Libur Telah Tiba

Alhamdulillah…semester 1 sudah terlewati. Selasa kemarin saya ke sekolah ketemu gurunya anak-anak dan mendiskusikan perkembangan mereka. Di buku laporan disebutkan bahwa target untuk setiap tingkat kemampuan sudah tercapai. Hanya sedikit catatan untuk tetap memotivasi anak selama di rumah, terutama Dito. Dito anak yang “cilik aten” (kecil hati) kalau orang Jawa bilang. Saya yakin Dito punya kelebihan lain yang bisa diasah, tapi bagaimanapun juga “cilik aten”nya ini perlu ditangani. PR buat kami orang tuanya nih…

Mulai kemarin anak-anak resmi libur semester 1. Masuk lagi 4 Januari tahun depan. Karena Bapak ga libur, jadilah Emak yang cari cara atur waktu buat ngisi liburan biar ga bosen. Libur hari pertama acaranya ke SD Tumbuh di Jl. AM Sangaji. Di sana ada acara seminar (yang pas saya datang sudah selesai, hiks…) dan pentas seni. Niatnya ke sana mau lihat dan survey sekolah, ternyata sebaiknya ikut seminarnya dulu supaya tau gimana proses pembelajaran di SD Tumbuh. Beruntung kemarin sempat bertemu kepala sekolahnya dan beliau bilang bisa datang lain kali untuk tanya-tanya dan ngobrol. Ya sudah, kunjungan berikutnya malah bisa sekalian ngajak suami.

Saya dapat info SD Tumbuh dari teman yang anaknya sekolah di sana. Kemarin kami ketemu dan dia yang mengantar saya berkeliling melihat-lihat ruang kelas dan lingkungan sekolah. Saya pribadi sudah sreg dengan pembelajaran yang memberi banyak ruang untuk siswa bereksplorasi. Sepertinya jadi alternatif menarik buat Dito selain pilihan untuk masuk sekolah negeri. Tapi keputusan akhir nanti tetap perlu dibicarakan bareng Dito dan Bapaknya.

Selesai acara di SD Tumbuh kami mampir beli kue ulang tahun. Kemarin ulang tahun Oi yang ke 4. Oi yang tertidur selama perjalanan bangun begitu sampai di toko kue. Dito bilang sejak di parkiran, “Bunya enak banget ya, Bu”. Tanpa menunggu saya, Dito dan Oi masuk ke toko kue dan berkeliling melihat-lihat. Oi pilih sendiri kuenya, kue berbentuk hati berwarna pink. Setelah membayar kami  pulang dan menunggu Bapak untuk acara potong kue.

Bapak pulang jam 4. Setelah semua mandi, acara potong kue dimulai. Happy Birthday, Oi! Semoga tumbuh jadi anak sholihah yang sehat, bahagia, pembawa kebaikan bagi sesama. Aamiin.

Alhamdulillah, bisa dibilang hari pertama liburan berjalan lancar. Saya sudah semakin pede pergi-pergi bawa 2 anak tanpa suami. Asal bawa gendongan yang buat boncengan untuk antisipasi kalau salah satu anak mengantuk dan tak lupa jas hujan karena sekarang sudah masuk musim hujan. Meskipun saya lebih pilih di rumah sih kalau sudah terlihat mendung. Hujan biasanya turun siang menjelang sore, kadang awet sampai malam, jadi kalau mau pergi-pergi mending pagi saja.

Liburan anak-anak masih lama. Suami belum bisa libur, jadi belum bisa mudik. Males banget di Jogja kalau musim liburan begini. Di mana-mana bakal macet. Apalagi ada wahana bermain air baru di Sleman dan Sekaten di Alun-alun Utara Keraton. Begitu suami libur, kami akan segera mudik ke kampung halaman saya di Ngawi. Mengasingkan diri sejenak, merefresh badan dan pikiran. Yosshhh…Selamat berlibur semuanyaaa!!!

