sewing update

kondisi fisik saya akhir-akhir ini semakin payah saja. perut yang semakin besar membatasi gerak saya. susah pindah posisi sewaktu tidur atau dari posisi duduk ke berdiri, susah pakai sepatu dan kaos kaki…dan yang jelas gampang capek! mobilitas dan aktivitas semakin melambat.

banyaknya persiapan menjelang kelahiran anak ke dua ini membuat saya hampir gak sempat lagi menjahit. saya gak punya meja khusus jahit, jadi mesin jahitnya ditaruh di meja pendek dan saya lesehan kalau menjahit. perut besar membuat saya gak bisa lama-lama duduk lesehan.

proyek jahit menjahit yang bisa saya kerjakan dalam sebulan terakhir ini cuma ganti sarung futon Dito dan menyelesaikan baju Uma yang terbengkalai berbulan-bulan lamanya. *Uma maafkan sayaaa….
sebenarnya masih ada quilt yang rencananya buat menyambut kelahiran adik Dito, tapi sepertinya saya menyerah saja. entah kapan selesainya….malessss dan boseeeeennn ngerjainnya. rencana bikin bumper buat box bayi, diaper bag, dan nursing apron juga entah kapan terlaksana. yahhh sudahlah…saya gak mau ngoyo, meskipun ada sedikit rasa gimana gitu kalau mesin jahit saya nganggur.

ini futon refashion yang sebenarnya udah selesai bulan lalu. awalnya futon Dito ini warisan dari Mas Kio, berhubung covernya sudah kusam akhirnya saya ganti. yang milih motif kainnya ini Dito sendiri lho…ehmmm, dengan sedikit manipulasi dari ibu tentunya, hehehehe…..
jadi ceritanya Dito saya ajak ke toko kain. ada kain warna krem bermotif truk dan alat-alat berat kecil-kecil yang Dito suka, tapi harganya agak mahal. akhirnya saya tunjukkan satu lagi kain bertema pantai yang lebih meriah warnanya dan tentu saja lebih murah harganya. saya minta Dito memilih dan akhirnya dia memilih yang kedua. horeeee…!!!
berhubung saya salah perhitungan, kain yang saya beli ternyata kurang. jadinya saya sambung kain polos warna biru di kedua sisi futon. selain itu lebar futon juga saya kurangi dengan memotong busa di dalamnya 5 cm di salah satu sisi. hasilnya tidak terlalu mengecewakan meskipun juga bisa dibilang tidak terlalu rapi 😛

 

 

proyek kedua yang baru selesai kemarin malam adalah bajunya Uma teman saya yang lagi hamil juga. modelnya simpel saja, terusan dengan model jumper dengan kerut di bawah dada dan tali di belakang. sempat khawatir kain kurang karena saya salah ukuran waktu bikin bagian atasnya. jadi saya bikin lagi bagian atas dengan ukuran yang lebih besar. selain itu karena Uma sendiri posturnya tinggi, sedang hamil pula, jadi seluruh lebar kain terpakai buat bikin bagian roknya. lega deh akhirnya jadi juga….lunas hutang saya, hehehe….dari kemarin khawatir gak kepegang, sayanya keburu lahiran dan Uma juga perutnya semakin besar, keburu mau dipakai bajunya. semoga pas dan bisa mengakomodasi perutnya yang akan semakin membesar nanti ^^

28 weeks baby bump in my 1st handmade maternity shirt

finally…my first handmade maternity shirt!

i bought 3 meters of this flowery printed cotton fabric (premiere by hokkoh) long time ago for only 480 JPY/meter. it’s soft and light, perfect for summer. for this shirt i only used about 2 meters of it because i made mistakes in altering pattern and cutting. this shirt should’ve been longer 😦
but it’s ok, at least my first attempt on making a shirt with a collar was a big success. i never have a courage to make clothes with a shirt collar before, most of my projects were collarless.  surprisingly, making the collar part was not as difficult as i thought, it was just easy peasy 🙂

although this shirt is supposed to be worn on summer, the pattern actually was taken  from this autumn/winter clothes sewing pattern book.

i made  some alterations in front part.  i cut the front part under the bust and made 3 pleats on each side of the lower part to accomodate my bump. i also add 3 rows of elastic on the back to fit and give some shape.

this is my 28 weeks baby bump ^^