patah hati

sudah 4 hari ini Dito berhasil gak mimik sama sekali, bahkan saat menjelang tidur. kali ini usaha saya bisa dibilang berhasil. sebelum-sebelumnya suka gak tega melihat dia nangis minta mimik dan akhirnya saya yang menyerah 😦 kali ini benar-benar harus ditega-tegain, meskipun saya sedih sekali.

jadi setiap kali Dito minta mimik, saya bilang ke Dito “ASI sudah gak keluar (nyatanya memang begitu), Mas Dito sudah besar, anak pintar, sudah sekolah, teman-teman di sekolah gak ada yang mimik ibunya…Mas Dito harus berhenti juga mimiknya. Mas Dito kan sudah jadi kakak, sebentar lagi punya adik. mimiknya nanti gantian buat adik, akachan masih kecil, belum bisa maem dan mimik macem-macem kaya Mas Dito, jadi cuma bisa mimik ibu. Mas Dito belajar ya dari sekarang…ayo Mas Dito pasti bisa, ganbatte ne…” kata-kata semacam itu saya ulang terus menerus tiap kali dia minta mimik. sesekali dia merengek, nangis, bahkan ngamuk-ngamuk sambil berusaha membuka baju saya. kalau sudah begitu biasanya saya serahkan ke bapaknya buat digendong sebentar sampai agak tenang, baru nanti saya ajak ngomong lagi.

sungguh saya gak tega, pengen nangis rasanya…melihat sorot matanya yang terlihat kecewa. seolah-olah bilang “kenapa Bu? Dito cuma pengen mimik, kemarin boleh kenapa sekarang gak boleh?” apalagi saat menjelang tidur, saat dia sudah capek merengek dan menangis tanpa hasil, dia cuma memandang saya…mendengarkan saya ngoceh mengulang-ulang kata yang sama untuk memberikan pengertian padanya. sampai akhirnya dia menyerah, tertidur sambil memeluk leher saya.

that moment was really heartbreaking…T_T
*nulisnya juga sambil mewek…*

saat terbangun malam-malam Dito juga masih suka minta mimik seperti biasanya. saya usap-usap punggungnya, tepuk-tepuk pahanya, dan cium kepalanya sambil saya bisikkan selalu mantra-mantra andalan sampai akhirnya tertidur lagi. kalaupun gak mau langsung tidur atau pakai nangis dulu, bapaknya yang gendong sampai tertidur lagi.

gak mudah untuk menyapih Dito, bagi saya, Dito, maupun bapaknya. kami harus benar-benar bekerja sama. dari awal saya sudah berniat gak akan pakai yang pait-pait atau tipu-tipu yang lain seperti yang disarankan simbah-simbahnya (yang bikin saya emosi jiwa dan saya sempat males nelpon mereka). saya gak tega dan saya sudah bilang gak mau pakai cara begitu. saya pengennya Dito ngerti kenapa dia harus berhenti mimik, jadi saya selalu kasih tau dia mantra-mantra andalan sebagai sugesti positif. berharap dengan begitu dia ngerti alasannya dan gak merasa sakit hati karena dibohongi.

saat ini saya benar-benar merasa patah hati…rasanya seperti putus cinta. kehilangan momen indah saat menyusui Dito, sesuatu yang sudah begitu melekat di hati, suatu rutinitas yang membahagiakan buat kami berdua.

semoga acara menyapih ini berhasil seterusnya dan membawa kenangan yang indah serta ikatan yang semakin kuat untuk kami sekeluarga. Amin.