weekend sewing : cap sleeve blouse with ruffle

akhirnya saya berhasil menyelesaikan proyek menjahit saya yang ini dalam waktu yang jauh lebih cepat dari proyek-proyek serupa sebelumnya. ini proyek pertama saya pakai mesin obras yang baru dibelikan suami saya bulan lalu. karena sambil belajar jadi masih kagok belum rapi hasilnya 😦 saya sudah pernah bikin cap sleeve blouse sebelumnya dengan mengambil pola dari buku sewing recipe. kali ini saya buat dalam ukuran 7 (ukuran paling kecil). kain bermotif bunga-bunga yang saya pakai adalah kain sisa yang tinggal 65cm, hanya cukup untuk bagian bodice dan sisanya saya pakai untuk ruffle di bagian bawah. sedangkan bagian lainnya saya pakai kain berwarna off white yang sudah berbordir dengan motif sulur bunga. setelah jadi dan coba saya pakai ternyata nyaman dan pas buat saya (dan sepertinya bisa mengakomodasi perut saya yang bakal semakin membesar sampai setidaknya 2 bulan ke depan :D) padahal ini rencananya buat teman saya…hehehe…

cap sleeve blouse

weekend ini saya ngebut menyelesaikan cap sleeve blouse buat teman saya Widya a.k.a Tuit, yang bagai kurcaci, mungil dan baik hati (copas dari FBnya ^^v). blouse ini sudah hampir seminggu tak terpegang gara-gara dito the explorer tiba-tiba demam, besoknya normal, besoknya lagi demam lagi. untung gak sampai rewel, cuma jadi lebih sering nempel emaknya dan gak bisa disambi ini itu. selain itu saya juga sedang diserang penyakit malas stadium 4, sepertinya bawaan hawa musim panas (padahal malas mah bawaan dari sononya).

awalnya saya bingung mau model seperti apa buat Tuit dengan kain yang (ternyata) cuma 1,5 meter. buka-buka buku pola yang terbatas eh ketemu cap sleeve blouse yang simpel dan manis dari buku sewing recipe

setelah saya pelajari pola dan konstruksinya ternyata blouse ini agak rumit *amatirdotcom* tapi saya jadi tertantang untuk bisa menjahitnya. saya buat blouse ini dalam ukuran 9. polanya ada 6 biji karena bagian bodicenya pakai lining.

dan seperti biasa, masih ada kesalahan di sana-sini.
1. saya masih suka bermasalah dengan motif kotak-kotak. kali ini saya kurang cermat memotong kain, jadi motif kotak-kotak depan dan belakang gak nyambung, hiks….maafkan saya Tuittttt (T.T) mana kainnya terbatas cuma 1,5 meter dan hampir tak bersisa jadi gak bisa diganti 😦
2. dalam proses konstruksi bodice, lining, dan sleeve yang gak bisa saya jelaskan secara detail (karena penjelasan di buku dalam huruf kanji, saya cuma mengikuti gambar) saya sempat mendedel dan menjahit ulang karena gagal dalam proses “membalik” supaya jahitan bodice, lining, dan sleeve rapi “tersembunyi”. haduhhhh…maafkan bahasa saya yang tak tertata. kalau bingung dan gak paham diskip saja 😛 akhirnya setelah mengamati gambar sekali lagi dengan lebih teliti saya berhasil menjahit bagian atas blouse ini 🙂

sengaja kain untuk bagian depan blouse saya potong diagonal untuk aksen dan renda pada garis bawah dada biar lebih cantik (semoga tidak berlebihan jadinya). Tuitttttt….semoga dirimu suka 🙂