O hectic day

Yeyyy…besok pagi saya mudik! Lima hari ke depan kami melarikan diri dari Jogja yang semakin padat di musim liburan begini. Dengan dibukanya wahana permainan air yang baru dan adanya acara tahunan Sekaten, bisa dipastikan Jogja bakal semakin dibanjiri wisatawan dari luar kota. Kemacetan sudah dijumpai dimana-mana. Ampun deh, saya sebagai warga Jogja mending ndekem aja di rumah kalau ga ada perlu.

Berhubung besok saya berangkat ba’da subuh, persiapan sudah dimulai sejak Sabtu kemarin. Persiapan apa sajakah itu? Yang jelas beli tiket. Sabtu pagi suami pesan tiket PP via online. Sorenya baru kami print tiketnya di Stasiun Tugu. Dari stasiun kami mampir Malioboro untuk makan.

Sampai di Malioboro Mall niat awalnya sih makan aja, tapi…buntutnya saya menyerah pada godaan diskon yang terkutuk menarik. Menjelang Natal dan Tahun Baru sepertinya toko-toko semakin all out untuk menguras dompet para pengunjung. Diskon digelar dimana-mana seperti cahaya yang menarik laron.

Aslinya saya bukan tipe shopaholic dan pemburu diskon. Saya tipe ibu-ibu yang medit cermat dalam membelanjakan uang. Tapi tahun ini saya khilaf sekhilaf-khilafnya. Ga usah dijelaskan ya detailnya bagaimana akhirnya saya membeli baju buat orang serumah (kecuali sayaaaaa 😦 ) dan baju buat ponakan-ponakan.

Pulangnya kami hampir saja terjebak macet. Baru ingat, selain masuk musim liburan, malam itu adalah malam minggu. Sepanjang Jl. Letjen Suprapto dari Jlagran sampai perempatan Ngampilan padat oleh kendaraan. Akhirnya kami putar balik dan belok ke jalan tembus ke Jl. HOS Cokroaminoto. lalu lewat Soragan dan Jl. Tino Sidin sampai Kadipiro. Fiuhhh….lega rasanya.

Berhubung hari ini banyak agenda, hari Minggu kemarin saya ngungkep ayam agak banyak jadi tinggal goreng-goreng aja kalau mau makan. Habis itu nyuci, setrika, dan bersih-bersih rumah+halaman belakang. Masuk musim hujan ini rumput dan tanaman mulai menggila, cepat sekali tumbuhnya. Ga kebayang seminggu ke depan kalau saya pulang dari mudik bakalan seperti apa kalau masih dibiarkan. Jam 2 baru beres semua. Habis mandi capcus ke penjahit nitip kerjaan binding baby quilt buat kado anaknya temen dan lanjut ke mertua. Demi mertua yang kangen cucu, dijabanin deh… Malemnya pulang langsung tewas.

Hari ini juga sama melelahkannya. Agendanya antar 2 pesanan bedcover, buat teman saya dan teman sekantor suami. Kami bagi tugas. Suami bawa Dito ke kampus sekalian bawa 1 bedcover. Saya bawa Oi dan bawa bedcover satunya lagi ke rumah teman saya. Sebelum berangkat masih bungkus baju para ponakan buat dipaketin karena liburan kali ini mereka ga ke Jogja.

Setelah naruh bedcover di depan dan masang gendongan buat pengaman Oi di belakang, kami berangkat. Mampir ke penjahit buat mendekin celana suami. Ada yang tanya kenapa ga dipendekin sendiri padahal saya bisa jahit? Jawabannya : males. period 😀 Setelah itu mampir beli buah. Buat “gawan” kalau orang Jawa bilang.

Sampai di rumah teman, nyerahin bedcover dan ngobrol-ngobrol bentar. Btw, teman ini teman SMP saya, barusan melahirkan anak ke tiganya. Ibu juara banget deh. Oh iya, selingan ga penting tapi ditulis juga rumahnya enak banget, luas, pinggir sawah dan sungai, adem. Suatu kehormatan buat saya karena dulu dilibatkan dalam mengatur tata letak ruangan-ruangan di dalamnya sebelum di bangun.

Welahhhh…jadi sampai mana-mana. Habis dari sana lanjut ke kantor ekspedisi, maketin baju buat para ponakan. Lanjut ketemu makan siang sama suami dan Dito di JCM. Jujugan banget lah mall satu ini. Deket dari kantor suami, deket dari kantor ekspedisi, dan deket dari rumah mertua. Karena tujuannya selain makan sekalian beliin kompor buat mertua.

Habis makan di food courtnya, saya yang super khilaf akhirnya lanjut berburu diskon. Barang yang dibeli mostly baju. Kali ini baju buat Ibu, Budhe, Mbah Putri, dan ponakan lainnya. Pokoknya ga kalah sama yang suka ngabis-ngabisin anggaran menjelang akhir tahun. *tutupmuka* Habis itu baru kami turun dan beli kompor dan tak lupa snack buat di kereta besok.

Menjelang Ashar baru kami keluar dan njujug ke mertua. Barang-barang belanjaan dibawa suami, anak-anak sama saya. Kami ga lama di mertua. Cuma masang kompor, sholat, langsung pulang. Eh ga ding, masih mampir ambil baby quilt di penjahit sama ambil celana suami di penjahit lainnya.

