hari pertama Dito masuk hoikuen

hari pertama Dito masuk hoikuen kemarin Alhamdulillah semua berjalan lancar. saya bangun jam 4.30 (tumben) dan ga tidur lagi. saya terlalu nervous menghadapi hari pertama ini, padahal Ditonya tenang-tenang saja. lebay memang….cuma 4 jam aja lho nanti ditinggalnya.

saya cek lagi semua persiapannya, peralatan selama nanti di hoikuen : baju ganti, popok, training pants, lap tangan, lap makan, celemek makan, lap sehabis cebok, handuk sedang dan handuk besar buat selimut dan alas tidur siang, baju yang mau dipakai waktu berangkat, kaos kai, sepatu, semua beres. semua sudah saya beri label nama malam sebelumnya. semua saya masukkan ke tas besar bermotif kereta yang dipilih sendiri oleh Dito dan baru saya selesaikan beberapa hari yang lalu.

setelah semua persiapan Dito beres, saya buru-buru masak dan beres-beres rumah sekaligus menyiapkan keperluan saya untuk kelas nihongo. saya kepengen semua lancar hari ini dan persiapan selesai sebelum jam 9, karena saya harus ke nokata dulu untuk memperpanjang kartu bis saya. akhirnya kami siap sebelum jam 9. saya ke nokata sementara Dito sama bapaknya duluan berangkat ke hoikuen. ternyata saya selesai dari nokata pas jam 9. sambil menunggu jam 9.15 kami berhenti di pinggir sungai melihat ikan, kura-kura, dan bebek sambil mengingatkan Dito sekali lagi bahwa hari ini dia mulai masuk hoikuen, bermain bersama teman-teman dan sensei-sensei untuk kemudian ibu jemput sepulang dari kelas nihongo.

jam 9.10 kami masuk hoikuen, mengantar Dito ke kelasnya (kelompok 1-2 tahun) dan menaruh semua perlengkapan Dito di tempatnya masing-masing yang diberitahukan oleh salah seorang sensei. setelah itu saya diminta mengisi lembar informasi mengenai : jam berapa Dito diantar hari ini, sudah sarapan atau belum, sudah pup atau belum (kalau sudah, bagaimana pupnya tadi lembek atau padat), jam berapa nanti dijemput, dan siapa yang menjemput. selesai mengisi lembar informasi itu, baru kami bisa meninggalkan Dito untuk beraktivitas.
saat kami tinggal Dito tenang sekali dan tidak menangis. mungkin karena sudah terbiasa di daycare Fuku-fuku Plaza, apalagi di Ayumirai hoikuen lebih banyak lagi temannya. waktu itu jadwal taiso (senam), anak-anak menggerakkan badannya sesuai arahan sensei dan mengikuti musik, lalu berlari berkeliling aula. Dito ikut berlari-lari kecil sambil digandeng senseinya. kami pun berpamitan dan meninggalkannya dengan tenang.

kali ini saya ambil rute berangkat ke kelas nihongo berbeda dari biasanya (bis 505 dari iki chugakko). sepeda saya taruh di parkiran toricho bersama suami saya, dia menunggu bis ke Ito Campus di halte toricho itu sementara saya berjalan dulu ke halte ishimaru 3 chome menunggu bis 506 ke tenjin. ada bagusnya juga saya ambil rute yang beda dari biasanya ini, saya bisa sampai kelas tepat waktu (biasanya seslalu terlambat, hehehe….). bahkan saya yang pertama datang setelah Matsushita sensei 😀

jam 13.15 jadwalnya Dito saya jemput. kelas nihongo saya selesai jam 12. tapi saya terlambat ikut bis yang jam 12.01 (bisnya juga terlambat sebenarnya) dan akhirnya ikut bis jam 12.11. saya perkirakan sampai tenjin kurang dari jam 12.30 dan masih bisa ikut bis 12.34 yang 506 atau bis yang ke Ito Campus pada jam yang sama. tapi ternyata sejak dari pintu keluar tol, jalanan macet sekali. semua kendaraan merayap pelan. aduh…saya sempat stres dan bolak balik melihat jam (yang bikin saya semakin stres). saya baru bisa turun di depan kantor pos tenjin jam 12.38 (telat hampir 10 menit dari jadwal). begitu turun saya lari menyeberang, Thank God…2 penyeberangan yang harus saya lewati lampunya pas menyala hijau terus. sampai di halte tenjin kita saya atur nafas…sambil membatin dalam hati, meminta maaf ke si murbei 2 dalam perut, pasti dia kaget diajak lari-lari begitu, berharap semoga ga kenapa-kenapa. saya sudah hopeless bisa ikut bis 506 atau bis ke Ito Campus jam 12.34, karena saat itu sudah jam 12.43. saya hanya berharap bis 505 yang jam 12.44 tepat waktu. untungnya tak lama bis ke Ito Campus datang (untungnya bis ini terlambat 9 menit, mungkin karena kemacetan di tenjin area), sayapun naik dan terpaksa berdiri karena bisnya penuh. sampai di toricho pas jam 13.00 lalu saya mengambil sepeda di parkiran dan mengayuhnya menuju hoikuen.

saya masuk kelas dengan pelan karena waktu itu jam tidur siangnya anak-anak. semua anak tidur kecuali Dito dan satu temannya. begitu melihat saya Dito langsung berlari dan teriak memanggil “ibu…ibu…” sambil tertawa-tawa. saya peluk Dito sambil berbisik “sssttt…teman-teman lagi pada tidur” dan Dito pun menurut. dalam diam dia mengikuti saya untuk mengisi lembar informasi dan menerima penjelasan dari senseinya bagaimana aktivitas Dito seharian ini. sensei juga menyertakan lembar catatan aktivitas itu untuk dibawa pulang. setelah membereskan perlengkapan Dito kami pun berpamitan.

sebelum keluar, saya bereskan pembayaran hari itu di loket kantor. sementara itu Dito mengambil sendiri sepatunya di rak. saya kaget, ternyata dia masih ingat di rak sebelah mana saya menaruhnya tadi pagi di antara sekian banyak sepatu anak-anak yang lain 🙂 senseinya juga sempat kaget. wah…satu lagi kemampuan Dito yang membuat saya takjub.
setlah semua beres kamipun pulang.