Prestasi Sabtu ini :D

Pagi ini prestasi banget buat saya. Jam 9 semua sudah pada sarapan dan mandi. Sarapannya homemade pula, hahaha….Padahal libur biasanya suka molor-molor santai-santai.

Sejak bangun tadi kami sudah bagi tugas. Suami cuci piring sama belanja. Simpel saja menunya hari ini. Ikan sama sambel. Jadi suami ga bingung belanja ini itu. Sementara saya setrika. Lagi latihan ga menunda pekerjaan ceritanya…karena biasanya sampai 2 atau 3 kali nyuci baru setrika. Ujung-ujungnya panggil simbah tetangga juga buat bantuin, hehehe….Padahal simbah udah resmi ga bantu-bantu di rumah 2 bulan ini. Cuma kalau saya lagi capek (seringnya sih males wkwkwkkk….) baru saya minta datang.

Semoga prestasi ini bisa terus saya pertahankan. Ya..sukur-sukur bisa ditingkatkan. Aamiin.

Oh iya, blog post ini bagian dari usaha saya untuk kembali menulis. Pengennya sih pendek-pendek saja, tapi kontinyu. Semoga istiqomah. Doakan saya ya.

Pantai Baru

Ceritanya minggu lalu kami ke JCM, rencananya mau beliin otoped buat Oi. Tapi seperti biasa, Oi suka ganti-ganti pilihan dan jadinya malah beli satu set sand bucket. Jauh banget kan pilihannya?

Nah, berhubung udah beli mainan bagus masa cuma dipake buat main tanah di halaman belakang? Kan sayang… Tiba-tiba saya ingat, dulu Oi pernah minta main ke rumah Arsyad, anak teman saya, dan belum kesampaian. Kebetulan rumahnya lumayan dekat pantai. Wah, asik nih, pikir saya. Sekali jalan dapat double fun.

Kami tawarkan idenya ke Dito-Oi dan tentu saja mereka setuju. Pagi tadi saya baru menghubungi teman saya untuk menanyakan apa mereka ada di rumah. Padahal Dito sudah mengingatkan saya untuk ngabari ibunya Arsyad dari Senin kemarin. Untungnya mereka belum ada acara hari itu.

Kami berangkat jam 9 dengan panduan GPS karena ini petama kalinya kami ke rumah Arsyad. Alhamdulillah perjalanan lancar. Jam 10 kami sampai di sana. Begitu sampai, langsung deh anak-anak main, bapak-bapak dan ibu-ibunya pada ngobrol.

Rumah Arsyad besar dan luas. Terasnya juga adem…jadi kami ngobrol sambil agak terkantuk-kantuk. Kami ngobrol sampai jam 11.30. Berhubung tuan rumah sudah nyiapin makan siang, maka kami makan dan sholat dulu sebelum ke pantai. Menunya sederhana tapi enaaakk….Ada sayur sop, ayam dan tempe goreng, juga sambel yang nendang pedasnya.

Perjalanan ke pantai memakan waktu sekitar 15 menit. Sawah dan perkampungan terbentang di sepanjang kiri kanan jalan. Angin bertiup cukup kencang, bikin ngantukkk…

Begitu sampai di pantai, anak-anak langsung turun, bermain dengan ombak dan pasir. Dito-Oi seneng banget. Sedangkan Arsyad ga mau gabung dan lebih milih nempel bapaknya. Kami para orang tua jagain mereka main sambil ngobrol. Tak lupa foto-foto 😀

Sekitar satu jam kemudian saya berinisiatif ngajak anak-anak pulang karena mereka sudah kedinginan. Akhirnya kami mandikan dan ganti baju anak-anak. Sebenarnya kurang afdol ke pantai ga makan seafood. Tapi kami memutuskan langsung pulang saja karena takut terlalu capek, padahal perjalanan pulang masih jauh.

