahit saya nganggur.

ini futon refashion yang sebenarnya udah selesai bulan lalu. awalnya futon Dito ini warisan dari Mas Kio, berhubung covernya sudah kusam akhirnya saya ganti. yang milih motif kainnya ini Dito sendiri lho…ehmmm, dengan sedikit manipulasi dari ibu tentunya, hehehehe…..
jadi ceritanya Dito saya ajak ke toko kain. ada kain warna krem bermotif truk dan alat-alat berat kecil-kecil yang Dito suka, tapi harganya agak mahal. akhirnya saya tunjukkan satu lagi kain bertema pantai yang lebih meriah warnanya dan tentu saja lebih murah harganya. saya minta Dito memilih dan akhirnya dia memilih yang kedua. horeeee…!!!
berhubung saya salah perhitungan, kain yang saya beli ternyata kurang. jadinya saya sambung kain polos warna biru di kedua sisi futon. selain itu lebar futon juga saya kurangi dengan memotong busa di dalamnya 5 cm di salah satu sisi. hasilnya tidak terlalu mengecewakan meskipun juga bisa dibilang tidak terlalu rapi 😛

 

 

proyek kedua yang baru selesai kemarin malam adalah bajunya Uma teman saya yang lagi hamil juga. modelnya simpel saja, terusan dengan model jumper dengan kerut di bawah dada dan tali di belakang. sempat khawatir kain kurang karena saya salah ukuran waktu bikin bagian atasnya. jadi saya bikin lagi bagian atas dengan ukuran yang lebih besar. selain itu karena Uma sendiri posturnya tinggi, sedang hamil pula, jadi seluruh lebar kain terpakai buat bikin bagian roknya. lega deh akhirnya jadi juga….lunas hutang saya, hehehe….dari kemarin khawatir gak kepegang, sayanya keburu lahiran dan Uma juga perutnya semakin besar, keburu mau dipakai bajunya. semoga pas dan bisa mengakomodasi perutnya yang akan semakin membesar nanti ^^