Hari belum berakhir, Sodara-sodara. Sampai rumah saya masih bongkar belanjaan dan merekap catatan keuangan. Penting banget ini, apalagi setelah dompet dan rekening babak belur dihajar diskon, hahahahaaaa….*ketawamiris* Ya setidaknya saya punya catatan pengeluaran sebanyak ini buat apa saja untuk menghibur diri saat ini dan mengurangi efek kejut nanti pas totalan di akhir bulan, hehehehe…

Rekap merekap selesai, saya sempatin juga motret baby quilt yang sudah jadi, mumpung masih agak terang. Acara motret ini drama banget sampai bertanduk saya dibuatnya. Dito Oi berebut pakai selimutnya. Ga ada yang mau ngalah, akhirnya saya bilang selimutnya mau saya simpan. Baru mereka mau pakai bareng-bareng. Adu mulut sama rengekan mereka ituuuuu…ampun deh.

Habis Isya kami berempat ke tetangga yang mau ngunduh mantu besok Jumat. Berhubung saat itu kami masih di Ngawi, jadi njagongnya hari ini. Sepertinya kami tamu pertama. Rumah masih sepi. Kami punya kesempatan ngobrol banyak dengan empunya rumah dan keluarganya. Kami sebagai warga baru jadi semakin mengenal tetangga. Menyenangkan mendengar Mbah Madyo dan istri  bercerita tentang anak cucunya. Terlihat binar kebanggan di mata mereka 🙂 Agak lama kami di sana sekalian menunggu hujan reda. Setelah hujan reda kami berpamitan.

Sekarang hampir jam 12 malam dan masih ada to do list yang belum dicentang. Cuci piring, nyuci baju, packing, dan nyapu rumah sebelum ditinggal pergi. Saya capek physically and emotionally. Tapi bersyukur bisa melewati hari ini dengan bantuan suami. Sementara saya beresin ini itu, suami yang tadi ngurus mandi dan makannya anak-anak. Saya hanya perlu bertahan sedikit lagi sampai semua selesai dan besok saya bisa mudik dengan tenang. Ganbarimasu!

 

Advertisements

Libur Telah Tiba

Alhamdulillah…semester 1 sudah terlewati. Selasa kemarin saya ke sekolah ketemu gurunya anak-anak dan mendiskusikan perkembangan mereka. Di buku laporan disebutkan bahwa target untuk setiap tingkat kemampuan sudah tercapai. Hanya sedikit catatan untuk tetap memotivasi anak selama di rumah, terutama Dito. Dito anak yang “cilik aten” (kecil hati) kalau orang Jawa bilang. Saya yakin Dito punya kelebihan lain yang bisa diasah, tapi bagaimanapun juga “cilik aten”nya ini perlu ditangani. PR buat kami orang tuanya nih…

Mulai kemarin anak-anak resmi libur semester 1. Masuk lagi 4 Januari tahun depan. Karena Bapak ga libur, jadilah Emak yang cari cara atur waktu buat ngisi liburan biar ga bosen. Libur hari pertama acaranya ke SD Tumbuh di Jl. AM Sangaji. Di sana ada acara seminar (yang pas saya datang sudah selesai, hiks…) dan pentas seni. Niatnya ke sana mau lihat dan survey sekolah, ternyata sebaiknya ikut seminarnya dulu supaya tau gimana proses pembelajaran di SD Tumbuh. Beruntung kemarin sempat bertemu kepala sekolahnya dan beliau bilang bisa datang lain kali untuk tanya-tanya dan ngobrol. Ya sudah, kunjungan berikutnya malah bisa sekalian ngajak suami.

Saya dapat info SD Tumbuh dari teman yang anaknya sekolah di sana. Kemarin kami ketemu dan dia yang mengantar saya berkeliling melihat-lihat ruang kelas dan lingkungan sekolah. Saya pribadi sudah sreg dengan pembelajaran yang memberi banyak ruang untuk siswa bereksplorasi. Sepertinya jadi alternatif menarik buat Dito selain pilihan untuk masuk sekolah negeri. Tapi keputusan akhir nanti tetap perlu dibicarakan bareng Dito dan Bapaknya.

Selesai acara di SD Tumbuh kami mampir beli kue ulang tahun. Kemarin ulang tahun Oi yang ke 4. Oi yang tertidur selama perjalanan bangun begitu sampai di toko kue. Dito bilang sejak di parkiran, “Bunya enak banget ya, Bu”. Tanpa menunggu saya, Dito dan Oi masuk ke toko kue dan berkeliling melihat-lihat. Oi pilih sendiri kuenya, kue berbentuk hati berwarna pink. Setelah membayar kami  pulang dan menunggu Bapak untuk acara potong kue.

Bapak pulang jam 4. Setelah semua mandi, acara potong kue dimulai. Happy Birthday, Oi! Semoga tumbuh jadi anak sholihah yang sehat, bahagia, pembawa kebaikan bagi sesama. Aamiin.

Alhamdulillah, bisa dibilang hari pertama liburan berjalan lancar. Saya sudah semakin pede pergi-pergi bawa 2 anak tanpa suami. Asal bawa gendongan yang buat boncengan untuk antisipasi kalau salah satu anak mengantuk dan tak lupa jas hujan karena sekarang sudah masuk musim hujan. Meskipun saya lebih pilih di rumah sih kalau sudah terlihat mendung. Hujan biasanya turun siang menjelang sore, kadang awet sampai malam, jadi kalau mau pergi-pergi mending pagi saja.

Liburan anak-anak masih lama. Suami belum bisa libur, jadi belum bisa mudik. Males banget di Jogja kalau musim liburan begini. Di mana-mana bakal macet. Apalagi ada wahana bermain air baru di Sleman dan Sekaten di Alun-alun Utara Keraton. Begitu suami libur, kami akan segera mudik ke kampung halaman saya di Ngawi. Mengasingkan diri sejenak, merefresh badan dan pikiran. Yosshhh…Selamat berlibur semuanyaaa!!!