Dito yang tidak ikut tidur siang bersama teman-temannya sepertinya mulai mengantuk. dalam perjalanan dia bilang minta mimik dan minta dikeloni. akhirnya sampai di rumah dia benar-benar tidur setelah minum ASI sambil dikeloni 😀
sementara Dito tidur saya iseng membaca dan berusaha menerjemahkan catatan dari senseinya hari ini. kira-kira isinya seperti ini :
hari ini Dito
– makannya habis separuh
– tidak pup
– suhu badannya 37.2
– tidak ada luka fisik
– tidak menangis
– tertarik pada semua hal
– bilang “shuppatsu” dan “bye-bye” waktu mau pergi
– bisa salaman sama temannya
– senin depan ibu diminta membawa sebuah buku untuk mencatat hal-hal berkaitan sama Dito selama di hoikuen.

hari pertama ini bisa dibilang semua berjalan lancar. Dito sungguh membanggakan. saya rasa dia cepat sekali beradaptasi, ceria, kuat, mau dan bisa belajar mandiri. saya sampai terharu…T_T semoga hari-hari berikutnya juga lancar semuanya. amin.

aduh…sayang sekai saya malah lupa motret Dito di hari pertamanya di hoikuen T_T

Advertisements

Ditoku mau masuk hoikuen

Alhamdulillah, akhirnya dito diterima masuk Ayumirai Hoikuen, daycare dekat rumah. mulai masuk bulan juli besok tiap hari senin dan jumat selama 4 jam saja.

karena saya tidak berstatus pekerja atau pelajar, di daerah tempat saya tinggal (nishi ward) susah untuk memasukkan anak ke daycare sehari penuh selama 5-6 hari seminggu. pilihan saya hanya temporary use yang dibatasi 14 hari dalam sebulan. karena itu saya ambil hari-hari saya ada kelas nihongo (senin, rabu, jumat) tetapi karena Ayumirai Hoikuen sedang penuh, dito hanya bisa masuk hari senin dan jumat saja. sedangkan untuk kelas nihongo hari selasa saya bisa ajak dito karena ada daycare selama saya belajar di kelas tersebut.

kenapa Ayumirai Hoikuen? karena di antara hoikuen yang dekat dari rumah (Megumi Hoikuen dan Ayumirai Hoikuen) Ayumirai Hoikuen yang tidak keberatan menyediakan makan siang tanpa daging untuk dito sesuai permintaan kami, karena kami tidak makan daging babi dan menghindari makan daging yang tidak disembelih secara Islam.

temporary use untuk Ayumirai Hoikuen ini bisa setengah hari selama 4 jam dari jam 9 pagi sampai jam 1 siang. untuk jam ini tidak terlalu mengikat sebenarnya, asal masih dalam rentang waktu 4 jam. tetapi pihak hoikuen menyarankan untuk mengikuti batasan waktu tersebut karena hoikuen sudah memiliki jadwal untuk anak-anak selama sehari. kalau waktu penitipan diluar jam itu dikhawatirkan anak akan susah mengikuti ritme yang sudah ada. karena saya berangkat ke kelas nihongo jam 9.30 dan kemungkinan saya sampai rumah jam 1 lebih, saya minta waktu penitipan 9.15-13.15 dan masih bisa diterima. selama setengah hari ini orang tua dikenai biaya 1200 yen ditambah 300 yen untuk makan siang. sedangkan untuk penitipan selama sehari penuh selama 8 jam dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore dikenai biaya 2200 yen ditambah 300 yen untuk makan siang.

karena pihak hoikuen sangat strict tentang waktu penitipan ini, saya harus benar-benar tepat waktu. karena saya memilih setengah hari, terlambat menjemput 1 menit saja otomatis saya akan dikenai biaya 2500 yen (dihitung sehari penuh) 😦 saya jadi pusing harus memikirkan bagaimana caranya supaya jangan sampai terlambat menjemput dito. kalau saya pakai rute bus yang biasa kemungkinan besar saya sampai rumah sekitar jam 13.20, jelas terlambat…akhirnya saya ngubek-ubek jadwal bus nishitetsu dan sepertinya saya harus mengubah rute pergi-pulang saya. ga masalah, meskipun untuk itu perjalanan saya harus ditambah dengan naik sepeda.

banyak yang harus saya persiapkan untuk penitipan dito ini. peralatan yang semua harus diberi label nama dari baju ganti, lap tangan, lap makan, lap muka, lap untuk dipakai sehabis cebok, celemek makan, tas plastik untuk lap kotor, dan tas untuk menampung semua peralatannya itu . untuk beberapa item (lap dan apron kalau tidak salah)orangtua dilarang membeli alias harus bikin sendiri dengan warna yang sama supaya memudahkan identifikasi kepemilikan. sepertinya saya bakalan sibuk sampai akhir bulan ini.

semoga semua persiapan berjalan mulus dan dito nanti puas bermain dan bersosialisasi di Ayumirai Hoikuen bersama teman-teman dan sensei-senseinya 🙂

gambar diambil dari sini