Seperti yang saya duga, anak-anak tertidur dalam perjalanan pulang. Sampai-sampai Oi ga sadar sandalnya jatuh. Kami baru tau sewaktu sampai di SPBU. Tapi untungnya bapaknya Arsyad kasih kabar kalau mereka nemuin dan nyimpen sandalnya Oi.  Alhamdulillah..masih rejekinya Oi 😀

Sampai rumah anak-anak malah udah bangun dan segar. Emak sama bapaknya yang teler. Fiuhhhh….capek tapi seneng! 🙂

Update

Hola…

Ternyata hampir 2 tahun blog ini saya terlantarkan. Kemana saja saya selama ini? Masih di sini-sini aja. Sibuk apa? Sok sibuk ini itu. Hehehe…

Update singkat saja ya…

Alhamdulillah saya sudah pindah rumah sendiri selama 2 tahun ini.

Anak-anak sudah sekolah mulai Agustus kemarin. Dito masuk TK B dan Aoi masuk playgroup.

Sudah sekitar 1,5 tahun saya belajar usaha. Hobi menjahit saya sekarang menjadi hobi yang dibayar 🙂 Kemarin sempat berhenti beberapa bulan dan baru mulai lagi bulan ini. Belum menerima pesanan baru, masih menyelesaikan hutang pekerjaan yang tertunda. Doakan saya ya…semoga semua lancar dan penyakit  malas saya ga kambuh lagi 😛

Oh iya, hari ini ulang tahun pernikahan saya dan suami yang ke 7. Waktu cepat berlalu. Dalam 7 tahun dari 2 orang sudah nambah jadi 4 orang anggota keluarganya. Semoga kami semakin samara dan tetap kompak. Aamiin.

Tulisan pertama setelah vakum ini saya tulis sesaat setelah saya menyelesaikan buku 100 years old man who climbed out  of the window and disappeared. Buku ini kado ultah saya bulan Juli lalu, selesai dibaca pas ultah pernikahan saya hari ini. Ceritanya bagus dan menghibur banget. Recommended lah pokoknya.

Senang akhirnya bisa me time dengan membaca setelah seharian saya nginem karena ART sudah resmi saya berhentikan seminggu ini. Dari nyapu, setrika, bersihin kamar mandi, dan ngucek seragam taekwondo kami bertiga yang eughhhh…..bikin tangan pegel. Berhubung libur, hari ini masaknya juga libur. Yeayyy…..berkurang kerjaan rumah. Sementara saya me time, anak-anak saya biarkan main air di depan. Bakal nambah cucian sih, tapi biarlah yang penting sekarang semua senang 🙂

Berhubung ini publish dari hape dan saya masih kagok, jadi belum bisa kasih foto-foto. Mungkin lain kali saja 😀

(Sepertinya) harus mulai dipisah

Biasanya saya mandiin anak-anak bareng. Selain biar sekalian beres, ada kalanya jadi motivasi buat salah satu yang lagi males mandi supaya mau mandi. Kalau saya masih ada kerjaan, masak belum selesai misalnya, sehabis mandi saya biarkan mereka main air dulu. Suatu pagi setelah mandi, anak-anak terlibat pembicaraan di dalam kamar mandi.
Dito (4 tahun 3 bulan) : “Adek kok gak ada t*t*tnya…”
Aoi (23 bulan) : “Iya, gak ada”
Dito : “Yo wis, gak papa…nanti kalau sudah gede juga tumbuh”
Saya mendengarnya dari dapur antara kaget dan pengen ketawa.
Akhirnya ada kesempatan kemarin suami yang menjelaskan (briefly aja sih) ke Dito kalau dia dan adiknya itu beda.
Ujian besar nih buat saya dan suami. Sebelumnya cuma baca-baca tentang sex education buat anak-anak, sekarang waktunya dipraktekkan.
Bismillah.

procrastination


Procrastination is the practice of carrying out less urgent tasks in preference to more urgent ones, or doing more pleasurable things in place of less pleasurable ones, and thus putting off impending tasks to a later time. (sumber : wikipedia)

Procrastination. I think i’m getting better at it and recently my procrastination leads to this. (i shouldn’t be surprised

need ironing immediately

need ironing immediately

This is what happen when you keep postponing a task that supposed to be done a week ago.
And this. stressed. me. out.